Jalan permintaan yang bahagia
Saat itu Arli adalah seorang anak kaya dari kalangan keluarga yang terpandang. Ia sangat dihormati oleh semua orang. Ia juga adalah seorang pewaris dari keluarganya. Sejak kecil ia dijaga oleh dua orang penjaga sehingga kemanapun Arli pergi, ia akan selalu dikawal.
suatu hari Arli pergi ke sekolah. Ia berangkat dengan menggunakan mobil mewah. Ia sangat populer disekolahnya karena selain dia adalah anak keluarga terhormat, ia juga memiliki ketampanan yang tak kalah kerennya. semua orang memandangi Arli terutama kaum perempuan. Dan saat itu ia masuk kedalam kelas untuk mengikuti pembelajaran.
"ekh lihat tuh, dia kan Arli yang terkenal itu!" bisik teman wanita sekelasnya.
"iya yah dia tuh kelihatan sangat keren deh!"
Arli mendengar bisikan itu dari belakang temannya. Ia menoleh kebelakang dan memandangi teman sekelas yang sedang membicarakanya.
"Hay teman! apa kabar kalian?" ucap Arli dengan penuh senyuman manis.
Melihat Arli tersenyum dengan manis, kedua teman wanitanya itu terlihat GR. mereka terdiam lalu pingsan mendadak.
Tiba-tiba ibu guru datang ke kelas. Melihat hal itu semua murid satu kelas merapikan dirinya masing-masing dengan duduk dan memperhatikan ke depan. Namun, sang guru melihat 2 bangku kosong dibelakang bangku Arli dan ia bertanya
"hey kenapa bangku disana kosong? kemana siswi yang duduk disana?" tanya ibu guru sambil menunjuk ke arah bangku.
"mereka pingsan bu!!". ucap teman satu kelas.
mendengar hal itu sang guru menghampiri bangku yang ditempati kedua siswi itu. Ternyata mereka terlihat pingsan dengan ekspresi wajah yang tersenyum. Melihat hal demikian, sang guru terpancing emosinya dan marah kepada kedua siswi itu.
"HEY KALIAN CEPAT BANGUN!!".
Alhasil, teriakan amarah sang guru membuat kedua siswi itu bangun.
"siap bu!". ucap kedua siswi itu.
Saat sang guru akan mengatakan "KALIAN D...", tiba-tiba kedua siswi itu jatuh pingsan. Hal itu membuatnya kaget dan menyuruh siswa yang ada dikelas untuk membawanya menuju kantor guru. Dari kejadiaan ini kelas menjadi tidak kondusif. Akan tetapi pembelajaran tetap dilaksanakan,
Bel sekolah berbunyi menandakan jam untuk pulang. Tetapi saat Arli bergegas akan pulang ia dipanggil oleh guru untuk datang ke kantor, sehingga ia pergi menuju ruangan kantor tersebut. ia tiba disana.
"ada apa yah bu anda memanggil saya?' tanya Arli.
"gini Arli, ibu cuma mau bertanya sebentar sama kamu, silahkan duduk."
"iya bu!". sambil duduk.
"Arli apa yang telah kamu lakukan kepada kedua teman wanita kamu yang tadi pingsan dikelas?"
"apa? saya tidak melakukan apa-apa bu!"
"lalu kenapa mereka bisa pingsan dan selalu memanggil namamu?
"saya tadi hanya tersenyum dan menyapanya saja, tidak lebih ko bu!"
"oh begitu ya, memang wajar saja mereka sampai seperti itu, karena mungkin mereka terpesona oleh senyuman manismu itu!"
"ya gimana lagi bu, masa saya harus marah tanpa alasan! kan lebih baik senyum"
"iya kamu memang benar, ini bukan salah kamu! ini hanya karena tingkah laku kedua teman wanitamu tadi terlalu berlebihan memandangmu!"
"iya maafkan saya bu jika saya ada kesalahan atas tragedi tadi!"
"tidak apa-apa, kamu tidak usah minta maaf, sudahlah lupakan saja. lebih baik kamu pulang sekarang karena cuma ini yang akan ibu tanyakan kepadamu!"
"iya bu, kalau begitu saya pulang dulu!"
"iya hati-hati kamu dijalan".
setelah itu Arli pergi untuk pulang. seperti biasa ia dijemput oleh penjaga atau pengawal yang selalu mengawasinya. saat sampai dirumah, ia melihat ada tamu dirumahnya dan sedang bebincang. Namun, ia tetap pergi menuju kamarnya.
malam haripun tiba, tepatnya puku 7 malam, Arli yang sedang membaca buku dikamar dihampiri oleh kedua orang tuanya.
"Arli! kamu lagi ngapain nak?" tanya ibunya.
"ekh Mah, Pah, Arli sedang baca buku!"
"baguslah kalau begitu, lanjutkan nak!". ucapnya ayahnya.
kemudian orang tuanya duduk dan mengajak Arli untuk berbicara.
"memangnya ada apa mamah sama papah datang kemari?"
"mamah cuma mau bicara sama kamu!"
"bicara apa Mah?"
"gini Arli, ayah tadi kedatangan seorang tamu dia adalah teman papah, dan papah berencana untuk memperkenalkan kamu dengan putri teman papah, gimana?" ucap ayahnya.
"kenapa Arli harus berkenalan dengan putri teman papah?"
"ya.. tidak apa-apa! papah cuma ingin kamu dekat dengan dia!"
"nak, dengarin ibu! ibu ingin kamu berteman dengan putri teman papah, karena akan lebih baik dan nanti kamu akan ngerti sendiri!,
"emm gimana yah! ya sudah jika itu keinginan papah dan mamah Arli akan lakuin"
"kamu memang anak yang baik, ya sudah kamu lanjutkan baca bukunya, mamah sama papah mau keluar dulu".ucap ibunya.
"ok mah pah".
Arli melanjutkan membaca buku, ia dengan tekun dan serius membaca buku.
Hari esok tiba, saat itu sang mentari mulai menampakkan cahaya, ditemani dengan kicauan burung-burung yang terbang dan pemandangan pohon hijau yang indah. Orang tua Arli mengajak Arli pergi untuk menemui seseorang yang dibicarakan saat tadi malam. Arli bersiap-siap dan pergi menuju tempat yang dituju.
Mereka tiba disebuah restoran. Mereka masuk kedalam dan mencari tempat yang telah mereka pesan. Tak disangka, teman paphnya Arli telah datang lebih dulu disana. Mereka saling menyapa dan bersalaman satu sama lain. disitu juga pertemuan anatara Arli dan putri teman papahnya yang bernama Arny.
"wah kalian lebih awal datang kesini yah!" ucap ayah Arli.
"haha tenang saja kita juga baru sampai ko!' ucap ayah Arny.
"ya sudah kita pesan makanan sekarang! pelayan!' Ucap ayah Arli
Sambil menunggu pesanan, mereka asik berbincang satu sama lain.
" oh jadi ini yang namanya Arli? tampan juga anakmu ini!". ucap ayah Arny
"ya inilah anak saya!". ucap ayah Arli.
"jadi gimana dengan rencana kita?
"ya tentu saja akan dilaksanakan secepat mungkin!
"baguslah kalau begitu, saya menjadi tenang sekarang".
"tenang saja lah, kita memilik harapan yang sama, jadi jangan kawatir!"
mereka asik berbincang satu sama lain dan akhirnya Arli pulang bersama kedua orang tuanya. saat tiba dirumah kedua orang tuanya mengatakan hal yang penting kepada Arli.
"nak, papah mau bicara sama kamu!" ucap ayahnya.
"papah mau bicara apa?"
"gini, sebentar lagi kamu akan menyelesaikan masa sekolahmu dan papah harap kamu tidak meneruskan kuliahmu!"
"kenapa pah? apa ada yang salah!"
"tidak nak, tidak ada yang salah denganmu. dengar nak, kamu itu pintar, bahkan kepintaranmu melebihi papah, jadi papah harap kamu bisa meneruskan perusahaan papah!"
"pah! kenapa harus secepat itu?
"karena kamu cuma satu anak papah!. papah sudah tua dan mungkin tidak akan sanggup menjalankan perusahaan dengan baik lagi karena keterbatasan fisik, jadi cuma kamu harapan papah!"
"gitu yah pah!
"iya nak! dan papah memiliki harapan dan impian untuk 2 hal!
"impian? apa itu?
"pertama, papah ingin kamu sukses memimpin diusia muda, dan yang kedua papah harap kamu menyukai putri teman papah yang tadi dan papah juga berharap kamu mau menikahinya"
"a,apa? haha jangan becanda deh dengan impian papah yang kedua itu?"
"papah serius nak! bahkan ibumu juga mendukung dan berharap seperti papah!
"tapi kenapa aku harus menikah diusia seperti ini!"
"papah percaya kamu mengerti apa yang papah dan mamahmu ini harapkan!"
Arli terdiam dan memikirkan apa yang seharusnya terjadi. ia mendapat kejutan yang tak terduga dari permintaan kedua orang tuanya. ia memikirkan akan hal itu. Namun, karena ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, ia bersedia menerima harapan kedua orang tuanya.
1 tahun kemudian. Arli saat itu berusia 19 tahun. ia memimpin perusahaan ayahnya di usia muda. ia juga menikahi seorang wanita yang bernama Arny. Meskipun kisah cinta mereka hanya lewat pertemuan kedua orang tua, namun karena kasih sayang demi membahagiakan kedua orang tua mereka masing-masing, mereka menjalani dengan sepenuh hati. Mereka juga hidup bahagia bersama dan menjalin hari-hari dengan penuh warna cinta