Monday, April 13, 2015

PUISI: PERCIKAN AIR

percikan air 

langit menangis dengan gembira
bumi merasakan yang dirasakan langit
bintang besinar dalam kerinduaan malam
dan bulan tersenyum dengan cahaya yang terang

tetes air mata menghiasi kenangan dalam kesedihan 
dengan cinta yang tak bisa tergapai 
hati yang selalu terluka 
karena cinta yang menembus keras dalam jiwa 

percikan air turun dengan tenang
tetesan kecil air sungai yang melengkapi
senyuman sang mentari menghiasi
cinta yang menetes didalam hati 

angin berhembus membawa embun pagi
yang selalu membasahi kenangan 
kesedihan, kekecewaan
semua berada dalam percikan air yang mengalir dari mata
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment