Tuesday, April 14, 2015

CERPEN: DITEMPAT TERATAS TEMPAT MUNCULNYA PELANGI TERINDAH SUATU HARI NANTI


Ditempat Teratas Tempat Munculnya Pelangi Terindah Suatu Hari Nanti

“bu pelangi itu apa sih??”tanya ervan”. 
"Pelangi adalah penomena alam yang indah karena pelangi itu memiliki beragam warna sehingga ketika pelangi mucul maka langit menjadi indah”. "Oohh itu, lalu apa aku bisa menemukan pelangi bu??
”Ya nak, tentu saja bisa, suatu hari nanti kamu akan menemukannya”!. 

   Ervan kemudian tersenyum dan ingin sekali melihat pelangi. Tepatnya pada saat itu ervan berusia 6 tahun. Ia menanyakan pelangi kepada ibunya karena ia sering mendengar pembicaraan orang lain yang sedang membicarakan pelangi. Kemudian ervan ingin sekali melihat pelangi pada saat usia masih kecil, ia kemudian dibawa kesuatu tempat oleh ibunya. Tempat itu berada diatas pucak penara yang tinggi sehingga semua benda yang berada dibawah terlihat jelas dari atas. Ibuny membawa ervan ke atas menara tersebut dan tak lama setelah sampai diatas menara tiba-tiba muncul pelangi dilangit.

“nak, lihat benda yang berwarna dilangit sana, itu adalah pelangi”, sambil menunjuk ke arah pelangi didepan.
“wah indah sekali bu,!!” dengan ekspresi yang sangat bahagia,
“kamu menyukainya nak??’ tanya ibunya sambil memegang tangan ervan. 
“ aku sangat menyukainya bu,
”. Sekarang kamu tahu kan pelangi itu seperti apa, makanya kamu harus rajin belajar agar cita-cita kamu raih, kejarlah apapun yang kamu inginkan suatu hari nanti, agar kamu menjadi seseorang yang berguna dan dapat hidup berarti seperti pelangi indah yang selalu memberi arti kebahagian kepada siapa saja yang melihatnya”. “siap bu, ervan akan menjadi anak yang baik, hehehe”.

 Ervan kemudian menjadi anak yang rajin, ia selalu bersemangat untuk sekolah semenjak ibunya memberikan sebuah motivasi kepadanya saat dimenara tempat munculnya pelangi. Ervan tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Ia selalu ceria dalam menjalankan hari-harinya, ditambah lagi ibunya yang selalu memberi naseehat dan motivasi kepada ervan. Ia mendapat prestasi juara ke 1 dari sd sampai SMA. Namun ia tidak pernah mengenal tentang cinta, yang ia  tahu adalah bagaimana caranya agar tetap semangat belajar. Dan semenjak ibunya menunjukan pelangi kepadanya, ia memiliki hobby memandang pelangi setiap satu tahun sekali.

   Ervan kuliah di Universitas Gadjah mada. Ia memiliki banyak teman tetapi semua teman ervan memiliki pacar. Hanya ervan yang tidak memiliki seorang pacar. Kemudian suatu hari ervan pergi ke menara tempat muculnya pelangi, dan pada saat itu pelangi muncul ditengah bukit yang jauh dan terlihat indah diatas. Ervan sangat bahagia ketika pelangi itu muncul ia menikmati fenomena keindahan alam tersebut dengan hati yang bahagia. Tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang bermain music gitar dari arah kiri ervan kira-kira berjarah 2 meter dimenara. Ervan kemudian menghampiri wanita tersebut, lalu ketika ervan akan menghampiri wanita tersebut kemudian pergi terburu-buru. Ervan gagal menghampiri wanita tersebut, kemudian ia pergi kembali pulang. Keesokan harinya ervan pergi berangkat kuliah dengan menggunakan motor. Dijalan ia bertemu dengan seorang wanita yang menggunakan seragam jas yang sama dengan ervan. Lalu ervan menghampiri wanita tersebut dan melihat dari dekat. Ternyata wanita tersebut adalah seseorang yang ervan jumpai dimenara kemarin. Ervan tak sungkan mengajak wanitaiya tersebut untuk pergi bersama kuliah.

“maaf, apa kamu mahasiswa ugm?? Tanya ervan. “ ya, saya mahasiswa ugm, maaf anda siapa yah?? Wanita itu berbalik tanya pada ervan. “ saya juga mahasiswa ugm, dan kebetulan kita satu kampus jadi apa kamu mau bareng sama saya??”

“emm gimana yah!”, wanita tersebut sambil heran karena ia baru pertama kali bertemu. “kamu jangan kawatir, meski saya tidak kenal kamu tapi setidaknya saya satu kampus, jaid jangan takut walau kita belum pernah kenalan”. “emm ok deh dari pada terlambat, gak apa-apa yah aku ikut??”. “ya tentu saja, kan aku yang ngajak”.

  Kemudian wanita itu naik motor ervan. Mereka berangkat bersama menuju kampus. Setelah sampai, wanita itu turun dan mengucapkan terimaksih. Ketika wanita itu akan pergi, Ervan berkata : 
“ekhh, tunggu dulu,!!”. 
“iya ada apa??.” 

“maaf jika kamu terburu-buru tapi perkenalkan nama saya ervan, saya berasal dari jurusan bahasa jepang” sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman, lalu wanita itu menerima salaman dari ervan dan berkata : 
“ ya, nama saya Rena, saya berasal dari jurusan bahasa korea”. 
“oh, meski ini pertama kita bertemu tapi salam kenal yah hehe”. 
“ emm iya sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu yah terimaksih atas tumpangannya Ervan”. 
“iya tidak masalah”.
 Rena si wanita yang baru Ervan kenal pergi ke kelasnya. Ervan juga pergi ke kelasnya. Kemudian ervan masuk jam pembelajaran dikelas dengan penuh konsentrasi dan fokus. Setelah pembelajaran selesai, ia pergi pulang. Kebetulan dijalan ia bertemu dengan rena yang sedang membaca buku ditaman kampus. Ia menghampiri rena.
“Ren kamu lagi apa??. 
“ekh Ervan, aku lagi membaca buku”. 
“oh begitu, apa aku mengganggumu??”. 
“ ah enggo ko, nyantai aja”. 
“ok deh kalau begitu”. 
“sini duduk!”. 
Ervan duduk didekat rena. 
“Ren, kamu orang mana sih aslinya?”, 
“aku orang Garut”. 
“wah?? Aku orang bandung”. 
“ ah serius kamu van?”. 
“iya aku serius”. 
“emm kirain engga ada orang jawabarat disini tapi ternyata ada yah”. 
“hehe aku engga nyangka kamu orang Garut, kamu disini tinggal sama siapa?”. “aku disini sendirian, kalau kamu??’. 
“aku juga sama sendiri, tapi aku jadi orang bandung sebenarnya pindahan dari sini”. 
“oh begitu”. 
“ iya, ekh aku engga nyangka kamu suka bermain ke menara”. 
“ ekh dari mana kamu tahu aku ada disana??”. 
“ya aku tahu karena aku kemarin lihat kamu disana lagi main gitar”. 
“wah, kamu yang bener?”. 
“iya bener, malah ketika aku mau menghampiri kamu malah pergi”. 
“kemarin sih pas waktu enak-enaknya diam di menara, teman aku nelepon katanya harus nyusul ke rumahnya”. 
“oh begitu yah, pantesan kamu terburu-buru, tapi bentar kenpa yah kita bisa akrab tiba-tiba gini padahal baru tadi kita kenalan hehe”, 
“emm iya yah, kenpa? Mungkin kita sama-sama orang jawa barat hehe”, 
“emm kayanya iya deh Ren”.

 Meski baru saja saling mengenal, mereka menjadi akrab. Lalu mereka menjadi teman dekat. Mereka menjadi bersama-sama di kampus. Walau seperti itu, hari-demi hari mereka sering bersamaan dalam sebuah alunan pertemanan. Bahkan mereka sering bermain ke menara untuk melihat pemandangan indah. Mungkin hal yang tidak mungkin secara akal sehat jika dipikirkan mereka bisa berteman dalam waktu yang singkat, tetapi hal itu benar-benar terjadi kepada ervan dan rena.

 Tak terasa mereka berteman begitu lama, semakin hari-semakin akrab dan bahkan lebih akrab dari sebelumnya. Rena merasa senang karena ia mendapatkan teman dari daerah jawabarat sehingga ia merasa ada teman dari daerah asalnya. Rena dan ervan mereka sama-sama dijalur S1. Mereka berdua sama-sama rajin, bahkan mereka berdua dikagumi oleh dosen yang mengajari mereka. Kemudian ada teman ervan yang bertanya

“van, dia siapa? Apa dia pacar kamu??”. 
“emm bukan, dia adalah teman aku namanya erna, dia berasal dari jurusan bahasa korea”. 
“oh begitu yah, kirain pacar kamu, kayanya kalian cocok deh van hehe”. 
“haha kamu bicara apa, ayo kita kerjakan tugas ini.”

 Suatu hari kampus libur selama 2 minggu. Ervan ingin kebandung tetapi ia tidak ada teman untuk pergi dan juga akan lelah. Sementara itu rena memutuskan untuk tidak pergi ke kota asalnya karena ia lebih memilih untuk berlibur di yogyakarta. Tiba-tiba Ervan berfikir bagaimana kalau ia mengajak Rena untuk jalan-jalan selama liburan jika rena tidak pulang ke kota asalnya. Ia langsung menelepon rena, kemudian rena menjawab teleponnya.

“iya ada apa Ervan??”
“Ren kamu liburan akan pergi kemana??’
“emmm tadinya sih aku mau pulang ke Garut tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik aku disini aja”
“oh begitu yah, bagaimana kalau kamu jalan-jalan bareng aku untuk mengisi liburan??”
“emm gimana yah, tapi ayo lah dari pada aku bt”
“ok, kalau begitu aku jemput ke tempat kamu, tunggu yah!!”
“ok”.

 Kemudian ervan menjemput rena untuk pergi. Ia mengajak rena untuk pergi ke pantai dan menginap selama 3 hari.

“Ren kita akan pergi ke pantai!”, 
"a,apa? Kenapa harus ke pantai??”. 
“pokonya ikut aku deh, pantainya indah disana dan kamu bisa melepas segala rasa lelahmu setelah sibuk seharian”. 
“emm gimana yah, tapi ok deh ayo.”.

 Mereka berdua berangkat menuju pantai dengan menggunakan sepeda motor. Mereka menempuh jarak 5 km menuju pantai. Kemudian mereka sampai ditempat yang mereka tuju, lalu diseberang jalan terliahat pantai yang sangat indah disore hari. Mereka berhenti ditepi pantai tepatnya pada sore hari.

“waahhhhh indah sekalii!!”
“ya tentu saja, ini adalah pantai favorit aku didaerah sini, apa kamu menyukainya rena??”
“ya aku sangat menyukainya, udara disini sangat sejuk pemandangannya sangat indah, bahkan ini seperti di korea hehe”
“emm begitu yah, kalau begitu ayo kita mencari tempat untuk menginap!”
“aa,apa?? Kenapa harus menginap??”
“kita akan berlibur selama 3 hari disini,
“kita akan tidur dimana?
“kita akan tidur dan menyewa di hotel dekat pantai, ayo kita akan mencari hotel untuk kita tidur.’

 Mereka berdua pergi mencari hotel, kemudian mereka menemukan hotel untuk menginap. Tetapi rena merasa kaget karena tidak disangka ia akan menginap dipantai.
Malam hari tepatnya jam 7, Ervan mengajak Rena pergi ke pantai dimalam hari. Disana, terdapat suasana orang-orang yang sedang berpacaran dan berduaan ditepi pantai malam hari, Rena merasa kaget kenapa ia harus dibawa ketempat sepi dan gelap ditepi pantai tetapi Ervan menjelaskan ia membawa Rena ke tepi pantai karena ingin ngobrol atau curhat bersama disana.

“kenapa kamu bawa aku kesini?”
“sudah duduk saja, aku ingin bicara sesuatu sama kamu!”
“sesuatu? Apa maksdunya?”
“udah dehh kamu duduk aja dulu rena”
“ok ok.. mau bicara apa kamu??
“emm biasa aja kali!,
“hehheee becanda”
“ya ya ya.. ekh gini nanti kan kampus akan membuka beasiswa S2 ke JAPAN, apa kamu akan mengikuti tes nya??
“emm gimana yah, emang kenapa?
“ya gak apa-apa, aku kan Cuma mau nanya dan smoga aja jadi informasi buat kamu”
“ya pengen sih ikut tesnya tapi gimana nanti aja, emang kamu mau ikut??”
“ ya jelaslah, kan aku berasal dari jurusan bahasa jepang masa engga ikut”
“ya itu kamu, kan aku dari jurusan bahasa korea masa mau ikut test bahsa jepang, aneh deh!!”.
“hehe iya yah, tapi doa kan saja smoga aku bisa ikut testnya dan lulus 100%”
“iya aku doa kan, itu pasti..’
“terimaksih ren”
“tapi boleh aku bertanya satu hal gak??
“apa??
“kenapa kamu suka bahasa jepang??
“itu karena aku dulu pernah belajar waktu kecil, emang sih dulu gak suka bahkan aku membencinya tapi setelah aku bisa ternyata seru juga’
“oh gitu yah alasanya?”
“heem, kamu sendiri kenapa bisa pengen masuk jurusan bahasa korea ??
“gak tahu sih, dulu aku Cuma iseng aja.. ekh taunya aku masuk.. dari pada gak diambil ya sudah aku jalani aja “
“haha kamu ada-ada aja iseng ko bisa masuk yah”
“yah namanya juga nasib, tapi nasib baik hehheee”
“hahahaaa... lucu-lucu”

Dalam suasana angin yang tenang dimalam hari dan diiringi ombak tenang yang menghiasi tepi pantai, mereka berdua sangat asik dan akrab.

“Rena??
“apa??
“apa kamu menyukai pelangi??”
“suka bangettt,, ih ko kamu tahu??
“ya mungkin kebetulan aja, tapi jujur aku juga suka pelangi ko, mslsh sejak dari kecil”.
“wahh kita sama yah, aku suka pelangi itu ketika setelah turun hujan lalu muncul deh pelangi”
“ya aku juga sama, tapi kamu tahu gak artinya itu apa?
“engga, emang artinya apa?
“gini setelah hujan turun maka pelangi muncul dan itu artinya ketika kesedihan berlalu maka kebahagiaan akan datang menghampiri bersama harapan indah yang menyatu dalam hati”
“haha ciiee ciie gombal nih atau memang kamu puitis”
“haha tapi memang itu terjemahan aku jika melihat pelangi setelah hujan”
“terus jika pelangi sebelum hujan apa??
“itu artinya ada sebuah kebahagiaan cerah yang tersirat bersama senyuman manis yang indah hehee”
“hahaa keren deh kamu menerjemahkannya, andai aku bisa seperti itu.. hemmm”
“haha biasa aja kali, tapi kamu tahu engga pelangi paling manis didunia??
“gak tahu, pelangi apa itu??
“pelangi yang tinggal dalam senyuman kamu hehee”
‘ekh kamu malah gomball!!

 Tak terasa mereka berdua ngoborol sampai jam setengah 10 malam. Dihiasi dengan canda tawa dan hobby yang sama, kemudian mereka berdua kembali ke tempat penginapan hotel untuk beristirahat.

“ sepertinya aku akan berenang uhh indah banget ini pantai.”, Ervan langsung berenang ketengah pantai. Ia asyik berenang bersamaan orang banyak, tetapi tiba-tiba semua orang lari ketakutan kemudian Ervan bertanya-tanya ada apa ini, lalu ervan menoleh kebelakang. Ia melihat sosok ikan hiu yang besar dan akan menyergapnya, ia berlari namun hiu itu lebih cepat dan kemudian ervan berteriak menjerit digigit hiu.. “toooolllloooonnggg tooollloonng aku digigit hiuu, tolong”. Kemudian Ervan terbangun. Ternyata ia bermimpi, mendnagar hal itu rena dari sebelah kamar ervan mendengar teriakannya, ia kemudian menghampiri ervan. Setelah Rena datang menghampiri ervan kemudian ia bertanya “ada apa ervan teriak teriak???”, Ervan tidak menjawab pertanyaan rena, tetapi ia memeluk rena dan berkata : “ren, maaf aku mimpi serem barusan, aku takut dan aku mohon pinjamkan pelukanmu untukku agar aku bisa lega dan bernafas bebas kembali”. Hal yang romantis dimulai ketika ervan merasa ketakutan akibat mimpi buruknya, kemudian rena terdiam dan meredakan ketakutan Ervan sambil memberikan pelukan hangat pada ervan. “kamu jangan takut Ervan, karena ada aku disini”, “iya terimakasih ren”, “iya, tapi ini udah pagi..”. “a,apa? Ini sudah pagi??. “iya.”.
Setelah itu ervan mulai membaik dari mimpi buruk dan akan melupakannya. Ia bersiap-siap kembali. Lalu Rena menunggunya diluar.
“kamu sudah baik ervan??’
“ya lumayan, maaf yah tadi”
“gak apa-apa ko, lagian aku tahu rasanya mimpi buruk itu gimana.”
“ya terimakasih”
“iya, tapi ngomong-ngomong kita akan kemana??
“kemana aja deh asal jangan berenang!”
“emm gitu yah, kalau begitu ayo kita lihat-lihat daerah sini sambil jalan-jalan’
“iya itu ide yang bagus”

 Mereka berdua pergi mengelilingi daerah sekitar dengan menggunakan speda 1 untuk berdua. Sambil menenangkan hati ervan, rena mencoba menghibur ervan dengan penuh canda tawa. Kemudian ervan merasa terhibur. Mereka terliahat sangat romantis, dan bersenang-senang dengan kebahagian yang tak ternilai. Mereka lalu dengan penuh senyuman canda tawa, hingga rena membawa ervan ke tepi pantai dan memaksanya untuk berenang.

“ayoo kita berenang!!”
“ah engga ren, aku masih takut gara-gara tadi”
“ya elah van, percuma itu kan Cuma mimpi gak akan jadi kenyataan”
“tapi kan ren”
“ayo gini aja pegang tangan aku, dan percaya bahwa disni tidak apa-apa, ok”
“ i,iya.. tapi..
“sudah pegang tanganku dan jangan kau lepas jika kamu merasa takut”

 Rena membawa ervan berenang ketepi pantai, ervan merasa takut dan memegang erat tangan rena. Tetapi rena berusaha menghapus segala ketakutan yang ervan rasakan dengan terus memberi semangat dan motivasi pada ervan. Lama-kelamaan ketakutan ervan mulai berkurang, dan ia kembali tidak merasakan takut lagi. Rena berhasil menghapus ketakutan ervan. Akhirnya mereka bermain berlari-lari sambil menelusuri sisi pantai dengan ditemani deras ombak yang cukup tenang dan volume suara orang-orang yang cukup ramai.

“Rena?? AIGATO ARIMASHEN!!”
“ya tidak masalah,
“aku merasa lega sekarang, aku sudah melupakan mimpi buruk itu”
“ya harus dong harus dilupakan, untuk apa dikenang gak ada gunanya, lagian sih kamu sendiri engga berdoa sebelum tidur”
“hehe aku lupa ren”
“iya gak apa-apa lain kali harus doa dulu sebelum tidur”
“siap!!”
“nah gitu dong”
  Kata-kata lembut Rena membuat ervan mulai merasa nyaman, kemudian muncul perasaan suka yang ia rasakan kepada rena. Ia sangat merasa senang bisa mengenal rena dengan baik, meski dalam waktu yang singkat.
Tak terasa sore hari telah tiba, ervan mengajak rena untuk makan. Ia membawa rena ketempat makan dekat pantai. Bersamaan munculnya senja, mereka terlihat sangat menikmati segala yang ada dipantai itu. Mereka terlihat sangat bahagia hingga hari esok mereka akan pulang ke tempat kos masing-masing. Mereka kemudian pulang dengan membawa cerita dan kenangan manis yang telah mereks lalui dan rasakan berdua.
Mereka kembali dan menjalankan aktivitas masing-masing. Kemudian hari libur kampus telah berkahir, mereka kembali dipadati kesibukan yang mereka harus lalui masing-masing. Meskipun diantara mereka sangat sibuk, tetap saja mereka menyempatkan untuk bertemu dan jalan bersama. Cerita dan cinta telah muncul seiring berjalannya waktu diantara hati mereka.
3 tahun ervan telah melalui pendidikan S1 bahasa jepang, ia dinyatakan lulus kuliah. Begitu juga rena, ia lulus kuliah bahasa korea. Kemudian ervan mengikuti test beasiswa ke jepang, dan ia dinyatakan lulus, raut bahagia muncul pada diri ervan, ia sangat bahagia ketika ia masuk test beasiswa ke jepang.
“yesss aku lulus test ke jepang Ren!!”
“wah selamat deh buat kamu!!”
“akhirnya aku dapat melanjutkan pendidikan S2 disana”
“ya bukan kah itu mau kamu ketika kamu mengatakannya dipantai dulu?”
“iya ren, tapi bagaimana dengan kamu ren??
“aku akan melanjutkan kuliah S2 disini”
“oh begitu ya, kalau begitu mari sama-sama kita berjuang”
“ya ayooo... kita berjuang untuk mimpi kita”
“ya dengan begitu kita akan menjadi seseorang yang hebat”
“iya van...
“tapi Ren!!!
“ada apa van??
“aku besok berangkat jam 10 pagi”
‘secepat itu kah kamu akan pergi ??
“iya, habisnya gimana lagi”
“kalau begitu kamu hati-hati disana!”
“ya pasti, tapi besok jam 8 pagi kamu datang yah ke menara yang selalu aku kunjungi!
“emang ada apa??
“pokonya kamu datang ok!!, kalau begitu aku pergi dulu yah, dah!!”
 Ervan pergi untuk siap-siap hari esok, tetapi rena merasa heran kenapa ia harus datang ke menara jam 8 pagi. Ia terus merasa heran, hingga hari esok telah tiba tepatnya jam 8 pagi rena pergi ke menara yang dimaksud. Lalu ia tiba disana, tetapi ervan lebih dulu tiba dan menanti rena.
“selamat datang rena”
‘ada apa van?? Bukanya kamu harus berangkat??
“ya itu nanti jam 10, tapi sekarang aku mau menghabiskan waktuku selama seteangah jam bersama kamu ren”
“hmm....

Kemudian mereka berdua menatap pemandangan yang indah dan cerah diatas menara, hal ini membuat rena menjadi gemetaran. Ia sebelumnya tidak pernah merasakan hal itu ketika bersama ervan.

“Ren ada apa denganmu?
“gak apa-apa ko, entah kenapa aku jadi gemetaran gini”
“haha biasa aja kali”
“iya ini juga berusaha biasa van”

Kemudian Ervan memegang Rena dan menatap mata rena dan ia berkata :

“Ren hari ini kamu cantik banget, bahkan setiap aku melihatmu kamu selalu yang terindah dimata aku, tidak ada yang dapat menemaniku kecuali kamu, kamu lah yang dapat menenangkanku disaat aku merasa ketakutan, bahkan kamu lah yang telah melengkapi hidupku. Semua itu kamu dan kamu. Mau kah kamu menjadi kekasih hatiku? Menjadi bunga sakura indah dihatiku, dan menjadi pelangi manis yang hidup dalam suasana hati penuh rasa cinta untukmu???
“kamu serius van???
“ya tentu saja, aku sangat serius bahkan aku akan memanggil gunung fuji jepang untuk menjadi saksi bahwa aku sangat mencintaimu!!
“sejujurnya aku juga cinta sama kamu tapi....
“apa??
“kita fokus lulus dulu S2, baru kita hubungan”
“gitu yah!!
“iya, bagaimana pendapatmu??
“okk... aku akan lulus S2 dalam 2 tahun dan setelah itu aku akan menjadikanmu mentari yang menyinari hatiku, dan kamu ingat aku akan menemui suatu hari nanti, disinilah tempat kita akan bertemu kembali ketika muncul pelangi terindah yang akan membawa kebahagian untuk kita berdua!!”
“ok aku pegang kata-kata kamu!!
“ya aku janji!!”

 Setelah itu hari perpisahan tiba yang memisahkan jarak antara mereka berdua. Tetapi hal itu tidak masalah bagi mereka, karena mereka akan bersatu kembali suatu hari nanti tepatnya ketika pelangi terindah sepanjang masa muncul dimenara yang pernah mereka singgahi. Suka duka ervan lalui di jepang, ia berusaha keras agar ia dapt lulus kuliah S2 disana, liku yang ia lalui begitu banyak dan membuatnya lelah. Begitu juga rena suka duka yang ia lalui untuk mendapatkan hasil akhir yang baik dan lulus dalam bidang studi yang ia jalani. Tetapi semua itu mereka lalui, sehingga menyimpan cerita dan kenangan tersendiri bagi mereka masing-masing. Begitu kerasnya cobaan yang harus mereka lalui untuk menggapai apa yang mereka harapkan.


 2 tahun sudah berlalu, seluruh media elektronik mulai hangat membicarakan akan muncul fenomena pelangi terindah, tak ada satupun stasiun televisi yang tidak memberikan kabar hal tentang pelangi tersebut. Ternyata berita itu terdengar oleh rena, ia kemudian mengingat akan kata-kata ervan dulu. Ia sedang berada di Garut dan telah menyelesaikan kuliah S2 di yogyakarta. Ia langsung bergegas menuju menara yang menjadi tempat kenangannya bersama ervan. Rena berangkat jam 6 pagi menuju yogyakarta dan mulai tiba jam 5 sore. Ia sampai yogyakarta tepatnya ditempat kost yang pernah ia singgahi dulu. Kemudian ia pergi menuju menara. Tiba disana tepatnya saat senja dan pelangi terindah muncul, ia tidak melihat siapapun disana, ia pun teridam dan berfikir “apakah Ervan sudah pulang atau masih menyelesaikan kuliahnya dijepang? Tapi kan dia berjanji akan pulang ketika pelangi terindah muncul tapi nyatanya dia tidak ada!”
“aku datang Ren!!!” ervan muncul dengan tampilan yang mengesankan sehingga rena semakin terdiam dan terpaku ketika melihat Ervan.
“sesuai janjiku aku akan kembali untukmu, tepatnya ketika pelangi terindah muncul ditempat ini, dan akhirnya hari ini telah tiba sekarang!”
“ Ervan? Kamu sudah berubah sekarang!!
“ya mungkin tampilanku sudah berubah sekarang, tapi tidak dengan hatiku, masih mencintaimu seperti dulu, seperti saat kamu dapat menenangkan jiwaku!!, rena? Maukah kamu menjadi pendamping hidupku untuk sekarang dan dimasa yang akan datang??
“iya aku mau van, aku menantikan saat ini dulu ketika kamu mengungkapkan cinta saat pelangi terindah muncul dihadapan kita!!”

 Akhirnya mereka bersatu ketika impian mereka menyatu. 
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment