Thursday, April 16, 2015

CERPEN: MY PAPER

MY PAPER


CERPEN: MY PAPER

lubis adalah seorang yang memiliki keistimewaan dalam menciptakan berbagai lagu. ia merintis karirnya semenjak ia duduk dibangku SMA. ia memiliki bakat sejak kecil dalam menciptakan berbagai kata, sehingga saat ia tumbuh dewasa ia menjadi seorang pencipta lagu yang baik. 
saat itu hujan deras sehingga genangan air membasahi setiap jalan. saat itu juga lubis harus terhenti perjalanannya karena hujan yang sangat deras. ia berteduh disuatu tempat yang tak jauh dari jalan. ia melihat seorang wanita yang berada dirumah yang lubis tempati saat berteduh.

"permisi!:.. lubis sambil mengetuk pintu

lalu si pemilik rumah membukakan pintu.

"iya ada apa?. tanya pemilik rumah.
"maaf mba jika saya menganggu, saya disini cuma ikut berteduh saja soalnya hujannnya semakin deras!"
"oh iya silahkan, mending masuk aja kedalam rumah!"
"oh gak usah mba, disini aja! ini udah cukup ko!"
"kalau begitu disana ada kursi, silahkan duduk aja sambil nunggu hujan reda"
"iya terimaksih mba!"

lubis pun duduk sambil merasa merinding akibat kedinginan, dan wanita itu masuk kedalam rumah tanpa menutup pintu rumahnya. hal itu membuat lubis merasa heran. namun, wanita itu kembali kepada lubis dengan membawakan minuman panas+makanan ringan.

"ini silahkan dimakan dan diminum selagi panas!"
"gak usah mba! gak usah repot-repot! 
"sudah gak apa-apa! tolong terima aja daripada kamu kedinginan!"
"emm.. gimana yah! tapi iya deh maaf yah merepotkan! 
"gak apa-apa! 

wanita itu ikut duduk dan menemani lubis berbicara.

"kamu jangan panggil saya mba, panggil aja Rena!"
"emm iya deh siap, tapi kenapa kamu bisa percaya pada orang yang baru saja kamu kenal?"
"ya gimana yah! aku cuma pernah ngerasain gimana rasanya saat kehujanan dan berteduh dirumah orang aja!
"emm gitu yah, oh iya nama saya lubis!"
"oh kamu dari mana? dan mau kemana??
"saya dari kota menjual hasil karya saya?
"oh.. emangnya hasil karya kamu apa?
"sebuah tulisan penciptaan lagu!"
"oh kamu pemain Band yah?
"bukan, aku cuma yang nyiptain lagu aja bukan pemainnya!
"oh! ya sudah mimun aja tuh airnya biar gak kedinginan!'
"iya terimakasih!"

mereka berbincang-bincang dengan penuh keakraban ditengah derasnya hujan yang mengguyur. lalu skitar 1 jam berlalu, hujan berhenti dan mulai reda. lubis bersiap-siap akan pergi menuju apa yang ia tuju.

"terimaksih yah Rena!"
"iya sama-sama!"
"ok, berkat kamu aku jadi tidak kehujanan dan merasa lebih baik!"
"iya nyantai aja, kamu hati-hati dijalan!"
"ok,, dah..!!"
"dahh!"

Lubis melanjutkan perjalanan menuju kota. Ia mengendari motor dengan hati-hati. Lubis tiba ditempat yang ia tuju. ia berhasil menjual hasil karyanya itu.
ia pulang kembali dengan penuh semangat dan bahagia. saat dijalan, Lubis melewati tempat rumah Rena. ia melihat Rena sedang menangis didepan rumahnya. melihat hal itu, Lubis berhenti dan menghampiri apa yang terjadi.

"hey kamu kenpa Ren?"
"ekh kamu lagi! aku gak apa-ap!
"trus kenapa kamu nangis gitu??
"udah gak apa-apa! gak usah kawatir! dan kenapa kamu tidak pulang?
"aku melihat kamu tadi sedang menangis jadi aku bberhenti dulu disini!"
"oh begitu!, aku gak apa-apa ko!"
"beneran??
"iya ser.....)

tiba-tiba Rena terjatuh pingsan, hal itu membuat Lubis kaget dan berusaha menyadarkan Rena.

"Ren bangun! hey bangun!

dengan segera Rena dibawa ke rumah sakit lewat ambulan.

tiba dirumah sakit, Rena masih pingsan dan belum sadarkan diri. 1 jam kemudian Rena bangun dan ia masih merasa pusing. 

"Ren kamu udah sadar?!"
"aku dimana ?
"kamu dirumah sakit, tadi kamu pingsan!
"oh gitu, ya sudah aku ma....."
"kenpa?

kemudian hal tak terduga kembali terjadi, Rena menangis. hal itu membuat Lubis merasa kaget.

"Ren kamu kenapa nangis??
"aku malu jika cerita!!"
"gak usah malu, cerita aja!"
"gini, aku tadi diusir dari rumah!
"a,apa? kenapa kamu bisa diusir? apa salah kamu?
"aku gak punya biaya buat bayar kontrakan itu lagi!"
"jadi itu bikan rumah kamu?
"bukan!"
"ibu kamu kemana? 
"kedua orang tua aku sudah tidak ada, jadi aku yang menanggungnya sendiri!"
"oh begitu yah! maafkan aku!"
"aku yang seharusnya minta maaf karena udah ngerepotin kamu!"
"gini deh, apa kamu gak ada tempat buat pulang?
"tidak, mungkin aku akan nyari kerja!"
"ya sudah kamu kerja aja dtempat aku!"
"serius kamu? kerja apa??"
"merawat bunga favoritku, gimana?
"mau.. mau!!
"ok deh, ayo kita pergi kerumahku!"
"ayoo!

Lubis membawa Rena pulang, mereka berangkat menuju rumah Lubis. 
mereka sampai dirumah. tiba disana Lubis menjelaskan apa yang akan dikerjakan Rena. ia harus merawat bunga favoritnya dengan baik. Rena menerima tawaran itu dan bekerja dengan sunguh-sungguh. 

suatu hari Rena sedang menyiram bunga didepan rumah Lubis. ia beryanyi dengan suara yang sangat merdu dan mempesona. Mendengar hal itu, Lubis tiba-tiba jatuh cinta pada suara Rena. Hal itu membuat ide Lubis muncul.

"Rena??
"ekh kamu, ada apa?
"gak apa-apa, kamu rajin banget merawat bunganya!"
"iya dong namanya juga kerja, harus rajin, semangat, pantang menyerah!!"
"hahahaa ok ok, gini, tadi kamu bernyanyi kan??
"iya memangnya kenapa?
"lagu apa tadi yang kamu nyanyikan?
" Geisha-takkan pernah ada, emangnya kenapa?
"kamu suka nyanyi??
"suka banget, malah impianku ingin menjadi penyayi!"
"pantes aja suara kamu bagus!"
"hehe terimkasih, tapi aku udah lupain impian itu, lebih baik aku kerja sekarang"
"bagaimana kalau akau wujudkan impianmu itu?
"maksudnya apa ?'
"aku akan menjadikanmu penyayi wanita solo, gimana??'
"haha kamu jangan becanda!"
"aku serius! 1000% keseriusanku!"
"asiikkk horeee, akhirnya aku bisa menjadi penyanyi!. terimakasih!!". sambil memeluk lubis.
"i,iya, tapi kamu harus janji!
"janji apa??
"karena aku akan menjadi manjagermu, kamu harus nurut!"
" ok siap!"

Akhirnya Rena menjadi penyayi yang ia impikan sejak kecil. Lagi-lagi Lubis berhasil mewujudkan keinginan Rena.
semenjak Rena menjadi penyayi, ia menjadi terkenal berkat suaranya yang merdu itu. ia menjadi seorang penyayi kelas nasional dengan bantuan Lubis. Dan tak disangka pula, Lubis mengungkapkan cintanya kepada Rena saat dipanggung konser music. mereka jadian dan menikah menjalin cinta yang tumbuh pada diri mereka berdua. Rena menjadi penyayi, sementara Lubis menjadi manager sekaligus pencipta lagu untuk Rena.





Amanat
"dari cerita diatas kita dapat mengetahui bahwa setiap kebaikan sekecil apapun akan dibalas dengan sesuatu yang lebih baik dan indah!"
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment