Aku
Adalah Dia
Suatu
hari ada seorang laki-laki yang memiliki hoby bermain basket. Ia memiliki
kekasih yang setia. Ia bernama Ridwan dan kekasihnya bernama suci. Mereka
dikenal sebagai sepasang kekasih yang romantis. Mereka tidak pernah saling
mendusta, selalu percaya satu sama lain. Mereka sangat saling menyayangi,
selalu bersama dan tidak pernah meninggalkan satu sama lain.
“I
love you “ucap ridwan.
“I
love you to “jawab suci”
“aku
tidak akan pernah meninggalkanmu!!”
“benarkah?
“iya
sayang”
“terimaksih
sayang”
“iya
sama-sama sayang”
“ekh
kamu sudah makan belum??”
“sudah,
kamu sendiri gimana?”
“aku
juga sama sudah”
“bagaimana
kalau kita makan lagi di kantin?”
“iya
ayo, tapi...”
“tapi
apa ?”
“aku
takut jadi gemuk, hehehee...”
“suci??
Lihat aku, walaupun kamu itu gemuk tapi aku tetep cinta sama kamu”
“haha
bisa aja kamu,”
“ayo
kita pergi.
Mereka
berdua pergi menuju kantin dan membeli makanan yang mereka beli.
“bii
minuman sama makanan masing-masing 2 yah??’ ucap ridwan
“iya”
jawab bibi kantin”
“ekh
ayo kita duduk,!! (ajak ridwan pada suci)
“ayo...
ekh yang aku bt nih.. besok kan hari minggu,
“bt
kenapa?? Kan harusnya hari minggu digunakan untuk istirahat”
“iya
sih tapi aku bosan dirumah terus”
“oh
gitu, bagaimana kalau kita main??
“main
kemana?????”
“ke
suatu tempat”
“dimana??”
“ada
deh, “
“kamu
bohong ah”
“iya
aku serius, ya sudah kalau gak percaya gak apa apa”
“emm,,
iya deh aku percaya”
“nah
gitu dong, besok aku jemput jam 9 pagi ke rumah kamu”
“emang
kamu berani gituh jemput ke rumah aku??
“berani
dong, apa yang engga sih buat pacarku suci tercinta”
“ih
gombal”
Kemudian
datang bibi kantin”
“permisi,
ini minuman dan makanannya”
“iya
terimakasih’
“iya
sama-sama silahkan dimakan”
“iya
bi”
Bibi
kantin pun pergi setelah mengantarkan makanan kepada mereka.
“ayo
makan ridwanku sayang” haha
“gak
mau ah”
“ih
kenapa?’ kamu sudah pesan, katanya kamu mau makan di kantin”
“ok
aku makan, tapi suapin aku dong hehehe”
“ih
kamu lebay banget sih” hehe
“aku
lebay yang penting jujur”
“iya
iya deh.. nih aku suapin buka mulutnya lebar-lebar “
“iya
aaaaaaaaaaaaaaaammm”
“gimana??
Enak gak?”
“enak,
apalagi disuapin sama pacarku tercinta’
“iya
kamu makan yang banyak deh”
Mereka
asik makan di kantin berdua, mereka terlihat sangat bahagia dan saling
menyayangi satu sama lain. Mereka merasa dunia seperti milik mereka berdua.
Kemudian datang sahabatnya suci yang bernama mutiara.
“ciee
yang lagi romantis, ekhemm jadi iri nih”
“ekh
mut, cepat sini gabung”
“ah
engga, nanti aku ganggu keromantisan kalian berdua, jika aku ganggu nanti kamu
marah gih”
“ah
engga ko mut, nyantai aja”
“haha
ok deh, tapi aku mau pergi dulu yah”
“ih
kamu mau kemana??
“
aku mau pergi ke perpus mau ngerjain tugas bahasa indonesia buat hari senin
nanti, “
“oh
gitu yah”
“iya,
aku duluan yah suci.. ridwan”
Mutiara
pun pergi setelah menghampiri ridwan dan suci. Setelah itu mereka berdua
selesai makan di kantin.
Ke
esokkan hari tepatnya hari minggu ridwan telah janji akan mengajak suci pergi
main ke suatu tempat.
“krrrriiiinngg,”
hp suci berbunyi
“iya
halo”
“kamu
sudah siap?
“siap
dong,
“ya
sudah aku jemput yah, tunggu aku”
“kamu
serius? Disini ada ayah sama ibu aku loo”
“truss
masalah? Aku akan datang apapun yang terjadi karena aku akan buktikan pada
orang tua kamu bahwa aku benar-benar menyayangimu”
“hemm,,
ok deh aku percaya sama kamu, aku tunggu yah”
“iya”
Ridwan
pergi ke rumah suci dengan hati yang semangat. Tiba di rumah suci ridwan di
sambur oleh kedua orang tua suci.
“asalamuaikum”
“walaikumsalam,,
ini siapa??
“saya
ridwan bu, ada suci nya??”
“oh
ada, silah masuk”
“iya
bu”
Ridwan masuk ke rumah suci, walau ia
memberanikan diri tetap saja ia merasa grogi dan degdegan dengan begitu
berdebar hingga datang ayah suci dan berkata :
“maaf, anda siapa yah na??’
Suci datang dan ia berkata:
“yah itu ridwan, dia adalah pacar suci”
“oh begitu kirain siapa??
‘hehehe”
Meskipun suci berkata seperti itu ridwan
semakin berdebar jantungnya, sampai ia memberanikan diri dan berkata:
“om, tante perkanalkan nama saya ridwan.
Saya satu sekolah dengan suci dan saya juga adalah pacar suci”
‘oh begitu, kalau begitu bagus.. kamu
lelaki sejati yang berani memperkenalkan diri, biasanya laki-laki lain hanya
berani dibelakang saja”
‘siapa dulu dong pacar suci gituh,
heheeee”
“i,iya om..
“kalau begitu om kebelakang dulu
silahkan kalian jika ingin berbicara berdua”
“ekh, om boleh gak saya pergi bermain
keluar sama suci??”
“memangnya kalian mau kemana??
“ke suatu tempat”
“baik om ijinin asal pulangnya jangan
terlalu larut malam, bagaimana dengan ibu ??
“kalau ibu sih silahkan saja,”
“iya terimaksih om,”
“terimaksih yah mamah papah”
“iya kalian hati-hati perginya”
“iya’
Mereka berdua pergi bermain ke suatu
tempat. Dalam larut yang bahagia mereka pergi dengan begitu gembira. Perjalanan
menuju tempat yang dituju adalah sekitar 1 jam lebih. Dan tiba disana, ridwan
menyuruh suci agar matanya ditutup.
“nah sekarang kita sampai”
“oh sudah, memangnya dimana kita ??”
“kamu akan mengetahuinya setelah kamu
menutup mata”
“maksudnya??”
“coba kamu tutup mata, kamu jangan dulu
membuka mata setelah aku menyuruhmu membuka mata”
“emm okk deh”
Suci pun menutup mata ia dibawa oleh
ridwan kesuatu tempat yang tidak pernah suci jumpai sebelumnya. Ketika mereka
sampai ke tempat tersebut, suci tidak boleh membuka matanya dahulu. Tempat itu
sangat indah, dipenuhi dengan taman yang sangat luas, bertaburan kupu-kupu
berwarna warni, dan pohon-pohon hijau terindah yang pernah ada di daerah tempat
tersebut.
“sekarang buka mata kamu!!”
Suci membuka matanya, ia sangat terkejut
dengan tempat yang ia kunjungi. Ia sangat terharu dan berkata :
“ridwan? Indah sekali, dimana kita
berada?
“taman terindah yang pernah ada di
daerah ini”
“indah sekali, aku tidak pernah pergi
ketempat ini sebelumnya”
“sekarang kamu datang kesini, aku harap
kamu menyukainya’
‘ya, aku sangat menyukainya, terimakasih
ridwan kamu adalah orang pertama yang memberikanku kesempatan untuk mrlihat
tempat terindah disini’
“ya kamu juga adalah wanita pertama yang
aku bawa ketempat ini”
“aku sangat bahagia karena aku bisa
bersamamu”
“aku juga. Nah sekarang ayo ikut aku,
mari kita jalan-jaln mengelilingi tempat ini”
“heem ayo”
Mereka berdua pergi jalan-jalan
mengelilingi tempat terindah tersebut. Mereka terlihat sangat bahagia, suasana
senyuman yang mereka rasakan begitu manis. Mereka pergi ketempat pohon hijau
terindah, lalu pergi ketempat kupu-kupu terindah bertabur dan berlari-lari
ditanah hijau terindah sambil menebarkan canda tawa kebahagian yang mereka
rasakan.
‘suci??
“iya??’
“ i love you”
“ i love you to”
“ bolehkan aku bertanya padamu satu
hal??’
“apa?
“jika seandainya kita terpisah jarak
antara kita, bagaiman perasaanmu??’
‘kenapa kamu bicara seperti itu??’
“ya kan aku bertanya misalnya
bagimana??’
“aku akan menangis”
“apa??”
“ya aku akan menangis tanpa henti setiap
hari”
“kenapa kamu akan menangis??’
“karena itu artinya sama saja aku
kehilangan kamu, bayangkan saja ketika kamu mempunyai sesuatu yang berharga apa
kamu tidak akan sedih? Tentu kamu akan sedih, begitu juga aku jika kehilangan
kamu itu sama juga artinya aku kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup
aku”
“ oh begitu, aku tidak akan pernah
meninggalkanmu suci, aku janji”
“janji yah??
“iya aku janji, tempat ini yang akan
menjadi saksi bahwa aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah pergi
meninggalkanmu”
“terimakasih ridwan”
“iya hehehe, kalau begitu ayo kita
pulang sudah sore nih nanti orangtua kamu marah”
“ayo’
Mereka pulang setelah bermain di tempat
terindah tersebut. Ridwan mengantarkan suci sampai ke depan rumahnya. Suci
merasa sangat bahagia setelah pulang bermain. Ia selalu senyum sendiri ketika
ia mengingat masa-masa yang telah ia lewati bersama ridwan.
Ridwan tiba di rumahnya.
“ridwan??
“iya mah,
“sini, mamah mau bicara sama kamu”
“ada apa mah??
“duduk disini”
“iya mah”
“mamah akan pergi ke luar kota apa kamu
mau ikut?
“a,apa? Kenapa mamah harus pergi ke luar
kota??
“kita harus tinggal untuk 3 tahun, ayah
kamu sudah ada disana”
“terus sekolah ridwan gimana??
“kamu akan pindah dan sekolah disana”
“tapi kan mah ridwan lebih baik tinggal
sini”
“pokonya kamu harus ikut mamah”
“tapi kan.....”
Setelah itu ridwan pergi ke rumah teman
dekatnya. Ia meminta pendapat temannya bagaimana baik atau tidaknya jika ia
pergi meninggalkan rumahnya.
“hayy van....
“heyy wan.. ayo masuk
“ok van’
“ayo duduk mempeng ada minuman dan
makanan tradisional jawa nih”
‘iya makasih van’
“ngomong-ngomong ada apa kamu datang
kesini? Mau curhat ?? hahha”
“iya van, aku mau curhat sekaligus minta
pendapatmu”
“iya silahkan ayo curhat aja, tapi kita
bicara di villa aja belakang rumah aku biar bicaranya lebih enak’
“ok ayo”
irvan dan ridwan pergi kebelakang rumah
tepatnya mereka ngobrol atau bisa dikatakan curhat.
“van villa ini keren juga”
‘ya ini adalah villa dekorasi buatan
ayahku, villa ini biasanya digunakan untuk acara kumpulan keluarga”
“wah pantesan, disini udaranya sejuk
juga”
“ya tentu saja, tapi apa yang ingin kamu
bicarakan wan??
“oh itu, gini van.. kamu tahu kan pacar
aku?
“ya tentu saja. Pacar kamu suci kan??’
“ya, aku sangat menyayangi dia dan dia
juga menyayangiku”
“iya terus kenapa?
“aku akan pergi”
“kemana?
“keluar kota ikut dengan ibu ku bahkan
ayah aku sudah ada disana”
“terus bagaimana dengan sekolahmu??’
“aku akan pindah sekolah tetapi untuk 3
hingga 4 tahun”
“berarti kamu akan kuliah juga disana??
“ya, aku akan menyelesaikan SMA di sana
selama 1 tahun da 3 tahun lagi aku akan kuliah “
“oh gitu, keren dong”
“ya memang tapi bagaimana dengan suci??
“kenapa memang?? Apa suci mengetahui
kamu akan pergi ke luar kota dan kamu akan pindah sekolah?’
“ tidak, dia tidak tahu bahkan aku tadi
pagi sampai siang bermain sama dia”
“oh gitu, kamu percaya sama suci?
“ ya aku percaya dia tetapi terkadang
aku berpikir apa aku akan kehilangan dia ??’
“apa dia pernah bilang sama kamu bahwa
dia benar-benar menyayangi dan mencintaimu??’’ atau bahkan tidak pernah sama
sekali?
“dia pernah bilang seperti itu bahkan
setiap aku berbicara berdua bersama dia. Bahkan dia juga pernah bilang bahwa
jika dia kehilangan aku itu artinya dia sama saja seperti kehilangan sesuatu
yang berharga dalam hidup dia”
“nahh kalau begitu coba uji dia, sejauh
mana kamu benar-benar berharga dalam hidupnya”
“apa maksud kamu van??
“iya gini kamu kan akan pindah sekolah
nah kamu harus menghilang tanpa kabar”
“tapi kan van..!!
“bentar dulu dong, jika kamu menghilang
dari hadapannya maka kamu juga harus menyamar jadi orang lain’
“caranya gimana van??
“kamu gak usah ucapkan kata perpisahan
pada suci, kamu harus pindah diam-diam tanpa ada kabar, lalu kamu hubungi dia
dari jauh sebagai orang lain, nah disitu kamu coba dia apa benar kamu
seberharga itu ketika dia kehilangan kamu..!!
“benar juga van”
“nah gitu dong, “
“thanks yah van, tapi bagaimana jika di
sudah mengetahui aku pindah sekolah??’
“aku akan menjelaskan secara ilmu
politik coyy”
“hahahaa ok deh van thanks yah”
“yoii sama-sama,, ayo minum dan makan
nih enak loo makanan dari jawa”
“ok van”..
Akhrinya ridwan memutuskan untuk pergi
ikut bersama ibunya dan pindah sekolah. Ia pindah sekolah dengan diam-diam
tanpa memberi tahu siapapun kecuali temannya irvan. Ridwan pun pergi dan tidak
pernah menghubungi suci sekalipun. Suci merasa aneh kenapa ridwan tidak pernah
sekolah dan tidak pernah terlihat semenjak hari setelah bermain bersamanya.
Suci pun terdiam dalam larut kesedihan.
3 bulan kemudian, suci merasa
benar-benar kesepian. Ia merasa sedih ketika ridwan pergi tanpa alasan kepadanya.
Suci selalu diam di belakang sekolah. Hingga datanglah mutiara.
“suci???’
“apa mut?
“kamu kenapa sih selalu pergi dan diam
di belakang sekolah ??
“gak apa-apa ko mut aku Cuma ingin
sendirian aja disni.
“suci kamu itu kenapa?? Gara-gara ridwan
yang menghilang tanpa sebab??
“iya mut rasanya benar-benar sedih
ketika dia pergi tanpa alasan’
“iya aku tahu kamu sedih tapi kamu
jangan seperti ini juga kan, kamu menyediri dibelakang, selalu nagis dan atau
apalah. Coba dong kamu bangkit. Kalau bisa LUPAIN RIDWAN biar kamu gak sedih
terus’
“tidak semudah itu mut”
“iya tapi setidaknya pelan-pelan kan??
“i,iya”
“nah gitu dong ayo kita ke katin kamu
pasti lapar kan??’
“iya”
Suci diajak ke kantik oleh mutiara. Dan
mutiara mencoba untuk menghapuskan rasa sedihnya suci. Tetapi disisi lain irvan
selalu memantau keadaan suci. Ternyata irvan berfikir bahwa suci bisa move on
dari ridwan setelah melihat semakin hari semakin terlepas pikiran suci tentang
ridwan.
1 tahun kemudian tepatnya suci sedang
olahraga pagi. Tiba-tiba ada yang meneleponnya dengan nomor baru.
“krriiiiinngg””
“tak ada nama ternyata no baru (ucapnya
dalam hati). Hallo?’
“hallo”
“iya ini siapa??
“maaf sebelumnya apa benar ini dengan
suci??’
“ya benar, ini siapa yah??’
“ini sama firman.
“firman mana yah??’
‘firman yang selalu memandang kamu dari
jauh, hehehe”
“ih baru nelepon udah aja ngegombal”
“hahaa maaf, suci boleh kah aku menjadi
teman kamu??’
“boleh, tapi kamu siapa dulu yang
benarnya??’
“iya aku firman, aku pergemar rahasia
kamu.”
“wah masaa??’
“iya, bahkan aku sudah lama menjadi
penggemar rahasiamu”
“hahaa iya deh”
“bolehkan aku menjadi teman kamu??’
“boleh dong”
“iya terimakasih dan salam kenal yah
suci”
“iya sama-sama firman”
Setelah satu tahun lamanya suci
mendapatkan teman yang bernama firman melalu handphone nya. Bahkan setiap hari
orang yang mengaku firman itu selalu ada untuk suci. Dan suci juga merasa
senang dan terhiasi kembali rasa sepi yang telah ia rasakan sebelumnnya.
Pada saat itu tepatnya malam minggu suci
sedang sendirian dirumahnya. Ia merasa sepi lalu ia berfikir untuk menelepon
firman untuk menemaninya.
“krrriiiinngg”
“haloo suci, ada apa??’
“man aku gak ada teman nih sepi di
rumah”
“memangnya ayah ibu kamu kemana??
“lagi pergi ke rumah nenek, kayanya
mereka akan tidur disana”
“oh gitu yah”
“iya aku ganggu gak?? Kalau ganggu ya
sudah aku tutup”
“engga ko, kalau beneran kamu ganggu
ngapain juga aku nerima telepon kamu”
“iya deh terimakasih man,’
‘iya nyantai aja cie”
“ngobrol dong man??
“ngobrol apa??’
“ya apa aja deh biar enga sepi”
“emm ok dehh,, ekh pacar kamu siapa ci??
“aku sudah engga punya pacar”
“kenapa??’
“karena dulu pacar aku menghilang tanpa
sebab, entah kenapa dia pergi tanpa alasan. Harusnya kan dia pergi pamit dulu
atau apalah jangan begini itu artinya dia sama saja ninggalin aku dengan benci”
“oh gitu, apa di pernah bilang bahwa dia
tidak akan pernah meninggalkanmu??’
“ya dia pernah bilang man, tapi nyatanya
dia pergi meninggalkan aku tanpa asalan lagi”
“terus apa kamu masih mencitai dia??’
“dulu iya sekarang engga”
“kenapa sekarang engga??’
“ah gatau ah jangan bahas dia”
“kenapa?? Bagaimana jika dia muncul
kembali dihadapanmu? Apa kamu akan menganggapnya kembali??’
“aku tidak tahu tetapi yang terpenting
aku sudah melupakan dia!!”
“emm gitu yah, berarti kamu jomblo
dong!!
“iya memang kenapa??
“aku mau daftar”
“maksudnya??’
“aku mau menggantikan dia untukmu. Dan
aku mau jadi kekasih hati kamu suci”
“kamu serius??’
“iya serius”
“tapi kan aku engga tahu siapa sosok
kamu sebenarnya, kan kita selama ini hanya bicara melalu hanphone saja”
“tapi setidaknya aku selalu ada bersama
kamu meski dari handphone juga”
“iya sih”
“kamu mau gak jadi pacar aku??’
“emm gimana yah”
“gimna??
“iya deh, aku terima kamu”
“iya terimaksih suci”
“sama-sam firman”
Akhirnya suci dan firman menjadi sepasang
kekasih. Suci sekarang benar-benar merasa bahagia karena firman menjadi obat
luka dalam hatinya yang sepi. Suci benar-benar merasa bahagia. Dia selalu
bilang pada temannya mutiara bahwa ia selalu bahagia karena memiliki kekasih
yang selalu menghubunginya dari jauh. Melihat hal itu, irvan tersenyum melihat
suci sebahagia itu. Ia pun tidak lagi memperhatikan suci lagi. Hari-hari suci
sekarang lebih berarti karena firman selalu menghubunginya. Firman selalu
membahagiakannya meski jauh dari jarak jauh.
4 tahun sudah berlalu. Tak terasa
hubungan firman dengan suci sudah 3 tahun cukup lamanya walaupun hubungan
mereka dalam handphone. Pada saat itu suci telah lulus kuliah. Kemudian suci
merencankan untuk mencari pekerjaan. Lalu suci berfikir sejenak kenapa ia bisa
menjalin hubungan dengan firman tanpa ia mengetahui siapa firman dan seperti
apa sosok firman. Tepat nya pada pukul 8 pagi suci sedang makan di sebuah
restoran. Ia bertemu dengan teman lamanya, mutiara.
“sucii..
“mutiara...
“kamu sedang apa sendirian makan
sendirian disni??
“kamu juga sedang apa sendirian
direstoran sini?
“ini adalah restoran milik ayah aku”
“wah, kalau begitu hebat dong”
“iya dong, ekh bagaimana dengan pacarmu
itu??
“siapa?? Firman?
‘iya.
“ya gitu deh, aku belum pernah ketemu
sama dia”
“kenapa??
“ya engga tahu”
“eeehhh,,,
Tiba-tiba di televisi muncul seorang
laki-laki yang tampan, ia adalah Ridwan yang telah berubah menjadi pengusaha
termuda yang terkenal.
“ci itu kan ridwan??
“iya itu ridwan mut”
“cieeee kamu kangen lagi yah??
“ekh engga’
‘emmm””
Tiba-tiba handphone suci berbunyi. Lalu
suci melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata dia adalah firman. Suci pun
merasa bahagia.
“kriiinngg”
“halo firman,,”
“hallo suci”
“ada apa firman??
“aku ingin kita ketemuan”
“serius? Dimana??
“di taman terindah tepatnya di Taman
Budi Lega”
“oh disana, ok deh”
“okk, aku tunggu kedatanganmu”
“ok”
Setelah itu suci pun berteriak dan
berkata :
“horeee akhirnya aku akan ketemuan sama
firman mut”
“wah yang bener??
“iya”
“iya syukur deh kalau begitu.”
“iya mut setelah sekian lama aku gak
pernah ketemu sama firman sekarang tiba saatnya”
“kalau begitu cepat kamu kejar dia, jika
soal makanan kamu gratiss deh”
“wah, terimaksih mut kamu memang teman
aku yang paling baik dan baik sedunia, aku pergi dulu yyah ?? dadahh”
“iya dadah hati-hati”
Suci pun pergi untuk ketemuan dengan
firman. Ia merasa sangat bahagia ketika akan bertemu dengan firman. Suci pun
tiba di tempat taman yang di maksud. Ia pun masuk menuju taman. Setelah itu ia
pun teringan akan taman ini begitu indah dan mengingatkannya pada kekasihnya
dulu ridwan. Suci pun mencari firman. Tetapi ia tidak melihat sosok firman
tersebut. Lalu handphone pun berdering tanda ada pesan. Suci membuka pesan itu,
ternyata dari firman. Isi pesan tersebut adalah ‘suci aku berada ditempat ujung ini tepatnya dekat dengan pohon hijau
terindah dan penuh dengan kupu-kupu”
Setelah mendapat pesan tersebut suci
langsung pergi ke tempat tersebut. Ia benar-benar melihat seorang laki-laki
yang keren berjas putih, berambut pirang dan memiliki tubuh yang tinggi.
“ma,maaf anda siapa yah?? Tanya suci”
Laki-laki itu langsung berbalik pada
suci. Dan berkata :
“hay apa kabar??’
Suci pun terdiam karena ternyata
laki-laki yang ia jumpai adalah ridwan. Suci pun terdiam dan terus melihat
sosok ridwan.
“kenapa kamu diam saja??’ tanya ridwan
“r,ri,ridwan??
“iya ini aku. Apa kamu mencari
seseorang??
“a,aaku me.....”
“kamu mencari firman”
“kenapa kamu tahu”
“coba kamu telepon”
Suci langsung menelepon nomor handphone
firman. Ternyata nomor handphone tersebut berada di genggaman tangan ridwan
“ke,kenapa nomor ini menghubungimu??’
“karena aku adalah dia”
“apa maksudmu??
“aku adalah sosok dari firman tersebut.
Aku sengaja selama ini menghilang tanpa alasan dihadapanmu karena aku ingin
tahu sejauh mana kesetian cintamu pada aku, tetapi ternyata kamu seperti itu”
“a,apa?? Kamu adalah firman.. lalu
kenapa kamu tidak bilang dari dulu??
“aku sudah mengtakannya barusan bahwa
aku menghilang tanpa alasan karena aku ingin tahu sejauh mana kesetiaan
cintamu. Ternyata ucapanmu tak semanis fakta yang pernah ada sebelumnya”
“jika kamu datang hanya untuk mengatak
itu lebih baik kamu tidak perlu mucul sekarang!!”
“baik, aku akan pergi. Anggap saja aku
tidak pernah bertemu denganmu dan tidak pernah ada dalam kenangan masa lalumu”
Ridwan pergi tanpa melirik suci
sedikitpun. Lalu suci teridam dan mengeluarkan air mata penyesalan yang
mendalam. Ia terus menangis tanpa henti dengan tangisan penyesalan. Akhirnya
ridwan tahu seberapa jauhnya cinta suci padanya. Mereka pun terpisah dan tidak
bertemu lagi kembali seperti dulu.