Ditempat Teratas Tempat Munculnya Pelangi Terindah Suatu Hari Nanti
“bu
pelangi itu apa sih??”tanya ervan”.
"Pelangi adalah penomena alam yang indah
karena pelangi itu memiliki beragam warna sehingga ketika pelangi mucul maka
langit menjadi indah”. "Oohh itu, lalu apa aku bisa menemukan pelangi bu??
”Ya
nak, tentu saja bisa, suatu hari nanti kamu akan menemukannya”!.
Ervan kemudian
tersenyum dan ingin sekali melihat pelangi. Tepatnya pada saat itu ervan
berusia 6 tahun. Ia menanyakan pelangi kepada ibunya karena ia sering mendengar
pembicaraan orang lain yang sedang membicarakan pelangi. Kemudian ervan ingin
sekali melihat pelangi pada saat usia masih kecil, ia kemudian dibawa kesuatu
tempat oleh ibunya. Tempat itu berada diatas pucak penara yang tinggi sehingga
semua benda yang berada dibawah terlihat jelas dari atas. Ibuny membawa ervan
ke atas menara tersebut dan tak lama setelah sampai diatas menara tiba-tiba
muncul pelangi dilangit.
“nak,
lihat benda yang berwarna dilangit sana, itu adalah pelangi”, sambil menunjuk
ke arah pelangi didepan.
“wah
indah sekali bu,!!” dengan ekspresi yang sangat bahagia,
“kamu
menyukainya nak??’ tanya ibunya sambil memegang tangan ervan.
“ aku sangat
menyukainya bu,
”. Sekarang kamu tahu kan pelangi itu seperti apa, makanya kamu
harus rajin belajar agar cita-cita kamu raih, kejarlah apapun yang kamu
inginkan suatu hari nanti, agar kamu menjadi seseorang yang berguna dan dapat
hidup berarti seperti pelangi indah yang selalu memberi arti kebahagian kepada
siapa saja yang melihatnya”. “siap bu, ervan akan menjadi anak yang baik,
hehehe”.
Ervan
kemudian menjadi anak yang rajin, ia selalu bersemangat untuk sekolah semenjak
ibunya memberikan sebuah motivasi kepadanya saat dimenara tempat munculnya
pelangi. Ervan tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Ia selalu ceria dalam
menjalankan hari-harinya, ditambah lagi ibunya yang selalu memberi naseehat dan
motivasi kepada ervan. Ia mendapat prestasi juara ke 1 dari sd sampai SMA.
Namun ia tidak pernah mengenal tentang cinta, yang ia tahu adalah bagaimana caranya agar tetap
semangat belajar. Dan semenjak ibunya menunjukan pelangi kepadanya, ia memiliki
hobby memandang pelangi setiap satu tahun sekali.
Ervan
kuliah di Universitas Gadjah mada. Ia memiliki banyak teman tetapi semua teman
ervan memiliki pacar. Hanya ervan yang tidak memiliki seorang pacar. Kemudian
suatu hari ervan pergi ke menara tempat muculnya pelangi, dan pada saat itu
pelangi muncul ditengah bukit yang jauh dan terlihat indah diatas. Ervan sangat
bahagia ketika pelangi itu muncul ia menikmati fenomena keindahan alam tersebut
dengan hati yang bahagia. Tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang bermain
music gitar dari arah kiri ervan kira-kira berjarah 2 meter dimenara. Ervan
kemudian menghampiri wanita tersebut, lalu ketika ervan akan menghampiri wanita
tersebut kemudian pergi terburu-buru. Ervan gagal menghampiri wanita tersebut,
kemudian ia pergi kembali pulang. Keesokan harinya ervan pergi berangkat kuliah
dengan menggunakan motor. Dijalan ia bertemu dengan seorang wanita yang
menggunakan seragam jas yang sama dengan ervan. Lalu ervan menghampiri wanita
tersebut dan melihat dari dekat. Ternyata wanita tersebut adalah seseorang yang
ervan jumpai dimenara kemarin. Ervan tak sungkan mengajak wanitaiya tersebut
untuk pergi bersama kuliah.
“maaf,
apa kamu mahasiswa ugm?? Tanya ervan. “ ya, saya mahasiswa ugm, maaf anda siapa
yah?? Wanita itu berbalik tanya pada ervan. “ saya juga mahasiswa ugm, dan
kebetulan kita satu kampus jadi apa kamu mau bareng sama saya??”
“emm
gimana yah!”, wanita tersebut sambil heran karena ia baru pertama kali bertemu.
“kamu jangan kawatir, meski saya tidak kenal kamu tapi setidaknya saya satu
kampus, jaid jangan takut walau kita belum pernah kenalan”. “emm ok deh dari
pada terlambat, gak apa-apa yah aku ikut??”. “ya tentu saja, kan aku yang
ngajak”.
Kemudian
wanita itu naik motor ervan. Mereka berangkat bersama menuju kampus. Setelah
sampai, wanita itu turun dan mengucapkan terimaksih. Ketika wanita itu akan
pergi, Ervan berkata :
“ekhh, tunggu dulu,!!”.
“iya ada apa??.”
“maaf jika kamu
terburu-buru tapi perkenalkan nama saya ervan, saya berasal dari jurusan bahasa
jepang” sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman, lalu wanita itu menerima
salaman dari ervan dan berkata :
“ ya, nama saya Rena, saya berasal dari
jurusan bahasa korea”.
“oh, meski ini pertama kita bertemu tapi salam kenal yah
hehe”.
“ emm iya sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu yah terimaksih atas
tumpangannya Ervan”.
“iya tidak masalah”.
Rena
si wanita yang baru Ervan kenal pergi ke kelasnya. Ervan juga pergi ke
kelasnya. Kemudian ervan masuk jam pembelajaran dikelas dengan penuh
konsentrasi dan fokus. Setelah pembelajaran selesai, ia pergi pulang. Kebetulan
dijalan ia bertemu dengan rena yang sedang membaca buku ditaman kampus. Ia menghampiri
rena.
“Ren
kamu lagi apa??.
“ekh Ervan, aku lagi membaca buku”.
“oh begitu, apa aku
mengganggumu??”.
“ ah enggo ko, nyantai aja”.
“ok deh kalau begitu”.
“sini
duduk!”.
Ervan duduk didekat rena.
“Ren, kamu orang mana sih aslinya?”,
“aku
orang Garut”.
“wah?? Aku orang bandung”.
“ ah serius kamu van?”.
“iya aku
serius”.
“emm kirain engga ada orang jawabarat disini tapi ternyata ada yah”.
“hehe aku engga nyangka kamu orang Garut, kamu disini tinggal sama siapa?”. “aku
disini sendirian, kalau kamu??’.
“aku juga sama sendiri, tapi aku jadi orang
bandung sebenarnya pindahan dari sini”.
“oh begitu”.
“ iya, ekh aku engga
nyangka kamu suka bermain ke menara”.
“ ekh dari mana kamu tahu aku ada
disana??”.
“ya aku tahu karena aku kemarin lihat kamu disana lagi main gitar”.
“wah, kamu yang bener?”.
“iya bener, malah ketika aku mau menghampiri kamu
malah pergi”.
“kemarin sih pas waktu enak-enaknya diam di menara, teman aku
nelepon katanya harus nyusul ke rumahnya”.
“oh begitu yah, pantesan kamu
terburu-buru, tapi bentar kenpa yah kita bisa akrab tiba-tiba gini padahal baru
tadi kita kenalan hehe”,
“emm iya yah, kenpa? Mungkin kita sama-sama orang jawa
barat hehe”,
“emm kayanya iya deh Ren”.
Meski
baru saja saling mengenal, mereka menjadi akrab. Lalu mereka menjadi teman
dekat. Mereka menjadi bersama-sama di kampus. Walau seperti itu, hari-demi hari
mereka sering bersamaan dalam sebuah alunan pertemanan. Bahkan mereka sering
bermain ke menara untuk melihat pemandangan indah. Mungkin hal yang tidak
mungkin secara akal sehat jika dipikirkan mereka bisa berteman dalam waktu yang
singkat, tetapi hal itu benar-benar terjadi kepada ervan dan rena.
Tak
terasa mereka berteman begitu lama, semakin hari-semakin akrab dan bahkan lebih
akrab dari sebelumnya. Rena merasa senang karena ia mendapatkan teman dari
daerah jawabarat sehingga ia merasa ada teman dari daerah asalnya. Rena dan
ervan mereka sama-sama dijalur S1. Mereka berdua sama-sama rajin, bahkan mereka
berdua dikagumi oleh dosen yang mengajari mereka. Kemudian ada teman ervan yang
bertanya
“van, dia siapa? Apa dia pacar kamu??”.
“emm bukan, dia adalah teman
aku namanya erna, dia berasal dari jurusan bahasa korea”.
“oh begitu yah, kirain pacar
kamu, kayanya kalian cocok deh van hehe”.
“haha kamu bicara apa, ayo kita
kerjakan tugas ini.”
Suatu
hari kampus libur selama 2 minggu. Ervan ingin kebandung tetapi ia tidak ada
teman untuk pergi dan juga akan lelah. Sementara itu rena memutuskan untuk
tidak pergi ke kota asalnya karena ia lebih memilih untuk berlibur di
yogyakarta. Tiba-tiba Ervan berfikir bagaimana kalau ia mengajak Rena untuk
jalan-jalan selama liburan jika rena tidak pulang ke kota asalnya. Ia langsung
menelepon rena, kemudian rena menjawab teleponnya.
“iya
ada apa Ervan??”
“Ren
kamu liburan akan pergi kemana??’
“emmm
tadinya sih aku mau pulang ke Garut tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik aku
disini aja”
“oh
begitu yah, bagaimana kalau kamu jalan-jalan bareng aku untuk mengisi
liburan??”
“emm
gimana yah, tapi ayo lah dari pada aku bt”
“ok,
kalau begitu aku jemput ke tempat kamu, tunggu yah!!”
“ok”.
Kemudian
ervan menjemput rena untuk pergi. Ia mengajak rena untuk pergi ke pantai dan
menginap selama 3 hari.
“Ren
kita akan pergi ke pantai!”,
"a,apa? Kenapa harus ke pantai??”.
“pokonya ikut
aku deh, pantainya indah disana dan kamu bisa melepas segala rasa lelahmu
setelah sibuk seharian”.
“emm gimana yah, tapi ok deh ayo.”.
Mereka
berdua berangkat menuju pantai dengan menggunakan sepeda motor. Mereka menempuh
jarak 5 km menuju pantai. Kemudian mereka sampai ditempat yang mereka tuju,
lalu diseberang jalan terliahat pantai yang sangat indah disore hari. Mereka
berhenti ditepi pantai tepatnya pada sore hari.
“waahhhhh
indah sekalii!!”
“ya
tentu saja, ini adalah pantai favorit aku didaerah sini, apa kamu menyukainya
rena??”
“ya
aku sangat menyukainya, udara disini sangat sejuk pemandangannya sangat indah,
bahkan ini seperti di korea hehe”
“emm
begitu yah, kalau begitu ayo kita mencari tempat untuk menginap!”
“aa,apa??
Kenapa harus menginap??”
“kita
akan berlibur selama 3 hari disini,
“kita
akan tidur dimana?
“kita
akan tidur dan menyewa di hotel dekat pantai, ayo kita akan mencari hotel untuk
kita tidur.’
Mereka
berdua pergi mencari hotel, kemudian mereka menemukan hotel untuk menginap. Tetapi
rena merasa kaget karena tidak disangka ia akan menginap dipantai.
Malam
hari tepatnya jam 7, Ervan mengajak Rena pergi ke pantai dimalam hari. Disana,
terdapat suasana orang-orang yang sedang berpacaran dan berduaan ditepi pantai
malam hari, Rena merasa kaget kenapa ia harus dibawa ketempat sepi dan gelap
ditepi pantai tetapi Ervan menjelaskan ia membawa Rena ke tepi pantai karena
ingin ngobrol atau curhat bersama disana.
“kenapa
kamu bawa aku kesini?”
“sudah duduk saja, aku ingin bicara sesuatu sama kamu!”
“sudah duduk saja, aku ingin bicara sesuatu sama kamu!”
“sesuatu?
Apa maksdunya?”
“udah dehh kamu duduk aja dulu rena”
“udah dehh kamu duduk aja dulu rena”
“ok
ok.. mau bicara apa kamu??
“emm
biasa aja kali!,
“hehheee
becanda”
“ya
ya ya.. ekh gini nanti kan kampus akan membuka beasiswa S2 ke JAPAN, apa kamu
akan mengikuti tes nya??
“emm gimana yah, emang kenapa?
“emm gimana yah, emang kenapa?
“ya
gak apa-apa, aku kan Cuma mau nanya dan smoga aja jadi informasi buat kamu”
“ya pengen sih ikut tesnya tapi gimana nanti aja, emang kamu mau ikut??”
“ ya jelaslah, kan aku berasal dari jurusan bahasa jepang masa engga ikut”
“ya pengen sih ikut tesnya tapi gimana nanti aja, emang kamu mau ikut??”
“ ya jelaslah, kan aku berasal dari jurusan bahasa jepang masa engga ikut”
“ya
itu kamu, kan aku dari jurusan bahasa korea masa mau ikut test bahsa jepang,
aneh deh!!”.
“hehe
iya yah, tapi doa kan saja smoga aku bisa ikut testnya dan lulus 100%”
“iya
aku doa kan, itu pasti..’
“terimaksih
ren”
“tapi
boleh aku bertanya satu hal gak??
“apa??
“kenapa
kamu suka bahasa jepang??
“itu
karena aku dulu pernah belajar waktu kecil, emang sih dulu gak suka bahkan aku
membencinya tapi setelah aku bisa ternyata seru juga’
“oh
gitu yah alasanya?”
“heem,
kamu sendiri kenapa bisa pengen masuk jurusan bahasa korea ??
“gak
tahu sih, dulu aku Cuma iseng aja.. ekh taunya aku masuk.. dari pada gak
diambil ya sudah aku jalani aja “
“haha
kamu ada-ada aja iseng ko bisa masuk yah”
“yah namanya juga nasib, tapi nasib baik hehheee”
“yah namanya juga nasib, tapi nasib baik hehheee”
“hahahaaa...
lucu-lucu”
Dalam
suasana angin yang tenang dimalam hari dan diiringi ombak tenang yang menghiasi
tepi pantai, mereka berdua sangat asik dan akrab.
“Rena??
“apa??
“apa
kamu menyukai pelangi??”
“suka
bangettt,, ih ko kamu tahu??
“ya
mungkin kebetulan aja, tapi jujur aku juga suka pelangi ko, mslsh sejak dari kecil”.
“wahh
kita sama yah, aku suka pelangi itu ketika setelah turun hujan lalu muncul deh
pelangi”
“ya
aku juga sama, tapi kamu tahu gak artinya itu apa?
“engga,
emang artinya apa?
“gini
setelah hujan turun maka pelangi muncul dan itu artinya ketika kesedihan
berlalu maka kebahagiaan akan datang menghampiri bersama harapan indah yang
menyatu dalam hati”
“haha
ciiee ciie gombal nih atau memang kamu puitis”
“haha
tapi memang itu terjemahan aku jika melihat pelangi setelah hujan”
“terus
jika pelangi sebelum hujan apa??
“itu
artinya ada sebuah kebahagiaan cerah yang tersirat bersama senyuman manis yang
indah hehee”
“hahaa
keren deh kamu menerjemahkannya, andai aku bisa seperti itu.. hemmm”
“haha
biasa aja kali, tapi kamu tahu engga pelangi paling manis didunia??
“gak
tahu, pelangi apa itu??
“pelangi
yang tinggal dalam senyuman kamu hehee”
‘ekh
kamu malah gomball!!
Tak
terasa mereka berdua ngoborol sampai jam setengah 10 malam. Dihiasi dengan
canda tawa dan hobby yang sama, kemudian mereka berdua kembali ke tempat
penginapan hotel untuk beristirahat.
“
sepertinya aku akan berenang uhh indah banget ini pantai.”, Ervan langsung
berenang ketengah pantai. Ia asyik berenang bersamaan orang banyak, tetapi
tiba-tiba semua orang lari ketakutan kemudian Ervan bertanya-tanya ada apa ini,
lalu ervan menoleh kebelakang. Ia melihat sosok ikan hiu yang besar dan akan
menyergapnya, ia berlari namun hiu itu lebih cepat dan kemudian ervan berteriak
menjerit digigit hiu.. “toooolllloooonnggg tooollloonng aku digigit hiuu,
tolong”. Kemudian Ervan terbangun. Ternyata ia bermimpi, mendnagar hal itu rena
dari sebelah kamar ervan mendengar teriakannya, ia kemudian menghampiri ervan.
Setelah Rena datang menghampiri ervan kemudian ia bertanya “ada apa ervan
teriak teriak???”, Ervan tidak menjawab pertanyaan rena, tetapi ia memeluk rena
dan berkata : “ren, maaf aku mimpi serem barusan, aku takut dan aku mohon
pinjamkan pelukanmu untukku agar aku bisa lega dan bernafas bebas kembali”. Hal
yang romantis dimulai ketika ervan merasa ketakutan akibat mimpi buruknya,
kemudian rena terdiam dan meredakan ketakutan Ervan sambil memberikan pelukan
hangat pada ervan. “kamu jangan takut Ervan, karena ada aku disini”, “iya
terimakasih ren”, “iya, tapi ini udah pagi..”. “a,apa? Ini sudah pagi??.
“iya.”.
Setelah
itu ervan mulai membaik dari mimpi buruk dan akan melupakannya. Ia bersiap-siap
kembali. Lalu Rena menunggunya diluar.
“kamu
sudah baik ervan??’
“ya
lumayan, maaf yah tadi”
“gak
apa-apa ko, lagian aku tahu rasanya mimpi buruk itu gimana.”
“ya
terimakasih”
“iya,
tapi ngomong-ngomong kita akan kemana??
“kemana
aja deh asal jangan berenang!”
“emm
gitu yah, kalau begitu ayo kita lihat-lihat daerah sini sambil jalan-jalan’
“iya
itu ide yang bagus”
Mereka
berdua pergi mengelilingi daerah sekitar dengan menggunakan speda 1 untuk
berdua. Sambil menenangkan hati ervan, rena mencoba menghibur ervan dengan
penuh canda tawa. Kemudian ervan merasa terhibur. Mereka terliahat sangat
romantis, dan bersenang-senang dengan kebahagian yang tak ternilai. Mereka lalu
dengan penuh senyuman canda tawa, hingga rena membawa ervan ke tepi pantai dan
memaksanya untuk berenang.
“ayoo
kita berenang!!”
“ah
engga ren, aku masih takut gara-gara tadi”
“ya
elah van, percuma itu kan Cuma mimpi gak akan jadi kenyataan”
“tapi
kan ren”
“ayo
gini aja pegang tangan aku, dan percaya bahwa disni tidak apa-apa, ok”
“
i,iya.. tapi..
“sudah
pegang tanganku dan jangan kau lepas jika kamu merasa takut”
Rena
membawa ervan berenang ketepi pantai, ervan merasa takut dan memegang erat
tangan rena. Tetapi rena berusaha menghapus segala ketakutan yang ervan rasakan
dengan terus memberi semangat dan motivasi pada ervan. Lama-kelamaan ketakutan
ervan mulai berkurang, dan ia kembali tidak merasakan takut lagi. Rena berhasil
menghapus ketakutan ervan. Akhirnya mereka bermain berlari-lari sambil
menelusuri sisi pantai dengan ditemani deras ombak yang cukup tenang dan volume
suara orang-orang yang cukup ramai.
“Rena??
AIGATO ARIMASHEN!!”
“ya
tidak masalah,
“aku
merasa lega sekarang, aku sudah melupakan mimpi buruk itu”
“ya
harus dong harus dilupakan, untuk apa dikenang gak ada gunanya, lagian sih kamu
sendiri engga berdoa sebelum tidur”
“hehe
aku lupa ren”
“iya
gak apa-apa lain kali harus doa dulu sebelum tidur”
“siap!!”
“nah
gitu dong”
Kata-kata
lembut Rena membuat ervan mulai merasa nyaman, kemudian muncul perasaan suka
yang ia rasakan kepada rena. Ia sangat merasa senang bisa mengenal rena dengan
baik, meski dalam waktu yang singkat.
Tak
terasa sore hari telah tiba, ervan mengajak rena untuk makan. Ia membawa rena
ketempat makan dekat pantai. Bersamaan munculnya senja, mereka terlihat sangat
menikmati segala yang ada dipantai itu. Mereka terlihat sangat bahagia hingga
hari esok mereka akan pulang ke tempat kos masing-masing. Mereka kemudian
pulang dengan membawa cerita dan kenangan manis yang telah mereks lalui dan
rasakan berdua.
Mereka
kembali dan menjalankan aktivitas masing-masing. Kemudian hari libur kampus
telah berkahir, mereka kembali dipadati kesibukan yang mereka harus lalui
masing-masing. Meskipun diantara mereka sangat sibuk, tetap saja mereka
menyempatkan untuk bertemu dan jalan bersama. Cerita dan cinta telah muncul
seiring berjalannya waktu diantara hati mereka.
3
tahun ervan telah melalui pendidikan S1 bahasa jepang, ia dinyatakan lulus
kuliah. Begitu juga rena, ia lulus kuliah bahasa korea. Kemudian ervan
mengikuti test beasiswa ke jepang, dan ia dinyatakan lulus, raut bahagia muncul
pada diri ervan, ia sangat bahagia ketika ia masuk test beasiswa ke jepang.
“yesss
aku lulus test ke jepang Ren!!”
“wah
selamat deh buat kamu!!”
“akhirnya
aku dapat melanjutkan pendidikan S2 disana”
“ya
bukan kah itu mau kamu ketika kamu mengatakannya dipantai dulu?”
“iya
ren, tapi bagaimana dengan kamu ren??
“aku
akan melanjutkan kuliah S2 disini”
“oh
begitu ya, kalau begitu mari sama-sama kita berjuang”
“ya
ayooo... kita berjuang untuk mimpi kita”
“ya
dengan begitu kita akan menjadi seseorang yang hebat”
“iya
van...
“tapi Ren!!!
“ada
apa van??
“aku
besok berangkat jam 10 pagi”
‘secepat
itu kah kamu akan pergi ??
“iya,
habisnya gimana lagi”
“kalau
begitu kamu hati-hati disana!”
“ya
pasti, tapi besok jam 8 pagi kamu datang yah ke menara yang selalu aku
kunjungi!
“emang ada apa??
“emang ada apa??
“pokonya
kamu datang ok!!, kalau begitu aku pergi dulu yah, dah!!”
Ervan pergi untuk siap-siap hari esok, tetapi
rena merasa heran kenapa ia harus datang ke menara jam 8 pagi. Ia terus merasa
heran, hingga hari esok telah tiba tepatnya jam 8 pagi rena pergi ke menara
yang dimaksud. Lalu ia tiba disana, tetapi ervan lebih dulu tiba dan menanti
rena.
“selamat
datang rena”
‘ada
apa van?? Bukanya kamu harus berangkat??
“ya
itu nanti jam 10, tapi sekarang aku mau menghabiskan waktuku selama seteangah
jam bersama kamu ren”
“hmm....
Kemudian
mereka berdua menatap pemandangan yang indah dan cerah diatas menara, hal ini
membuat rena menjadi gemetaran. Ia sebelumnya tidak pernah merasakan hal itu
ketika bersama ervan.
“Ren
ada apa denganmu?
“gak
apa-apa ko, entah kenapa aku jadi gemetaran gini”
“haha
biasa aja kali”
“iya
ini juga berusaha biasa van”
Kemudian Ervan memegang Rena dan menatap mata rena dan ia berkata :
“Ren
hari ini kamu cantik banget, bahkan setiap aku melihatmu kamu selalu yang
terindah dimata aku, tidak ada yang dapat menemaniku kecuali kamu, kamu lah
yang dapat menenangkanku disaat aku merasa ketakutan, bahkan kamu lah yang
telah melengkapi hidupku. Semua itu kamu dan kamu. Mau kah kamu menjadi kekasih
hatiku? Menjadi bunga sakura indah dihatiku, dan menjadi pelangi manis yang
hidup dalam suasana hati penuh rasa cinta untukmu???
“kamu
serius van???
“ya
tentu saja, aku sangat serius bahkan aku akan memanggil gunung fuji jepang
untuk menjadi saksi bahwa aku sangat mencintaimu!!
“sejujurnya
aku juga cinta sama kamu tapi....
“apa??
“kita
fokus lulus dulu S2, baru kita hubungan”
“gitu
yah!!
“iya,
bagaimana pendapatmu??
“okk...
aku akan lulus S2 dalam 2 tahun dan setelah itu aku akan menjadikanmu mentari
yang menyinari hatiku, dan kamu ingat aku akan menemui suatu hari nanti,
disinilah tempat kita akan bertemu kembali ketika muncul pelangi terindah yang
akan membawa kebahagian untuk kita berdua!!”
“ok
aku pegang kata-kata kamu!!
“ya
aku janji!!”
Setelah
itu hari perpisahan tiba yang memisahkan jarak antara mereka berdua. Tetapi hal
itu tidak masalah bagi mereka, karena mereka akan bersatu kembali suatu hari
nanti tepatnya ketika pelangi terindah sepanjang masa muncul dimenara yang
pernah mereka singgahi. Suka duka ervan lalui di jepang, ia berusaha keras agar
ia dapt lulus kuliah S2 disana, liku yang ia lalui begitu banyak dan membuatnya
lelah. Begitu juga rena suka duka yang ia lalui untuk mendapatkan hasil akhir
yang baik dan lulus dalam bidang studi yang ia jalani. Tetapi semua itu mereka
lalui, sehingga menyimpan cerita dan kenangan tersendiri bagi mereka
masing-masing. Begitu kerasnya cobaan yang harus mereka lalui untuk menggapai
apa yang mereka harapkan.
2
tahun sudah berlalu, seluruh media elektronik mulai hangat membicarakan akan
muncul fenomena pelangi terindah, tak ada satupun stasiun televisi yang tidak
memberikan kabar hal tentang pelangi tersebut. Ternyata berita itu terdengar
oleh rena, ia kemudian mengingat akan kata-kata ervan dulu. Ia sedang berada di
Garut dan telah menyelesaikan kuliah S2 di yogyakarta. Ia langsung bergegas
menuju menara yang menjadi tempat kenangannya bersama ervan. Rena berangkat jam
6 pagi menuju yogyakarta dan mulai tiba jam 5 sore. Ia sampai yogyakarta
tepatnya ditempat kost yang pernah ia singgahi dulu. Kemudian ia pergi menuju
menara. Tiba disana tepatnya saat senja dan pelangi terindah muncul, ia tidak melihat
siapapun disana, ia pun teridam dan berfikir “apakah Ervan sudah pulang atau
masih menyelesaikan kuliahnya dijepang? Tapi kan dia berjanji akan pulang
ketika pelangi terindah muncul tapi nyatanya dia tidak ada!”
“aku
datang Ren!!!” ervan muncul dengan tampilan yang mengesankan sehingga rena
semakin terdiam dan terpaku ketika melihat Ervan.
“sesuai
janjiku aku akan kembali untukmu, tepatnya ketika pelangi terindah muncul
ditempat ini, dan akhirnya hari ini telah tiba sekarang!”
“ Ervan? Kamu sudah berubah sekarang!!
“ya
mungkin tampilanku sudah berubah sekarang, tapi tidak dengan hatiku, masih
mencintaimu seperti dulu, seperti saat kamu dapat menenangkan jiwaku!!, rena?
Maukah kamu menjadi pendamping hidupku untuk sekarang dan dimasa yang akan
datang??
“iya
aku mau van, aku menantikan saat ini dulu ketika kamu mengungkapkan cinta saat
pelangi terindah muncul dihadapan kita!!”
Akhirnya
mereka bersatu ketika impian mereka menyatu.