Wednesday, April 15, 2015

CERPEN: TERSENYUM BERSAMA MENTARI PAGI

Tersenyum Bersama Mentari Pagi

CERPEN TERSENYUM BERSAMA MENTARI PAGI
pagi yang begitu cerah. Stella bangun tepat pukul 7 pagi. ia bersiap-siap untuk pergi beraktivitas. ia menjalani hari-harinya dengan semangat positif. ia juga memiliki sifat yang baik, pantang menyerah dan selalu optimis terhadap apa yang dilakukan. 

suatu hari Stella pergi berkunjung pada tempat yang sering orang lain kunjungi, yaitu pemandangan dari bukit kecil. ia sangat menikmati akan hal itu dan selalu menjadikan tempat itu sebagai tempat mencari inspirasi untuk karya kecilnya seperti Novel. selain itu juga Stella selalu menenangkan diri jika ia merasa lelah setelah beraktivitas. setelah itu, Stella biasanya pergi berkunjung kerumah saudaranya yang ada diseberang kampung halamannya. kegiatan yang ia lakukan itu menjadikannya aktivitas yang rutin bahkan hal yang wajib ia lakukan.

Stella pergi sekolah. Disana ia selalu menjadi seorang siswi yang rajin. meskipun ia tidak pintar tetapi karena keinginan yang kuat dan selalu bersikap baik ia berhasil memasuki pringkat ke-2 dikelasnya. Hal itu tentu membuatnya gembira dan bahagia. tidak hanya itu, kedua orang tuanya sangat bangga dan memberikan  hadian berupa motor untuk Stella. akan tetapi ia menolak hadiah itu dengan penuh kata lembut.

"yah, ini motor siapa?" tanya Stella.
"yang mana? jika kamu melihat motor warna kuning itu milik saudaramu!". ucap ayahnya.
"bukan, kalau yang itu aku tahu! tapi ini motor yang berwarna merah?"
"oh itu, itu buat kamu nak!!"
"apa? buat aku yah?
"iya, buat putri ayah tercinta yang sudah belajar dengan giat!"
"haha masa yah ini buat Stella?"
"iyalah buat kamu masa buat orang lain."
"yah aku senang banget deh dapet hadiah, tapi Stella gak usah dapat motor sebagus ini!"
"kenapa? apa ada yang salah jika ayah memberimu hadiah?
"ya engga yah, lebih baik ayah simpan aja dulu nanti jika Stella sudah kuliah, baru ayah kasihkan pada Stella!"
"kamu serius nak, ? atau ingin ayah gantikan yang lain?"
"gak usah ayah, itu lebih dari cukup! selama Stella masih menjadi siswi SMA, Stella belum ingin memakai motor yah!"
"kalau begitu ayah simpan dulu ini motor! nanti kamu harus pakai jika sudah menjadi mahasiswi ok?
"siap yah hehe!".

Ayah Stella merasa bangga dengan sikapnya yang baik. ia merasa bersyukur karena ia telah memiliki putri yang baik.

Stella lulus dari SMA, ia mendapat nilai yang cukup memuaskan sebagai bekalnya di Universitas nanti. ia memasuki Universitas favorit di kota itu. ia masuk kampus pada pukul 7 pagi hingga selesai. dikampus, Stella juga aktif sebagai mahasiswi yang haus akkan ilmu pengetahuan, ia terus belajar dan belajar dengan pikirannya yang positif. Dan tak lupa juga ia menerima hadiah motor yang telah ayahnya janjikan

suatu ketika ia melihat foto mahasiswa yang dipajang diarea kampus. ia melihat foto itu dan membacanya bahwa foto yang dipajang diarea kampus itu, adalah foto mahasiswa peraih IP paling tinggi. melihat akan hal itu, ia termotivasi ingin menjadi salah satu bagian dari mahasiswi IP paling tinggi. kemudian, ia pergi pulang kerumahnya dan menceritakan semua harapannya pada ayahnya.

"ayah! ayah!"
"iya ada apa nak, ?
"boleh aku cerita yah?
"tentu saja boleh, kapanpun itu nak! kamu mau cerita apa?
"yah tadi aku melihat foto yang dipajang diarea kampus, ternyata foto itu adalah mahasiswa peraih IP paling tinggi!
"terus kenapa, nak??
"aku ingin sekali mendapat IP paling tinggi dikampus dan menjadi mahasiswa teladan yah agar ayah bangga sama aku!"
"ya ayah dukung kamu jika keinginan kamu seperrti itu! ayah akan dukung kamu 100%"
"wah?? terimakasih ayah, dengan begitu sekarang aku harus lebih rajin lagi belajar!"
"ya tentu saja, dan ayah juga mau cerita!"
"cerita apa yah?
"tahun depan ayah akan pergi ke New Zeland untuk bertemu dengan ibu kamu, jadi jika kamu memang berhasil mendapat IP paling tinggi maka ayah akan membawamu kesanah!"
"wah?? serius yah! asyikk aku bakalan ketemu ibu nanti! aku gak sabar mau ceritakan semuanya pada ibu!"
"nah mulai sekarang kamu belajar yang giat lagi ok??"
"siap yah!! 

keinginan Stella semakin kuat dan teguh pada apa yang ia inginkan. semenjak hari itu ia belajar dengan lebih sungguh-sungguh. ia terus menekuni bidang study yang  ia jalani. tak lupa juga ia selalu berdoa kepada Allah agar diberi jalan kemudahan yang terbaik baginya. karena ketekunan dan keteguhannya itu menjadi pribadi yang mendarah, Stella berhasil mencuri perhatian para dosen yang selalu memperhatikan setiap langkahnya.

suatu hari pengumuman IP tiba. pengumuman itu ditempel dimading kampus. semua orang beramai ramai melihat hasil IP yang keluar. dan tak disangka Stella mendapat peringkat ke 2 IP paling tingga dan berbeda selisih 0,1 dengan orang yang IP nya berada diurutan pertama. Stella terkejut akan hal itu, ia merasa sedikit bahagia dan kecewa. 
ia pulang kerumah dan menceritakan hasil yang ia terima pada ayahnya.

"ayah! ayah! "
"iya nak, ada apa?
"ayah dimana??
"sini ayah berada di villa belakang rumah!"
"oh iya bentar aku akan menghampiri ayah!"

Stella pergi menuju villa.

"ada apa nak, kenapa wajah kamu seperti yang sedang kecewa?
"yah! aku berada diperingkat ke 2 IP tertinggi!"
"trus memangnya kenapa?
"maaf yah aku gak bisa jadi yang ke 1 IP terrtinggi!"
"emangnya masalah buat ayah!?"
"maksud ayah??
"nak, meskpun kamu itu berada diperingkat ke 2, ayah tetap bangga sama kamu! dan ayah akan tetap mengajakmu menemui ibumu tahun in!"
"wah serius yah?? asikk! terimakasih ayah!!

Akhirnya meskipun Stella mendapatkan pringkat ke 2 IP tertinggi, ayahnya tetap memberikan hadiah sebagai usaha kerasnya dalam belajar dan membawanya pergi keluar negeri untuk menemui ibunya yang ada di New Zeland.



"AMANAT"
'dari cerita diatas hal yang dapat kita petik adalah apa yang kita lakukan menentukan apa yang akan terjadi, dan apa yang kita berikan menentukan apa yang akan kita dapatkan!"
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment