“
Senyumanmu adalah cahaya masa depanku “
Suatu hari ada seorang siswa SMA. Dia bernama julian. Julian adalah
seseorang yang mempunyai sifat pendiam. Dia mempunyai hobby melukis dan menulis
cerita. Dia selalu menghabiskan waktunya untuk melukis atau menulis. Tetapi
julian juga adalah sosok orang yang rajin. Dia selalu aktif dan dikagumi oleh
semua gurunya baik itu di kelas atau di luar sekolah. Tak jarang ia di juluki
sebagai orang yang aneh karena ia selalu diam tetapi sedikit ceria. Wanita di
sekelilingnya menilai julian adalah orang yang sangat misterius sehingga
membuat wanita disekelilingnya sangat penasaran akan sifat yang sesungguhnya
julian.
Suatu hari julian pergi untuk mengaji.
Ia bertemu dengan seorang temannya yang bernama shinta. Shinta adalah seorang
teman yang sangat dekat dengan julian. Tak jarang mereka berdua selalu curhat
membuka rahasia di antara mereka.
“Hay
shinta ?? “(tanya julian)
“Hay
jul. “(jawab shinta)
“Kamu
mau kemana ?”
“Mau
ngaji lah, masa mau ke mol.”
“Oh, kalau begitu bareng yah”
“Oh, kalau begitu bareng yah”
“Ok..”
Mereka berdua
pergi bersama mengaji. Dalam perjalanan bersama setelah sampai di masjid,
julian melihat seorang wanita cantik yang tersenyum manis padanya. Mata julian
tidak bisa berhenti melihat wanita tersebut. Karena tempat antara wanita dan
laki-laki terpisah, akhirnya julian tidak bisa melihat sosok wanita tersebut.
Akhirnya julian dan shinta pergi ke tempatnya masing-masing.
Lalu setelah
beres mereka berdua pulangnya bersama lagi. Dalam perjalanan pulang shinta
cerita kepada julian tentang seseorang wanita yang paling rajin dan pintar
dalam ngajinya.
“Ekh
jul, ada seorang wanita yang pintar dan rajin ngajinya.”
“Siapa ?”
“Siapa ?”
“Dia
itu namanya olivia”
“Apa
dia temanmu ?”
“Iya,
bahkan aku dekat dengan dia.”
“Oh,
“
“Kamu
tahu engga ??”
“Engga”
“Engga”
“Dia
baik lo, udah cantik, pintar dan rajin lagi..”
“Wah,
kayanya aku suka dehh”.. “hahaha”
“Emmmmmm”
“Ko
gituhhh ?”
“Kamu
suka dia yah “?? ayo ngaku....”
“Engga
ih, orangnya juga gak tau.. “
“Emm
gitu yah,,”
“Iyah”
Mereka berdua
pun akhirnya pergi ke rumah mereka masing-masing. Setelah sampai di rumah,
julian kepikiran terus wanita yang tersenyum padanya. Julian sangat penasaran
dengan wanita tersebut.
Ke esokan
harinya julian pergi sekolah. Di sekolah julian melamun terus dan masih
terpikir dengan sosok wanita yang tersenyum kepadanya. Hingga ia berkata dalam
hati (“adduuuhhh kenapa aku kepikiran dia yah, apa aku jatuh cinta pada dia
??). disaat julian melamun dan kepikiran, datang shinta megagetkannya.
“Wooyyyyy
!!!!!!!!”
“Aaah,,,
“
“Hahhahaaaa”
“Ihh,
kirain siapa. Kaget tau” !
“Habisnya
aku perhatiin kamu dari tadi melamun terus kaya yang gak ada kerjaan”
“Udah
kamu jangan ganggu aku dehh”
“Ih,
ya udah dadahhhh”
“Ekhh,
tunggu dulu”
“Apa
? kattanya aku ganggu”
“Engga
ko Cuma becanda.”
“Emmm”
“Ekh
shin, aku mau curhat nih”
“Wah
asik, tentang apa ?”
“Tentang
seorang wanita”
“Wah,
siapa ?”
“Aku
gak tau,”
”Idih”
“Jadi
gini, kemarin aku ketemu wanita di tempat pengajian. Aku gak tau wanita itu
siapa.”
“Oh,
jadi kamu jatuh cinta nih ?”
“Emm
bisa jadii hehee”
“Hahaha”
“Ekh
barang kali kamu tahu siapa wanita itu karena dia juga dilingkungan pengajian.”
“Emangnya
kenapa gituh ?”
“Nanti
aku tunjukan deh mana orangnya..”
“Emm
ok deh, nanti kita berangkat ngaji bareng lagi yah”
“Ok
sipp..”
Mereka
pulang sekolah.
Sore harinya
mereka berdua ketemuan di gang jalan yang mau menuju ke tempat pengajian. Mereka
berdua berjalan meunuju masjid. Di tengah perjalanan olivia datang kepada
mereka dan menyapanya.
“Aslamualaikum”
(ucapan salam olivia)”
“Walaikumsalam”
(jawab julian/shinta)”
Melihat hal tersebut julian kaget dan
terdiam melihat olivia, karena olivialah yang dimaksud wanita yang diceritakan
pada shinta.
“Mari
saya duluan” (kata olivia sambil melewat dan pergi)”
“Oh
iya silahkan “(jawab shinta)”
Julian masih kaget dan melihat olivia
tanpa henti. Shinta merasa heran dan aneh ketika melihat julian menatap terus
olivia.
“Woyyyy
!!!” (teriak shinta sambil memukuli julian)”
“Eh,
apa sih kamu? Teriak aja kaya dihutan”
“Habis
kamu liat olivia terus sih, emang ada apa??”
“Ddiiiaaa”
“Apa?”
“Iya
dia’
“Iya
apa ?’
“Dia,
wanita yang aku maksud !!’
“Aaaapppaahh”
???? (sambil kaget dan teriak)
“Iyah,
ekh kamu biasa aja kali gak usah kaget sambil teriak gituh”
“Hahahahaaaaa.....
!!!!”
“Idih,
ngapain kamu ketawa ?? aneh.”
“Dia”
“Apa
?? dia cantikkan”... hehe”
“Hahaaa”
“Idih
malah ketawa”
“Dia
itu wanita yang aku ceritakan sama kamu. Dia wanita yang rajin itu namanya
olivia”
“Hhaaahh,
apa ??”
“Iyah,
dia itu olivia”
“Emm..
gituh yah”
“Haha
kamu suka yah sama dia ??”
“Emm
iya shin..”
“Kalau
gituh deketin aja”
“Emm
gimana aku mau deketin orangnya juga gak tahu rumahnya”
“Ih,
cari dong.. “
“Yaya
yaya ya”
“Ih,,
tpi lebih baik ayo kita pergi ngaji entar telat dimarahin lagi sama pak ustad”
“Ok,,
ayo.”
Lalu mereka berduapun pergi mengaji.
Adzan magrib pun berkumandang, dan
julian selesai ngaji lalu bergegas pulang. Ia menunggu shinta didepan masjid.
Ketika itu shinta cukup lama dan julian kesal menunggunya. Malah julian bertemu
dengan olivia. Mereka berdua saling menatap satu sama lain tanpa henti. Olivia
lalu tersenyum sambil pergi, julian pun terdiam akan senyuman manisnya olivia.
Dan melihat olivia pergi, julian langsung menyusulnya sambil diam-diam
mengikuti olivia dari belakang. Menuju perjalanan pulang, olivia merasa dirinya
ada yang mengikuti dari belakang tetapi ketika ia melihat ke belakang selalu
tidak ada sipa-siapa. Padahal julian mengikutinya sambil sembunyi-sembunyi.
Setelah sampai dirumah, olivia langsung menghilang dan julian menghampiri
olivia tetapi tidak ada. Lalu tiba-tiba olivia muncul dari belakang julian dan
berkata :
“Julian”
??(tanya olivia)”
“Ups,,
ekh o,olivia.. hehe (sambil mukanya merah karena menahan malu)
“Kamu
kenapa ada disnih ? dan kenapa kamu bisa datang menuju kesih ?
“Oh
ii,itu, aku mau pulang..” heehee
“Kan
rumah kamu kelewat,”
“Oh,,
i,iya”
“Emm
ya udah masuk yu ke rumah”
“A,
apa ? masuk ke rumahmu??”
“Iya,
ayo..”
“Oh,
i,iya “
julian ketahuan olivia. Julian merasa gugup dan juga menahan
rasa malu. Ditambah olivia mengajak dia masuk kerumahnya.
Julian pun masuk ke rumah olivia sambil
ia merasa deg-degan. Lalu julian pun duduk dan olivia mengambil air minum ke
dapur. Setelah itu olivia pun langsung duduk dan mengajak julian bicara.
“Ekh,
silahkan diminum dulu.”
“I,iya”
“Kenapa
kamu gugup gituh ?”
“Engga
ko, siapa yang gugup.”
“Emm..
ekh kenapa kamu berada disekitar rumah aku ?”
“Engga
ko, Cuma main aja”
“Oh,
kirain ngikutin aku”
“Oh,
maaf jika kamu terganggu”
“Engga
ko, malah aku senang”
“Kenapa
kamu senang ?”
“Ya
habisnya jarang orang yang datang kemari termasuk teman aku,”
“Ekh
kenapa bisa gituh ?”
“Kan
kamu juga tau, rumah aku jauh.”
“Oh
i,iya yah.. “
Lalu ditengah pembicaraan mereka berdua, datanglah ibu olivia dan
menyapa julian.
“Asalamualaikum”
(sapa ibu olivia)
“Walaikumsalam”
(jawab olivia/julian)
“Ekh
olivia, ini siapa ?”
“Oh
ini julian bu, temen olivia”
“Oh,”
Lalu julian pun bersalaman dan
mengenalkan dirinya pada ibu olivia
“Ekh
liv, apa benar julian ini teman kamu ?” (tanya ibu olivia)
“Iya
bu, emang kenapa ?”
“Dia
tampan lho, kirain pacar kamu..”
“Ekh
ibu ini bicara apa.”
“Ya
gak apa-apa biar kamu gak sendiri terus”
“Ekh
iibbuu...”
“Maaf
ibu Cuma becanda ko, maaf yah julian. Nah, kalau begitu ibu kebelakang dulu
yah, silahkan kalian teruskan pembicaraannya.”
“Iya
bu.”
Setelah itu ibu olivia pergi ke
belakang, lalu mereka berdua pun melanjutkan pembicaraannya.
“ekh
ngomong-ngomong kamu sekolah dimana jul ?
“aku
di SMA merdeka,
‘oh
disanah,
“iya,
kalau kamu dimana liv ?
“aku
di SMA 11 Garut
“oh,
gituh.
“Iya.
“Emm
ok.. ekh liv kamu mau gak jadi teman aku ?
“Boleh
“Yang
benar nih ?
“Iya,
“Emm
ok, salam kenal yah liv
“Iya
salam kenal juga ..
Mereka berdua menjadi saling
kenal satu sama lain sehinga mereka berdua menjadi dekat.
Dan esok harinya julian selalu terseyum
sendirian disekolahnya. Raut wajah julian penuh senyuman, ia tidak bisa
berhenti memikirka olivia. Bahkan ia selalu memandang foto olivia. Lalu melihat
hal itu, shinta datang menghampiri julian.
“Ekh
jul, kamu lagi apa ?
“Ekh
shin, aku lagi diam aja
“Masa
? kaya yang lagi bahagia nih
“Haha
ko tahu ?
“Itu
wajah kamu senyum terus, emang ada apa ?
“Kamu
mau tahu ?
“Iya
“Gini,
aku sudah jadi teman sama olivia
“Wah
? ko bisa ?
“Iya
dong, bahkan kemarin aku ke rumahnya
“Ah
kamu jangan bohong deh
“Ih
serius, dia manis lo ....
“Emmmmmm..
“Hahahaaa
“Ok,
selamat deh buat kamu
“Terimaksih
shinta ...
“Iya,
iya.. ekh pantesan kemarin hilang ternyata kamu ke rumah olivia
“Ekh
habis kamunya juga lama, dari pada aku bosan nunggu kamu lama ya sudah aku
ikuti olivia
“Iihhh
pantesan
Lalu hanphone
julian berbunyi “kriing”, pas julian menjawab handphone nya ternyata yang
menelepon adalah olivia.
Ø “Julian
: hallo ?
Ø “Olivia
: iya hallo
Ø “Julian
: iya ada apa liv ?
Ø “Olivia
: nanti pulang sekolah kamu mau kemana ?
Ø “Julian
: gak akan kemana-mana, emang kenapa ?
Ø “Olivia
: aku mau ngajak kamu main, mau gak ?
Ø “Julian
: oh ayo, kemana ?
Ø “Olivia
: ada deh, nanti aku kasih tahu
Ø “Julian
: emm, ok
Ø “Olivia
: kamu ke rumah aku yah
Ø “Julian
: ok liv
Ø “Olivia
: ok. Aku tunggu kedatanganmu
Ø “Julian
: ok.
Setelah pembicaraan tersebut julian
langsung berteriak keras “ yyeeeeeesssss”,
“Ekh
kamu kenapa ?? (tanya shinta)
“Hahaaa..
shin, nanti aku mau main sama olivia ?
“Wah,
kalau begitu selamat deh
“Haha
ok....
Lalu bel sekolah pun berbunyi menandakan
berakhirnya jam pelajaran. Julian pun tak sabar ingin pulang, sampai ia
lari-lari sampai ke rumah.
Setelah di rumah, julian memakai pakaian
yang keren dan rapih. Setelah itu ia pergi langsung ke rumah olivia. Dalam
perjalanan ke rumah olivia, julian sangat tidak sabar ingin segera sampai ke
rumah olivia,
Julian pun tiba di rumah olivia. Ia
langsung ke depan rumah olivia dan mengetuknya pintunya sambil mengucapkan
“asalamualaikum”. Tak lama kemudian olivia membuka pintuya. Lalu julian merasa
kaget karena melihat olivia yang sangat cantik sambil tersenyum kepadanya.
Julian pun terdiam dan terus memandang wajah olivia yang cantik dan ia berkata
“liv, kamu cantik banget sih”, lalu olivia menjawab “ terimakasih”. Dari
pertemuan tersebut, diantara mereka salaing menyukai satu sama lain.
“Ayo
kita berangkat ?? (tanya olivia)
“Ayo.
Mereka berdua pun pergi, sambil jalan
kaki bareng menuju tempat yang dituju.
Sambil berjalan bersama, mereka
dipandang oleh orang-orang karena orang-orang yang melihat mereka berdua
menilai bahwa mereka berdua terlihat sangat cocok.
“ekh
liv kenapa orang-orang memandang kita yah ??
“gak
tahu, mungkin ada yang aneh kali dari penampilanku
“emm
engga ah, malah kamu terlihat cantik..
“emm
masa ??
“Iya,
mungkin penampilanku yah yang salah ??
“engga
ko, malah kamu keren deh
“ah
masa ??
“iya..
“emmm..
hehe
“haha
‘hehe
“Ekh
liv tapi ngomong-ngomong kita mau kemana nih ?
“ke
taman mawar
“wah
? dimana ?
“bentar
lagi nyampe ko
“emang
ada taman mawar ?
“ada,
emang kamu gak tahu ?
“engga
“kalau
begitu sekarang kamu akan tahu
Tak lama kemudian mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Dan mereka
pun masuk ke taman mawar tersebut. Setelah masuk ke dalam taman, julian
terkejut karena suasananya sangat indah dipenuhi bunga mawar.
“Liv
ini indah sekali
“Iya,
aku suka kesinih setiap hari
“Wah,
kapan-kapan ajak lagi aku yah
“Iya
iya.
“Ekh
liv coba kamu berdiri didepan bunga mawar yang warna biru itu
“Emang
kenapa ?
“Coba
aja cepat
“Ok
“Wah,
kamu cocok banget dengan mawar biru itu
“Masa
? cocok apanya ?
“Iya
cocok sama-sama manis.. hehehe
“Ih
kamu bisa aja
“Ekh
liv jalan-jalan yu keliling taman ini
“Ayo
“Ayo
Mereka
berdua berjalan-jalan mengelilingi taman mawar tersebut. Mereka terlihat sangat
bahagia dan sangat penuh dengan canda tawa. Mereka juga terlihat sangat mesra.
Tak henti-hentinya mereka berdua tertawa. Hingga julian menyadari satu hal
yaitu ia sangat menyukai olivia. Dan olivia juga mulai menyukai julian.
Dalam suasana
yang indah dan penuh bahagia itu, tiba-tiba ibu julian menelepon julian.
“kriiiinnggg”
“Julian
: iya mah ada apa ?
“Ibu
julian : kamu lagi dimana ?
“Julian
: aku lagi main di kebun mawar sama teman
“Ibu
julian : oh gitu, kamu cepat pulang yah
“Julian
: emang ada apa ??
“Ibu
julian : oh, kalau begitu kamu cepat pulang yah
“Julian
: iyah mah.
Setelah ibunya selesai menelepon julian,
olivia pun bertanya “ ekh ada apa jul ??” engga ada apa-apa ko liv, itu ibuku
nyuruh aku pulang “(jawab julian). “ oh ya udah kita pulang yu ?? (ajak
olivia), “ emm ayo”.
Lalu mereka berdua pun pulang. Sebelum
pergi pulang ke rumah, julian terlebih dahulu mengantarkan olivia ke rumahnya.
Setelah sampai di rumah olivia, julian pun berpamitan untuk pergi.
“Liv
??
“Apa
?
“Kapan-kapan
kita main lagi yah ??
“Iya
sip
“Ok, senyum dulu dong ?
“Ok, senyum dulu dong ?
“Hehehe
“Senyumanmu
manis, seperti cahaya dalam hidupku
“Emm,,,
masa ?
“Iya,
hheeehhe
“Emm’
“Kalau
begitu aku pulang dulu yah ?
“Iya,
hati-hati
“Ok
sipp
Setelah berpamitan, julian pun pulang ke
rumahnya.
Julian pun tiba di rumahnya. Lalu julian
masuk ke dalam rumah. setelah ia masuk ke dalam rumah tiba-tiba ibu julian
menyuruh julian untuk segera menyiapkan barang-barangnya. Julian pun kaget dan
bertanya :
“Mah ada apa ?
“Kamu
harus siap-siap
“Siap-siap
apa ? emang kita mau kemana ?
“Kita
akan pindah rumah
“A,
apa ????? mah jangan becanda deh
“Mamah
serius.
“Ta,tapi
kenapa kita harus pindah ?
“Karena
kita harus pergi ke luar negeri untuk meneruskan bisnis perusahaan papahmu
“A,apa
? julian gak mau mah
“Kenapa
? pokonya kamu ikut mamah disinih kamu tidak ada siapa-siapa
“Julian
bisa sendiri ko
“Tidak
bisa, kamu harus ikut mamah. Sekalian kamu akan sekolah disanah
“Ta,tapi
mah...
“Pokonya
kamu ikut kalau kamu sayang sama mamah.
“I,iya.
“Kamu
siap-siap kita akan berangkat malam ini
“A,apa
????? jangan malam ini dong mah, besok aja
“Tidak
bisa, mamah udah pesan tiketnya
“Aaahhhhh
mamah.
“Ayo
siapkan barang-barangnya.
“Iya
mah
julian pun merasa sedih karena
ia harus pergi mendadak ke luar negeri ikut ibunya. Ia tidak punya pilihan lain
lagi. Ia pun langsung bergegas dan menyiapkan barang-barangnya sebelum ia
pergi.
Malam hari pun tiba. Julian terlebih
dahulu pergi ke rumah olivia untuk mengucapkan salam perpisahan.
“Asalamualaikum
“Walaikumsalam
“Hay
liv
“Ekh
julian, kenapa disinih ? ayo masuk
“Oh
gak usah liv, aku Cuma ingin bicara diluar aja. Bisa gak ?
“Emm
ok, ayo ikut aku ke belakang rumah
“Iya.
Mereka berdua pun pergi ke belakang rumah lalu duduk di kursi. Ditemani dengan bulan yang terang dan bintang-bintang penuh warna serta suasana yang sejuk.
“Ekh jul ada apa ? kenapa malam ini kamu datang kesinih ??
“A,aku
Cuma...
“Apa
??
“Engga
ko
“Ih,
“Hehehe
“Emm
“Ekh
liv, malam ini indah yah ?
“Iyah,
penuh bintang lagi
“I,iya.
Apa harapanmu untuk bintang malam ini ?
“Emm..
aku berharap kita bisa bersama walau kita berteman, kalau kamu apa harapannya ?
“A,aku...
juga sama sepertimu
“Hehe,,
jujur aku kangen sama kamu jul... walau kita tadi sudah main di taman mawar
“Aku
juga liv,
“Hehe
(sambil tersenyum manis)
“Liv
??
“Hemm
??
“Aku
minta maaf ??
“Hahaa
minta maaf untuk apa ?? emang kamu punya salah apa ?? prasaan engga
“Aku
.... menyukaimu !!
“A,
apa ?
“Iya,
aku menyukaimu,
“Kamu
becandakan ?
“Aku
serius
“Jujur
aku menyukaimu.... sejak pertama aku dekat denganmu, aku merasa nyaman dan
bahagia. Aku ingin mengungkapkan prasaaan ini sebelum aku pergi dari sinih
“Pergi
??? emang kamu mau kemana ??
“Aku
akan pindah rumah.
“A,apa
?? kenapa ngedadak gituh ??
“Aku
juga gak ngerti sama mamah aku. Mamah aku menyuruhku ikut dengannya.
“Emang
kamu mau pindah kemana ??
“Aku
akan pindah ke luar negeri.. mungkin aku akan tinggal cukup lama disanah.
“Emm
gitu yah..
“Iyah.
Liv sebelum aku pergi, aku ingin kamu jawab pertanyaanku yang jujur, aku sangat
menyukaimu. Apa kamu mau menjadi pacarku???
“Emmm...
jujur aku juga sangat menyukaimu, tetapi aku gak mau jika aku nerima kamu, aku
harus sendirian disinih tanpamu
“Liv,
jika aku menjadi pacarmu aku akan setia. Walau aku jauh darimu, aku akan tetap
setia sampai aku kembali nanti.
“Apa
kamu yakin ??
“Yakin,
aku serius sama kamu. Akau gak main-main..
“Emm..
iya, aku mau jadi pacar kamu...
“Seriiuuss
liv ???
“Iya..
“Hahahaaaa
yyeesss
Julian pun langsung memeluk olivia
dengan sangat bahagia. Ia sangat senang karena olivia telah menerimanya..
“liv, aku aku janji padamu, suatu saat
nanti aku akan kembali untukmu. Dan ini bukan pelukkan dan pertemuan yang
terakhir. Tapi ini adalah cobaan cinta diantara kita.” (kata julian sambil
memeluk olivia.
“julian, kamu juga harus cepat kembali,
karena aku akan sangat merindukanmu. Aku ingin kamu tetap setia meski kamu jauh
dariku. Aku disinih tetap menantimu”. (jawab olivia sambil menangis)
“ iya liv, aku janji. Aku akan setia dan
akan cepat kembali untukmu” (jawab julian sambil menangis)
Setelah itu, perpisahan pun terjadi
diantara mereka berdua. Julian pun pergi dan berpamitan kepada olivia. Melihat julian pergi, olivia mengeluarkan air
mata kesedihan. Begitu juga julian, ia pergi sambil menundukan kepala dan
tangisan air mata yang begitu dalam. Sangat berat untuk julian pergi meninggalkan
olivia, tetapi julian tidak mempunyai pilihan lain lagi.
Julian pun pergi ke luar negeri bersama
ibunya. Disanah julian sekolah dan mengalami perjalanan hidup yang berbeda dari
sebelumnya. Disanah juga julian tumbuh besar hingga usia 24 tahun. Julian awalnya
menjalani hari-hari nya dengan sepi tetapi ketika ia membanyangkan senyuman
olivia, ia langsung menjadi semangat dan bergairah tanpa merasa kesepian.
Begitu juga dengan olivia. Ia selalu
menanti julian hingga datang. Ia terus menghitunng hari demi hari tanpa merasa
bosan.
Setiap hari olivia selalu pergi ke taman
mawar. Tempat yang indah dan menjadi kenangan terindah dan terakhir dengan
julian. Terkadang olivia selalu meneteskan air mata ketika ia mengingat julian.
Betapa beratnya ia merindukan julian. Hingga ia tidak bisa tertidur karena
selalu teringat kepada julian. Olivia juga menghabiskan hari-harinya dengan
penantian yang cukup lama.
9 tahun kemudian. Julian menjadi seorang
pemimpin perushaan terkenal di luar negeri terutama di Australia. Dan olivia
menjadi seorang guru sekaligus dosen di universitas tertinggi.
Julian sekarang menjadi seseorang yang
sukses. Ia berencana untuk kembali pulang ke indonesia. Ia juga sangat
merindukan olivia. Lalu ia memutuskan untuk berangkat besok hari.
Dan olivia sekarang menjadi seorang
dosen. Ia sangat disenangi oleh mahasiswa di kampusnya, bahkan tak jarang
banyak maha siswa yang bertanya kepadanya : “bu kenapa belum nikah ?? masa ibu
cantik-cantik belum punya suami”.. tetapi olivia tidak menjawab pertanyaan itu.
Ia hanya tersenyum manis sambil membayangkan wajah julian.
Suatu hari olivia pergi ke taman mawar
sendirian. Ia duduk disamping mawar biru. Ia selalu tersenyum ketika melihat
mawar warna biru karena mawar biru tersebut selalu mengingatkan dirinya pada
julian yang pernah berkata “ ekh liv kamu cocok banget dengan mawar biru itu
sama-sama manis”.. hehee”. Olivia pun terus membayangi dan menatap bunga mawar
tersebut.
Lalu tidak lama kemudian, datang seorang
laki-laki yang tinggi, putih dan juga tampan. Laki-laki tersebut menghampiri
olivia dan ia berkata :
“Hay
pelangi manis.. (sambil tersenyum)
“Ekh,
maaf dengan siapa yah ?? (tanya olivia sambil terkejut)
“Kamu
olivia kan ?? (sambil menatapnya dengan tajam)
“I,iya.
Maaf kamu siapa ??
“Aku
julian
“A,apa
???
“Iya
liv, ini aku julian teman ketika kita remaja dulu..
“A,
apa?? Maaf apa benar kamu julian ???
“Iya
liv ini aku ......
Lalu olivia pun langsung memeluk julian
dengan penuh rasa rindu. Ia memeluk julian hingga menangis bahagia.
“Julll..
kamu kemana aja ???? aku kangen sama kamu.. (kata olivia sambil mengeluarkan
air mata)
“Livv,
aku minta maaf karena aku pergi lama dari kamu... aku sungguh sangat
merindukanmu liv... aku gak bisa melupakanmu walau kamu jauh dari aku..
“Aku
juga sama jul, aku sangat merindukanmu juga..
“Iya
liv, aku janji gak akan pernah lagi ninggalin kamu...
Dalam suasana rindu yang menyelimuti
hati mereka, akhirnya kerinduaan mereka berdua dapat terobati setelah mereka
berdua bertemu kembali.
“Wah,
jul kamu sekarang sudah berubah yah, berbeda dengan 9 tahun yang lalu..
“Wah
masa ?? kamu juga terlihat beda liv. Kamu makin cantik aja
“Hahaa
kamu bisa aja, masih bisa ngerayu seperti dulu
“Haha,,
jadi teringat masa lalu
“Haha
iya ..
“Ekh
liv .. terimakasih yah
“Terimakasih untuk apa ??
“Terimakasih
karena kamu sudah tersenyum kepadaku
“Haha..
emang kenapa ??
“Jujur,
jika tidak ada senyumanmu mungkin aku akn putus asa menjalani hidupku disanah
“Maksudnya
??
“Liv,
aku selalu merasa sepi disanah tetapi ketika aku membayangkan wajah senyumanmu,
aku selalu merasa tenang dan damai. Senyumanmu yang membuatku bertahan hingga
saat ini. Dan senyumanmu juga adalah sebuah cahaya yang selalu menghiasi
hariku, menghapus lukaku, mengiringi langkahku dan juga pelangi dalam hatiku..
setiap kali aku rindu, senyumanmu yang mengobati rinduku padamu. Setiap kali
aku melukis, yang aku lukis kan hanya wajahmu yang manis penuh senyuman itu
yang selalu aku lukis. Aku sempurna bila denganmu liv.
“Benarkah
??
“Iya
liv, aku gak mau lagi pergi jauh dari hidupmu.
“Aku
juga jul...
“Liv,
mau kah kamu menjadi yang terakhir dalam hidupku ??
“Kamu
serius jul ??
“Iya
aku serius
“Maaf julll
“Maaf julll
“Kenapa
????
“Aku
gak bisa ..
“Kenapa
liv ??
“Aku
gak bisa nolak kamu.... hehehee
“Ihhh
kamu ,,,, tapi terimaksih hehe
“Iya...
Akhirnya mereka berdua
bersama kembali. Mereka berdua pun menikah dan berencana untuk tinggal di
Australia. Mereka berjanji bersama dengan berkata “ apapun masalahnya, apapun
rintangannya, kita tidak akan terpisah sampai kapan pun.. karena kita adalah
pasangan yang tidak akan terpisahkan oleh apapun”
Amanat yang dapat dipetik.
"bahwa bagaimanapun jarak menghalangi, jika cinta sejati masih dijalan yang bersatu maka ia akan bertemu lagi suatu hari nanti"
