Wednesday, April 15, 2015

CERPEN: SAAT CINTA PERGI DENGAN ALASAN

Saat cinta pergi dengan alasan

CERPEN: SAAT CINTA PERGI DENGAN ALASAN

  Saat itu masa sekolah yang meriah dilapangan basket. Tak jarang banyak pemain basket yang keren dan kece. Contohnya Arwi. Ia adalah siswa SMA 1 nusa. Ia dinobatkan sebagai orang paling jago dalam bermain bola basket. Tak jarang para wanita selalu bersorak dipinggir lapangan dan selalu berterik “ARWI WE LOVE YOU AND YOU IS THE BEST!”. Saat itu pertandingan bola basket berhasil dimenangkan oleh kelas B yang ditempati Arwi. Semua satu kelas bersorak untuk kemenangan atas petandingan yang telah berlalu.
  
“ loe keren wi “ ucap teman satu kelasnya
   “ hehe makasih, tapi maaf ya bila tadi permainnan aku tidak maksimal teman !”
  “ ngapain kamu minta maaf, jelas-jelas kamu yang paling hebat waktu bermain! Iya gak teman-teman ??
  “ IIYYAA!! “ sorak teman satu kelasnya

Mereka semua bergembira atas kemenangan yang telah mereka raih. Tiba-tiba hal tak terduga muncul wali kelasnya yang super killer datang dengan raut muka yang begitu kejam dan tajam. Melihat hal itu semua siswa kelas B langsung kembali duduk menuju bangku masing-masing dan suasana gembira berubah menjadi hening.
  
“ok anak-anak dengarkan ibu yah !!” ucapnya sambil menatap dengan tajam.
  “ iya bu!!!”
  “ hari ini ibu akan menyampaikan berita baik dan buruk kepada kalian, mana yang pertama kalian dengar ??”
  “ berita baik buu!!” ucap semua siswa kelas B
  “ berita baiknya adalah selamat kalian telah menjadi juara 1 basket dalam 
petandingan yang telah sekolah gelar, dan karena kalian telah menjadi juara satu maka ibu akan teraktir kalian makanan sepuasnya direstorant hari minggu nanti !!

Mendengar hal itu semua siswa kelas B sontak kembali gembira dan berteriak hore!! Begitu keras.
  “ tapi bu berita buruknya apa?” tanya Arwi.
  “ berita buruknya adalah ibu mendapat laporan bahwa hari ini kita akan berpisah 

dengan teman kita yang bernama Angel karena ia akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan studynya.
Kemudian semua murid kaget dan terdiam. Terutama Arwi tiba-tiba merasa diam dan terkejut mendengar berita buruk itu. Setelah menyampaikan berita baik dan buruk kepada murid, ibu guru yang selalu dijuluki killer oleh kelas B keluar dari kelas.
Arwi kemudian berlari mengejar gurunya dan ingin memastikan apa yang terjadi
  
  “bu, bu, bu!!” ucapnya sambil berlari
  “ ada apa kamu Arwi? Kenpa tiba-tiba kamu berlari kesini??
  “ bolehkah saya bertanya kepada ibu ?!”
  “ kamu mau nanya apa?”
  “ ke,kenapa Angel harus pindah sekolah dan..... ke,kenapa dia tiba-tiba ingin pindah ?
   “ entahlah, ibu juga tidak tahu tapi yang ibu dengar Angel akan menetap diluar negeri bersama kedua orang tuanya!”
   “ a,apaa?!! Luar negeri, dimana luar negerinya bu?
    “ Paris, France”
   “ pa,paris?? Begitu jauhkah ??
    “ memangnya kenapa?? Kamu mau kesana ??
    “ ya engga bu.. ya udah terimakasih bu!”

   Arwi berlari pulang sekolah dengan mendadak. Ia pergi menemui Angel. Ia berlari dengan sepenuh tenaga dengan raut muka yang begitu tergesa-gesa.
Kira-kira 30 menit Arwi berlari menuju rumah Angel. Ia tiba didepan pintu rumah Angel, namun suasana rumah Angel terlihat sangat sepi dan sepertinya tidak ada seorang pun dirumah itu. Gerbang rumah Angel terkunci rapat dengan kunci gembok. Melihat hal itu, Arwi kemudian merasa gelisah karena sepertinya Angel telah pergi. Ia berlari lagi dengan cepat dan ia berfikir harus menyusul Angel menuju bandara. Tanpa berpikir panjang Arwi langsung pergi menuju bandara dengan berlari kencang meski jarak bandara yang akan ia tempuh sekitar 1 jam lebih.
Alhasil, ia tiba dibandara penerbangan. Ia masuk kedalam dan mencari kesana kemari sambil berkata dalam hati “ANGEL KAMU DIMANA?”. Arwi tidak menemukan Angel di area bandara. Ia kemudian merasa sedih karena ia harus kehilangan Angel. Saat ia berbalik ke belakang, terlihat Angel bersama kedua orang tuanya. Dan tanpa berfikir panjang Arwi langsung berlari menghampiri Agel sambil berteriak “ Angel tunggu!!”. Karena teriakannya cukup keras, Angel berhenti dan melihat Arwi yang sedang berlari menghampirinya.
  
“ Arwi! Kenapa kamu kesini??” Tanya Angel.
“ Angel kenapa kamu akan pergi keluar negeri??” Tanya Arwi dengan tatapan yang tajam.
“ haha memangnya kenapa wi? Ada yang salah gitu??
“AADDAA!!. Jawab Arwi dengan keras.
“ apa yang salah dan…..”
“ aku mencantaimu Angel !!!”

Mendengar hal itu, Angel terdiam membisu. Ia tidak berkata apa-apa dan hanya diam menatap Arwi.

“ dengarkan aku Angel, aku mencintaimu dan aku tidak mau kehilangan kamu!” ucap Arwi lanjutnya.
“ ke,kenapa kamu mencintai aku ??” jawab Angel dengan raut yang kaget.
“aku tidak memiliki alasan kenapa aku mencintaimu Angel !”

  Arwi mengatakan cintanya kepada Angel dengan begitu serius ditengah keramaian orang-orang yang mengelilinginya. Tiba-tiba pengumuman jam terbang peswat menuju Paris akan segera berangkat.

“maaf wi! Aku engga punya waktu buat lama-lama berbicara disini dan aku harus pegi. Maaf!”. Ucap Angel sambil pergi.

Arwi kemudian terdiam saat Angel mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat langkah demi langkat berjalan Angel pergi. Ia membayangkan masa lalu yang pernah dilewati dengan Angel selama masa SMA. Tiba-tiba ia tanpa berpikir sekalipun hingga ia berkata 

“ANGEL!! AKU AKAN MENGEJARMU HINGGA NEGERI FRANCE SUATU HARI NANTI SAAT AKU AKAN MENEMPUH PENDIDIKANKU DI PARIS NANTI. AKU BERJANJI!!”.  Ucap Arwi sambil berteriak pada Angel yang tanpa henti berjalan meninggalkan Arwi.

Saat itulah Arwi berpisah dengan Angel. Saat itulah mungkin bagi Arwi hanya bisa menatap wajah Angel. Dan saat itu juga air mata Arwi menetes hingga batas tak terbendung.

  3 tahun berlalu tak terasa Arwi kini menginjak kursi Universitas. Ia berada ditingkat 2 dengan mengambil jurusan sastra France. Ia berubah menjadi orang yang rajin belajar dan bahkan dipercaya oleh dosen sehingga ia juga diangkat sebagai asisten dosen. Hari demi hari Arwi melewati dengan kesendirian. Ia selalu focus dengan apa yang ia targetkan selama kuliah. Ia juga tidak pernah memiliki kekasih yang mendampingi hidupnya.
Saat itu Universitas mengadakan test mencari pendamping dosen untuk melakukan menelitian ke Negara France. Mendengar hal itu, Arwi bertekad untuk bisa pergi menemani dosenya untuk pergi ke France. Test tulispun dimulai. Arwi mengikuti test itu dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.
1 bulan berlalu setelah test dilaksanakan. Tibalah hari pengumuman hasil test dimading kampus. Semua orang berlomba-lomba untuk melihat hasil test yang ada dimading. Alhasil Arwi menjadi salah seorang mahasiswa yang lulus untuk menemani penelitian ke France. Ia sangat bahagia sehingga ia melompat-lompat dan bertriak “horee aku berhasil”.

 Akhirnya Arwi pergi dengan penuh semangat menuju negeri France. Ia berangakat bersama dosen sastra France dengan tanpa biaya yang ia tanggung. Saat ia berjalan dibandara, ia teringat masalalu bersama Angel yang pernah terjadi. Namun, ia cepat melupakan masalalu yang menyedihkan itu dan akan digantikan dengan kebahagiaan saat ia bertemu dengan Angel nanti. Kemudian ia masuk kedalam pesawat dan terbang menuju France.
Dengan suasana raut wajah yang gembira, dosen yang meperhatikan Arwi hingga penasaran dan bertanya

“ Arwi? Sepertinya kamu senang sekali karena akan pergi ke France.” Tanya dosen
“ iya prof. saya sangat senang sekali!” jawab arwi dengan gembira.
“ apa yang membuat kamu senang hingga gembira seperti ini?”
“ hehe engga prof!”.
“ gak apa-apa cerita aja, sambil nunggu lamanya perjalanan!”
“emm gimana yah.. hehe..!. gini prof saya sangat senang pergi ke France karena saya ingin bertemu dengan seseorang!”.
“ oh begitu, memangnya siapa yang akan kamu temui? Keluarga? Saudara? Atau siapa?
“ seseorang prof,  dan dia juga bukan keluarga ataupun saudara hehe”.
“lalu siapa?”
“wanita yang saya sukai!”
“ ahahahaa begitu yah! Giamana kamu bisa bertemu dengan dia? Apa kamu pernah ke France sebelumnya?
“belum prof, saya belum pernah ke France sebelumnya dan saya juga bertemu dengan dia 3 tahun yang lalu saat kami berpisah waktu SMA dulu!”
“ SMA? Ternyata sudah lama yah. Tapi gak apa-apa semoga kalian dapat bertemu nanti disana!”
“iya terimakasih prof!”

  Mereka berbincang-bincang asiknya bersama dipeawat. Hingga mereka terlelap dalam mata yang tertutup dan beristirahat dengan tenang.
5 jam perjalanan yang ditempuh Arwi menuju France. Dan kini ia tiba di negeri romantic itu tepatnya di kota Paris. Suasana disana begitu indah dan penuh orang yang sedang berwisata. Kemudian tugas Arwi dimulai untuk membantu dosennya meneliti bahasa yang digunakan di France. Apakah orang-orang France menggunakan bahasa yang baku atau tidak. Arwi memulai penelitiannya dengan berkunjung ke berbagai tempat dan melakukan dialog langsung dengan orang France. Setelah ia melakukan penelitian ke berbagai tempat, ia memutuskan untuk melakukan penelitian terakhirnya di tempat yang sering banyak orang bilang yaitu menara Eiffel. Saat tiba disana ia kemudian bertemu dengan wanita yang memakai jaket warna putih yang sedang memandang menara Eiffel bersama seorang laki-laki yang mungkin adalah kekasihya.

“ excuisme, que (apa)…..” sambil terkejut saat mentap wanita itu.
Hal tak terduga terjadi karena Arwi harus bertemu dengan Angel.
“Angel?” ucap lanjutnya.
“Arwi?”

Kemudian Angel membawa Arwi sedikit menjauh dari seorang laki-laki yang sedang bersama Angel.

“Angel kamu apa ka…..”
“cukup Arwi!” dengan penuh emosi Angel menjawab.
“ke,kenapa??”
“ apa yang kamu lakukan disini?
“a,aku sedang mengadakan penelitian disini bersama dosen. Dan aku juga bertujuan untuk mencari kamu setelah penelitian tapi akhirnya aku bertemu kamu disini!” dengan penuh kegembiraan Arwi menjawab.
“penelitian? Lalu kenapa kamu mencari aku jika kamu kesini hanya untuk penelitian?
“iya kan sambil mencari kamu Angel! Jadi aku akhirnya bisa menepati janji aku saat kita berpisah dibandara dulu!”
“ lalu apa yang akan kamu lakukan setelah berhasil menepati janjimu??
“aku akan mengatakan yang kedua kalinya sekarang bahwa aku sangat mencintaimu Angel?”
 “ kenapa kamu mencintai aku lagi?”
“karena sama seperti dulu, aku tidak memiliki alasan kenapa aku mencintaimu!’
“ maaf wi, maaf!!”
“maaf kenapa?
“ aku tidak bisa menerima cinta kamu!!:
“a,apa?? Kenapa? Apa ada yang salah??
“tidak ada wi! Cintaku telah dimiliki!
Mendengar hal itu, Arwi kembali lagi teridam seperti 3 tahun yang lalu. Ia merasa terkejut dengan apa yang telah dikatakan Angel.
“wi kamu seharusnya tidak mengejarku hingga kesini, dan lihat lah jari tanganku! Sebentar lagi aku akan menikah!” ucap Angel lanjutnya.
“haha kamu pasti bencanda kan? Karena selama SMA kamu suka be….."
“kali ini aku serius !!, maaf wi aku harus pergi lagi dan takan pernah kembali seperti dulu!, ,maaf wi!”. Sambil pergi.


   Angel pergi mengucapkan perpisahan yang kedua kalinya. Arwi kembali terdiam mebisu dan ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali menangis dalam hati. Ia melihat Angel pergi bersama orang lain didepan matanya yang diselimuti suasana romantic menara Eiffel dan hujan air mata yang takan pernah terganti.




amanat
"hal yang dapat dipetik dari cerita diatas adalah jangan pernah menyianyiakan orang yang berani berjuang mempertahankanmu saat ia berusaha mengejarmu sampai ditempat yang romantis!"
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment