Wednesday, April 15, 2015

CERPEN: SENYUMANMU ADALAH CAHAYA MASA DEPANKU

“ Senyumanmu adalah cahaya masa depanku “


SENYUMANMU ADALAH CAHAYA MASA DEPANKU
Add caption


       Suatu hari ada seorang siswa SMA. Dia bernama julian. Julian adalah seseorang yang mempunyai sifat pendiam. Dia mempunyai hobby melukis dan menulis cerita. Dia selalu menghabiskan waktunya untuk melukis atau menulis. Tetapi julian juga adalah sosok orang yang rajin. Dia selalu aktif dan dikagumi oleh semua gurunya baik itu di kelas atau di luar sekolah. Tak jarang ia di juluki sebagai orang yang aneh karena ia selalu diam tetapi sedikit ceria. Wanita di sekelilingnya menilai julian adalah orang yang sangat misterius sehingga membuat wanita disekelilingnya sangat penasaran akan sifat yang sesungguhnya julian.
Suatu hari julian pergi untuk mengaji. Ia bertemu dengan seorang temannya yang bernama shinta. Shinta adalah seorang teman yang sangat dekat dengan julian. Tak jarang mereka berdua selalu curhat membuka rahasia di antara mereka.

“Hay shinta ?? “(tanya julian)
 “Hay jul. “(jawab shinta)
“Kamu mau kemana ?”
“Mau ngaji lah, masa mau ke mol.”
“Oh, kalau begitu bareng yah”
 “Ok..”

  Mereka berdua pergi bersama mengaji. Dalam perjalanan bersama setelah sampai di masjid, julian melihat seorang wanita cantik yang tersenyum manis padanya. Mata julian tidak bisa berhenti melihat wanita tersebut. Karena tempat antara wanita dan laki-laki terpisah, akhirnya julian tidak bisa melihat sosok wanita tersebut. Akhirnya julian dan shinta pergi ke tempatnya masing-masing.
Lalu setelah beres mereka berdua pulangnya bersama lagi. Dalam perjalanan pulang shinta cerita kepada julian tentang seseorang wanita yang paling rajin dan pintar dalam ngajinya.

“Ekh jul, ada seorang wanita yang pintar dan rajin ngajinya.”
“Siapa ?”
 “Dia itu namanya olivia”
 “Apa dia temanmu ?”
 “Iya, bahkan aku dekat dengan dia.”
 “Oh, “
 “Kamu tahu engga ??”
“Engga”
“Dia baik lo, udah cantik, pintar dan rajin lagi..”
“Wah, kayanya aku suka dehh”.. “hahaha”
 “Emmmmmm”
 “Ko gituhhh ?”
 “Kamu suka dia yah “?? ayo ngaku....”
 “Engga ih, orangnya juga gak tau.. “
 “Emm gitu yah,,”
 “Iyah”

 Mereka berdua pun akhirnya pergi ke rumah mereka masing-masing. Setelah sampai di rumah, julian kepikiran terus wanita yang tersenyum padanya. Julian sangat penasaran dengan wanita tersebut.
Ke esokan harinya julian pergi sekolah. Di sekolah julian melamun terus dan masih terpikir dengan sosok wanita yang tersenyum kepadanya. Hingga ia berkata dalam hati (“adduuuhhh kenapa aku kepikiran dia yah, apa aku jatuh cinta pada dia ??). disaat julian melamun dan kepikiran, datang shinta megagetkannya.

“Wooyyyyy !!!!!!!!”
 “Aaah,,, “
 “Hahhahaaaa”
 “Ihh, kirain siapa. Kaget tau” !
 “Habisnya aku perhatiin kamu dari tadi melamun terus kaya yang gak ada kerjaan”
 “Udah kamu jangan ganggu aku dehh”
 “Ih, ya udah dadahhhh”
 “Ekhh, tunggu dulu”
 “Apa ? kattanya aku ganggu”
 “Engga ko Cuma becanda.”
 “Emmm”
“Ekh shin, aku mau curhat nih”
 “Wah asik, tentang apa ?”
 “Tentang seorang wanita”
 “Wah, siapa ?”
 “Aku gak tau,”
 ”Idih”
 “Jadi gini, kemarin aku ketemu wanita di tempat pengajian. Aku gak tau wanita itu siapa.”
 “Oh, jadi kamu jatuh cinta nih ?”
 “Emm bisa jadii hehee”
 “Hahaha”
 “Ekh barang kali kamu tahu siapa wanita itu karena dia juga dilingkungan pengajian.”
 “Emangnya kenapa gituh ?”
 “Nanti aku tunjukan deh mana orangnya..”
 “Emm ok deh, nanti kita berangkat ngaji bareng lagi yah”
 “Ok sipp..”

Mereka pulang sekolah.
Sore harinya mereka berdua ketemuan di gang jalan yang mau menuju ke tempat pengajian. Mereka berdua berjalan meunuju masjid. Di tengah perjalanan olivia datang kepada mereka dan menyapanya.


 “Aslamualaikum” (ucapan salam olivia)”
 “Walaikumsalam” (jawab julian/shinta)”

   Melihat hal tersebut julian kaget dan terdiam melihat olivia, karena olivialah yang dimaksud wanita yang diceritakan pada shinta.

 “Mari saya duluan” (kata olivia sambil melewat dan pergi)”
 “Oh iya silahkan “(jawab shinta)”

   Julian masih kaget dan melihat olivia tanpa henti. Shinta merasa heran dan aneh ketika melihat julian menatap terus olivia.

 “Woyyyy !!!” (teriak shinta sambil memukuli julian)”
 “Eh, apa sih kamu? Teriak aja kaya dihutan”
 “Habis kamu liat olivia terus sih, emang ada apa??”
 “Ddiiiaaa”
 “Apa?”
 “Iya dia’
“Iya apa ?’
“Dia, wanita yang aku maksud !!’
“Aaaapppaahh” ???? (sambil kaget dan teriak)
“Iyah, ekh kamu biasa aja kali gak usah kaget sambil teriak gituh”
 “Hahahahaaaaa..... !!!!”
 “Idih, ngapain kamu ketawa ?? aneh.”
 “Dia”
 “Apa ?? dia cantikkan”... hehe”
 “Hahaaa”
 “Idih malah ketawa”
 “Dia itu wanita yang aku ceritakan sama kamu. Dia wanita yang rajin itu namanya olivia”
 “Hhaaahh, apa ??”
 “Iyah, dia itu olivia”
 “Emm.. gituh yah”
 “Haha kamu suka yah sama dia ??”
 “Emm iya shin..”
 “Kalau gituh deketin aja”
 “Emm gimana aku mau deketin orangnya juga gak tahu rumahnya”
 “Ih, cari dong.. “
 “Yaya yaya ya”
 “Ih,, tpi lebih baik ayo kita pergi ngaji entar telat dimarahin lagi sama pak ustad”
 “Ok,, ayo.”

Lalu mereka berduapun pergi mengaji.

    Adzan magrib pun berkumandang, dan julian selesai ngaji lalu bergegas pulang. Ia menunggu shinta didepan masjid. Ketika itu shinta cukup lama dan julian kesal menunggunya. Malah julian bertemu dengan olivia. Mereka berdua saling menatap satu sama lain tanpa henti. Olivia lalu tersenyum sambil pergi, julian pun terdiam akan senyuman manisnya olivia. Dan melihat olivia pergi, julian langsung menyusulnya sambil diam-diam mengikuti olivia dari belakang. Menuju perjalanan pulang, olivia merasa dirinya ada yang mengikuti dari belakang tetapi ketika ia melihat ke belakang selalu tidak ada sipa-siapa. Padahal julian mengikutinya sambil sembunyi-sembunyi. Setelah sampai dirumah, olivia langsung menghilang dan julian menghampiri olivia tetapi tidak ada. Lalu tiba-tiba olivia muncul dari belakang julian dan berkata :

 “Julian” ??(tanya olivia)”
 “Ups,, ekh o,olivia.. hehe (sambil mukanya merah karena menahan malu)
 “Kamu kenapa ada disnih ? dan kenapa kamu bisa datang menuju kesih ?
 “Oh ii,itu, aku mau pulang..” heehee
 “Kan rumah kamu kelewat,”
 “Oh,, i,iya”
 “Emm ya udah masuk yu ke rumah”
 “A, apa ? masuk ke rumahmu??”
 “Iya, ayo..”
 “Oh, i,iya “
     
    julian ketahuan olivia. Julian merasa gugup dan juga menahan rasa malu. Ditambah olivia mengajak dia masuk kerumahnya.
Julian pun masuk ke rumah olivia sambil ia merasa deg-degan. Lalu julian pun duduk dan olivia mengambil air minum ke dapur. Setelah itu olivia pun langsung duduk dan mengajak julian bicara.

 “Ekh, silahkan diminum dulu.”
 “I,iya”
 “Kenapa kamu gugup gituh ?”
 “Engga ko, siapa yang gugup.”
 “Emm.. ekh kenapa kamu berada disekitar rumah aku ?”
 “Engga ko, Cuma main aja”
 “Oh, kirain ngikutin aku”
 “Oh, maaf jika kamu terganggu”
 “Engga ko, malah aku senang”
 “Kenapa kamu senang ?”
 “Ya habisnya jarang orang yang datang kemari termasuk teman aku,”
 “Ekh kenapa bisa gituh ?”
 “Kan kamu juga tau, rumah aku jauh.”
 “Oh i,iya yah.. “
    
     Lalu ditengah pembicaraan mereka berdua, datanglah ibu olivia dan menyapa julian.

 “Asalamualaikum” (sapa ibu olivia)
 “Walaikumsalam” (jawab olivia/julian)
 “Ekh olivia, ini siapa ?”
 “Oh ini julian bu, temen olivia”
 “Oh,”

   Lalu julian pun bersalaman dan mengenalkan dirinya pada ibu olivia

 “Ekh liv, apa benar julian ini teman kamu ?” (tanya ibu olivia)
 “Iya bu, emang kenapa ?”
 “Dia tampan lho, kirain pacar kamu..”
 “Ekh ibu ini bicara apa.”
 “Ya gak apa-apa biar kamu gak sendiri terus”
 “Ekh iibbuu...”
 “Maaf ibu Cuma becanda ko, maaf yah julian. Nah, kalau begitu ibu kebelakang dulu yah, silahkan kalian teruskan pembicaraannya.”
 “Iya bu.”
   
    Setelah itu ibu olivia pergi ke belakang, lalu mereka berdua pun melanjutkan pembicaraannya.

 “ekh ngomong-ngomong kamu sekolah dimana jul ?
 “aku di SMA merdeka,
 ‘oh disanah,
 “iya, kalau kamu dimana liv ?
 “aku di SMA 11 Garut
 “oh, gituh.
 “Iya.
 “Emm ok.. ekh liv kamu mau gak jadi teman aku ?
 “Boleh
 “Yang benar nih ?
 “Iya,
 “Emm ok, salam kenal yah liv
 “Iya salam kenal juga ..


   Mereka berdua menjadi saling kenal satu sama lain sehinga mereka berdua menjadi dekat.
   Dan esok harinya julian selalu terseyum sendirian disekolahnya. Raut wajah julian penuh senyuman, ia tidak bisa berhenti memikirka olivia. Bahkan ia selalu memandang foto olivia. Lalu melihat hal itu, shinta datang menghampiri julian.

 “Ekh jul, kamu lagi apa ?
 “Ekh shin, aku lagi diam aja
 “Masa ? kaya yang lagi bahagia nih
 “Haha ko tahu ?
 “Itu wajah kamu senyum terus, emang ada apa ?
 “Kamu mau tahu ?
 “Iya
 “Gini, aku sudah jadi teman sama olivia
 “Wah ? ko bisa ?
 “Iya dong, bahkan kemarin aku ke rumahnya
 “Ah kamu jangan bohong deh
 “Ih serius, dia manis lo ....
 “Emmmmmm..
 “Hahahaaa
 “Ok, selamat deh buat kamu
 “Terimaksih shinta ...
 “Iya, iya.. ekh pantesan kemarin hilang ternyata kamu ke rumah olivia
 “Ekh habis kamunya juga lama, dari pada aku bosan nunggu kamu lama ya sudah aku ikuti olivia
 “Iihhh pantesan

Lalu hanphone julian berbunyi “kriing”, pas julian menjawab handphone nya ternyata yang menelepon adalah olivia.

Ø “Julian : hallo ?
Ø “Olivia : iya hallo
Ø “Julian : iya ada apa liv ?
Ø “Olivia : nanti pulang sekolah kamu mau kemana ?
Ø “Julian : gak akan kemana-mana, emang kenapa ?
Ø “Olivia : aku mau ngajak kamu main, mau gak ?
Ø “Julian : oh ayo, kemana ?
Ø “Olivia : ada deh, nanti aku kasih tahu
Ø “Julian : emm, ok
Ø “Olivia : kamu ke rumah aku yah
Ø “Julian : ok liv
Ø “Olivia : ok. Aku tunggu kedatanganmu
Ø “Julian : ok.

Setelah pembicaraan tersebut julian langsung berteriak keras “ yyeeeeeesssss”,

“Ekh kamu kenapa ?? (tanya shinta)
“Hahaaa.. shin, nanti aku mau main sama olivia ?
“Wah, kalau begitu selamat deh
“Haha ok....

    Lalu bel sekolah pun berbunyi menandakan berakhirnya jam pelajaran. Julian pun tak sabar ingin pulang, sampai ia lari-lari sampai ke rumah.
Setelah di rumah, julian memakai pakaian yang keren dan rapih. Setelah itu ia pergi langsung ke rumah olivia. Dalam perjalanan ke rumah olivia, julian sangat tidak sabar ingin segera sampai ke rumah olivia,
Julian pun tiba di rumah olivia. Ia langsung ke depan rumah olivia dan mengetuknya pintunya sambil mengucapkan “asalamualaikum”. Tak lama kemudian olivia membuka pintuya. Lalu julian merasa kaget karena melihat olivia yang sangat cantik sambil tersenyum kepadanya. Julian pun terdiam dan terus memandang wajah olivia yang cantik dan ia berkata “liv, kamu cantik banget sih”, lalu olivia menjawab “ terimakasih”. Dari pertemuan tersebut, diantara mereka salaing menyukai satu sama lain.

 “Ayo kita berangkat ?? (tanya olivia)
 “Ayo.
  
    Mereka berdua pun pergi, sambil jalan kaki bareng menuju tempat yang dituju.
Sambil berjalan bersama, mereka dipandang oleh orang-orang karena orang-orang yang melihat mereka berdua menilai bahwa mereka berdua terlihat sangat cocok.

 “ekh liv kenapa orang-orang memandang kita yah ??
 “gak tahu, mungkin ada yang aneh kali dari penampilanku
 “emm engga ah, malah kamu terlihat cantik..
 “emm masa ??
 “Iya, mungkin penampilanku yah yang salah ??
 “engga ko, malah kamu keren deh
 “ah masa ??
 “iya..
 “emmm.. hehe
 “haha
 ‘hehe
 “Ekh liv tapi ngomong-ngomong kita mau kemana nih ?
 “ke taman mawar
 “wah ? dimana ?
 “bentar lagi nyampe ko
 “emang ada taman mawar ?
 “ada, emang kamu gak tahu ?
 “engga
 “kalau begitu sekarang kamu akan tahu



      Tak lama kemudian mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Dan mereka pun masuk ke taman mawar tersebut. Setelah masuk ke dalam taman, julian terkejut karena suasananya sangat indah dipenuhi bunga mawar.

 “Liv ini indah sekali
 “Iya, aku suka kesinih setiap hari
 “Wah, kapan-kapan ajak lagi aku yah
 “Iya iya.
 “Ekh liv coba kamu berdiri didepan bunga mawar yang warna biru itu
 “Emang kenapa ?
 “Coba aja cepat
 “Ok
 “Wah, kamu cocok banget dengan mawar biru itu
 “Masa ? cocok apanya ?
 “Iya cocok sama-sama manis.. hehehe
 “Ih kamu bisa aja
 “Ekh liv jalan-jalan yu keliling taman ini
 “Ayo

   Mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi taman mawar tersebut. Mereka terlihat sangat bahagia dan sangat penuh dengan canda tawa. Mereka juga terlihat sangat mesra. Tak henti-hentinya mereka berdua tertawa. Hingga julian menyadari satu hal yaitu ia sangat menyukai olivia. Dan olivia juga mulai menyukai julian.
Dalam suasana yang indah dan penuh bahagia itu, tiba-tiba ibu julian menelepon julian. “kriiiinnggg”

“Julian : iya mah ada apa ?
“Ibu julian : kamu lagi dimana ?
“Julian : aku lagi main di kebun mawar sama teman
“Ibu julian : oh gitu, kamu cepat pulang yah
“Julian : emang ada apa ??
“Ibu julian : oh, kalau begitu kamu cepat pulang yah
“Julian : iyah mah.

   Setelah ibunya selesai menelepon julian, olivia pun bertanya “ ekh ada apa jul ??” engga ada apa-apa ko liv, itu ibuku nyuruh aku pulang “(jawab julian). “ oh ya udah kita pulang yu ?? (ajak olivia), “ emm ayo”.

    Lalu mereka berdua pun pulang. Sebelum pergi pulang ke rumah, julian terlebih dahulu mengantarkan olivia ke rumahnya. Setelah sampai di rumah olivia, julian pun berpamitan untuk pergi.

“Liv ??
“Apa ?
“Kapan-kapan kita main lagi yah ??
“Iya sip
“Ok, senyum dulu dong ?
“Hehehe
“Senyumanmu manis, seperti cahaya dalam hidupku
“Emm,,, masa ?
“Iya, hheeehhe
“Emm’
“Kalau begitu aku pulang dulu yah ?
“Iya, hati-hati
“Ok sipp
    
Setelah berpamitan, julian pun pulang ke rumahnya.

Julian pun tiba di rumahnya. Lalu julian masuk ke dalam rumah. setelah ia masuk ke dalam rumah tiba-tiba ibu julian menyuruh julian untuk segera menyiapkan barang-barangnya. Julian pun kaget dan bertanya :

 “Mah ada apa ?
 “Kamu harus siap-siap
 “Siap-siap apa ? emang kita mau kemana ?
 “Kita akan pindah rumah
 “A, apa ????? mah jangan becanda deh
 “Mamah serius.
 “Ta,tapi kenapa kita harus pindah ?
 “Karena kita harus pergi ke luar negeri untuk meneruskan bisnis perusahaan papahmu
 “A,apa ? julian gak mau mah
 “Kenapa ? pokonya kamu ikut mamah disinih kamu tidak ada siapa-siapa
 “Julian bisa sendiri ko
“Tidak bisa, kamu harus ikut mamah. Sekalian kamu akan sekolah disanah
“Ta,tapi mah...
 “Pokonya kamu ikut kalau kamu sayang sama mamah.
 “I,iya.
 “Kamu siap-siap kita akan berangkat malam ini
 “A,apa ????? jangan malam ini dong mah, besok aja
 “Tidak bisa, mamah udah pesan tiketnya
 “Aaahhhhh mamah.
 “Ayo siapkan barang-barangnya.
 “Iya mah
    julian pun merasa sedih karena ia harus pergi mendadak ke luar negeri ikut ibunya. Ia tidak punya pilihan lain lagi. Ia pun langsung bergegas dan menyiapkan barang-barangnya sebelum ia pergi.
Malam hari pun tiba. Julian terlebih dahulu pergi ke rumah olivia untuk mengucapkan salam perpisahan.

 “Asalamualaikum
 “Walaikumsalam
 “Hay liv
 “Ekh julian, kenapa disinih ? ayo masuk
 “Oh gak usah liv, aku Cuma ingin bicara diluar aja. Bisa gak ?
 “Emm ok, ayo ikut aku ke belakang rumah
 “Iya.

Mereka berdua pun pergi ke belakang rumah lalu duduk di kursi. Ditemani dengan bulan yang terang dan bintang-bintang penuh warna serta suasana yang sejuk.

 “Ekh jul ada apa ? kenapa malam ini kamu datang kesinih ??
 “A,aku Cuma...
 “Apa ??
 “Engga ko
 “Ih,
 “Hehehe
 “Emm
 “Ekh liv, malam ini indah yah ?
 “Iyah, penuh bintang lagi
 “I,iya. Apa harapanmu untuk bintang malam ini ?
 “Emm.. aku berharap kita bisa bersama walau kita berteman, kalau kamu apa harapannya ?
 “A,aku... juga sama sepertimu
 “Hehe,, jujur aku kangen sama kamu jul... walau kita tadi sudah main di taman mawar
 “Aku juga liv,
 “Hehe (sambil tersenyum manis)
 “Liv ??
 “Hemm ??
 “Aku minta maaf ??
 “Hahaa minta maaf untuk apa ?? emang kamu punya salah apa ?? prasaan engga
 “Aku .... menyukaimu !!
 “A, apa ?
 “Iya, aku menyukaimu,
 “Kamu becandakan ?
 “Aku serius
 “Jujur aku menyukaimu.... sejak pertama aku dekat denganmu, aku merasa nyaman dan bahagia. Aku ingin mengungkapkan prasaaan ini sebelum aku pergi dari sinih
 “Pergi ??? emang kamu mau kemana ??
 “Aku akan pindah rumah.
 “A,apa ?? kenapa ngedadak gituh ??
 “Aku juga gak ngerti sama mamah aku. Mamah aku menyuruhku ikut dengannya.
 “Emang kamu mau pindah kemana ??
 “Aku akan pindah ke luar negeri.. mungkin aku akan tinggal cukup lama disanah.
 “Emm gitu yah..
 “Iyah. Liv sebelum aku pergi, aku ingin kamu jawab pertanyaanku yang jujur, aku sangat menyukaimu. Apa kamu mau menjadi pacarku???
 “Emmm... jujur aku juga sangat menyukaimu, tetapi aku gak mau jika aku nerima kamu, aku harus sendirian disinih tanpamu
“Liv, jika aku menjadi pacarmu aku akan setia. Walau aku jauh darimu, aku akan tetap setia sampai aku kembali nanti.
 “Apa kamu yakin ??
 “Yakin, aku serius sama kamu. Akau gak main-main..
 “Emm.. iya, aku mau jadi pacar kamu...
 “Seriiuuss liv ???
 “Iya..
 “Hahahaaaa yyeesss

Julian pun langsung memeluk olivia dengan sangat bahagia. Ia sangat senang karena olivia telah menerimanya..
“liv, aku aku janji padamu, suatu saat nanti aku akan kembali untukmu. Dan ini bukan pelukkan dan pertemuan yang terakhir. Tapi ini adalah cobaan cinta diantara kita.” (kata julian sambil memeluk olivia.
“julian, kamu juga harus cepat kembali, karena aku akan sangat merindukanmu. Aku ingin kamu tetap setia meski kamu jauh dariku. Aku disinih tetap menantimu”. (jawab olivia sambil menangis)
“ iya liv, aku janji. Aku akan setia dan akan cepat kembali untukmu” (jawab julian sambil menangis)
Setelah itu, perpisahan pun terjadi diantara mereka berdua. Julian pun pergi dan berpamitan kepada olivia.  Melihat julian pergi, olivia mengeluarkan air mata kesedihan. Begitu juga julian, ia pergi sambil menundukan kepala dan tangisan air mata yang begitu dalam. Sangat berat untuk julian pergi meninggalkan olivia, tetapi julian tidak mempunyai pilihan lain lagi.
Julian pun pergi ke luar negeri bersama ibunya. Disanah julian sekolah dan mengalami perjalanan hidup yang berbeda dari sebelumnya. Disanah juga julian tumbuh besar hingga usia 24 tahun. Julian awalnya menjalani hari-hari nya dengan sepi tetapi ketika ia membanyangkan senyuman olivia, ia langsung menjadi semangat dan bergairah tanpa merasa kesepian.
Begitu juga dengan olivia. Ia selalu menanti julian hingga datang. Ia terus menghitunng hari demi hari tanpa merasa bosan.
Setiap hari olivia selalu pergi ke taman mawar. Tempat yang indah dan menjadi kenangan terindah dan terakhir dengan julian. Terkadang olivia selalu meneteskan air mata ketika ia mengingat julian. Betapa beratnya ia merindukan julian. Hingga ia tidak bisa tertidur karena selalu teringat kepada julian. Olivia juga menghabiskan hari-harinya dengan penantian yang cukup lama.
   
   9 tahun kemudian. Julian menjadi seorang pemimpin perushaan terkenal di luar negeri terutama di Australia. Dan olivia menjadi seorang guru sekaligus dosen di universitas tertinggi.
Julian sekarang menjadi seseorang yang sukses. Ia berencana untuk kembali pulang ke indonesia. Ia juga sangat merindukan olivia. Lalu ia memutuskan untuk berangkat besok hari.
Dan olivia sekarang menjadi seorang dosen. Ia sangat disenangi oleh mahasiswa di kampusnya, bahkan tak jarang banyak maha siswa yang bertanya kepadanya : “bu kenapa belum nikah ?? masa ibu cantik-cantik belum punya suami”.. tetapi olivia tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya tersenyum manis sambil membayangkan wajah julian.
Suatu hari olivia pergi ke taman mawar sendirian. Ia duduk disamping mawar biru. Ia selalu tersenyum ketika melihat mawar warna biru karena mawar biru tersebut selalu mengingatkan dirinya pada julian yang pernah berkata “ ekh liv kamu cocok banget dengan mawar biru itu sama-sama manis”.. hehee”. Olivia pun terus membayangi dan menatap bunga mawar tersebut.
Lalu tidak lama kemudian, datang seorang laki-laki yang tinggi, putih dan juga tampan. Laki-laki tersebut menghampiri olivia dan ia berkata :

 “Hay pelangi manis.. (sambil tersenyum)
 “Ekh, maaf dengan siapa yah ?? (tanya olivia sambil terkejut)
 “Kamu olivia kan ?? (sambil menatapnya dengan tajam)
 “I,iya. Maaf kamu siapa ??
 “Aku julian
 “A,apa ???
 “Iya liv, ini aku julian teman ketika kita remaja dulu..
 “A, apa?? Maaf apa benar kamu julian ???
 “Iya liv ini aku ......
Lalu olivia pun langsung memeluk julian dengan penuh rasa rindu. Ia memeluk julian hingga menangis bahagia.

 “Julll.. kamu kemana aja ???? aku kangen sama kamu.. (kata olivia sambil mengeluarkan air mata)
 “Livv, aku minta maaf karena aku pergi lama dari kamu... aku sungguh sangat merindukanmu liv... aku gak bisa melupakanmu walau kamu jauh dari aku..
“Aku juga sama jul, aku sangat merindukanmu juga..
 “Iya liv, aku janji gak akan pernah lagi ninggalin kamu...

Dalam suasana rindu yang menyelimuti hati mereka, akhirnya kerinduaan mereka berdua dapat terobati setelah mereka berdua bertemu kembali.

 “Wah, jul kamu sekarang sudah berubah yah, berbeda dengan 9 tahun yang lalu..
 “Wah masa ?? kamu juga terlihat beda liv. Kamu makin cantik aja
 “Hahaa kamu bisa aja, masih bisa ngerayu seperti dulu
 “Haha,, jadi teringat masa lalu
 “Haha iya ..
“Ekh liv .. terimakasih yah
  “Terimakasih untuk apa ??
 “Terimakasih karena kamu sudah tersenyum kepadaku
 “Haha.. emang kenapa ??
“Jujur, jika tidak ada senyumanmu mungkin aku akn putus asa menjalani hidupku disanah
 “Maksudnya ??
“Liv, aku selalu merasa sepi disanah tetapi ketika aku membayangkan wajah senyumanmu, aku selalu merasa tenang dan damai. Senyumanmu yang membuatku bertahan hingga saat ini. Dan senyumanmu juga adalah sebuah cahaya yang selalu menghiasi hariku, menghapus lukaku, mengiringi langkahku dan juga pelangi dalam hatiku.. setiap kali aku rindu, senyumanmu yang mengobati rinduku padamu. Setiap kali aku melukis, yang aku lukis kan hanya wajahmu yang manis penuh senyuman itu yang selalu aku lukis. Aku sempurna bila denganmu liv.
 “Benarkah ??
 “Iya liv, aku gak mau lagi pergi jauh dari hidupmu.
 “Aku juga jul...
 “Liv, mau kah kamu menjadi yang terakhir dalam hidupku ??
 “Kamu serius jul ??
“Iya aku serius
 “Maaf julll
 “Kenapa ????
 “Aku gak bisa ..
 “Kenapa liv ??
 “Aku gak bisa nolak kamu.... hehehee
 “Ihhh kamu ,,,, tapi terimaksih hehe
“Iya...
        
  Akhirnya mereka berdua bersama kembali. Mereka berdua pun menikah dan berencana untuk tinggal di Australia. Mereka berjanji bersama dengan berkata “ apapun masalahnya, apapun rintangannya, kita tidak akan terpisah sampai kapan pun.. karena kita adalah pasangan yang tidak akan terpisahkan oleh apapun”

Amanat yang dapat dipetik.
"bahwa bagaimanapun jarak menghalangi, jika cinta sejati masih dijalan yang bersatu maka ia akan bertemu lagi suatu hari nanti"
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment