Thursday, April 16, 2015

CERPEN: DIPERPUSTAKAAN ADALAH TEMPAT PERTAMA KITA BERTEMU

Diperpustakaan adalah tempat petama kita bertemu


DIPERPUSTAKAAN ADALAH TEMPAT PERTAMA KITA BERTEMU


Suatu hari ada seorang siswa SMA yang sangat jenius. Ia dipandang sebagai siswa jenius yang pernah ada disekolah tersebut. Bahkan ia selalu memberi kesan inovasi dan motivasi kepada semua orang. Bahkan ia sangat terkenelan dan di cap si “jenius yang luar biasa”. Ia bernama Galvien. Ia juga mempunyai sifat pendiam, suka berfikir ketika ia mau bertindak dan ia hobby membaca buku.

Saat itu Galvien duduk di kelas 11 ipa. Ia juga sangat aktif ketika sedang proses pembelajaran. Dan tidak jarang juga ia dicap sebagai “raja dari semua raja debat”. Setiap hari Galvien selalu membaca buku. Dimana pun ia berda, ia pasti selalu membawa buku kemana pun ia pergi.

Pada suatu hari, Galvien pergi ke perpustakaan pada saat jam istirahat sekolah. Dan pada saat ketika itu juga ia sangat tertarik juga untuk membaca buku diperpustakaan. Bahkan saat ia tertarik membaca di perpustakaan, ia selalu datang ke perpustakaan setiap hari. Ia juga terkadang pulang sekolah selalu menyempatkan waktu untuk membacanya. Guru penjaga perpustakaan pun heran pada Galvien yang rajin datang mengunjungi perpustakaan. Lalu guru perpustakaan tersebut bertanya kepada Galvien.
“hay nak??” (tanya guru perpustakaan)
“oh iya, ada apa bu??”
“kamu rajin banget datang ke sinih”
“memangnya kenpa bu??”
“gak apa-apa, Cuma jarang lho ada murid yang rajin membaca di perpustakaan”
“oh begitu. Saya sering kesinih karena saya suka membaca buku”
“oh pantesan saja kamu rajin, kalau begitu silahkan lanjutkan. Maaf ibu ganggu”
“ oh iya, gak apa-apa ko bu”..
Lalu setelah itu Galvien malanjutkan membaca bukunya.
Pada suatu hari datang seorang wanita murid baru. Wanita itu cantik, baik, bahkan setiap laki-laki yang melihatnya tertarik pada wanita itu. Wanita itu juga adalah wanita yang pintar. Ia bernama Venna. Ia juga mempunyai prestasi yang hebat dalam bidang ilmu pengetahuan sosial (ips). Dan pada saat venna pertama kali masuk kelas, ia sudah menggemparkan dan memberi kejutan yang sangat luar biasa dalam proses pembelajarannya. Guru sekolah pun terkejut dan merasa heran karena walau venna adalah murid baru tetapi ia sudah memberi kesan proses pembelajaran yang sangat baik.
Telah 1 minggu venna sekolah. Lalu pada suatu hari ketika jam istirahat, ia pergi mengunjungi perpustakaan. Ketika ia datang ke perpustakaan suasana perpustakaan pun sedikit sepi. Lalu ia melihat lihat bagian dari perpustakaan. Ketika ia ke ruangan membaca buku, ia melihat seorang laki-laki yang sedang membaca buku dengan begitu tekun. Tetapi vena tidak memperdulikannya. Setelah itu vena pun meminjam buku lalu pergi kembali ke kelasnya.
Esok hari pun tiba. Dan pada saat jam yang sama ketika istirahat, venna pun pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. Dan lagi-lagi venna melihat seorang laki-laki yang kemarin sedang membaca buku dengan tekun. Lalu venna juga tidak memperdulikannya, ia pun meminjam buku kembali dan pergi ke kelasnya lagi. Setelah itu jam pulang pun tiba, venna merasa tidak ada kegiatan di rumah, lalu ia berencana untuk tidak pulang lebih awal dan pergi ke perpustakaan. Pada saat ia pergi ke perpustakaan, lagi-lagi ia melihat seorang laki-laki yang selalu dan selalu sedang membaca buku. Ia pun merasa heran. “kenpa yah disetiap aku datang ke perpustakan, aku selalu bertemu dengan orang itu?? Siapa dia??’’ (tanya venna dalam hatinya). Lalu ia pun bertanya kepada guru perpustakaannya.
“emm, maaf ibu mengganggu..” (sapa venna)
“oh, iya ada apa??” (tanya guru perpustakaan)
“ boleh bertanya gak bu??’
“oh iya silahkan”
“kenapa di setiap saya datang kesinih teruma ke tempat ruang membaca buku, aku selalu bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang membaca buku dengan tekun??”
“oh, itu adalah namanya Galvien.” Ia adalah seseorang yang sangat rajin membaca buku di perpustakaan.”

“ oh namanya Galviien.”
“ iya,”
“ kalau begitu terimakasih yah bu”
“iya sama-sama”.
Setelah itu, venna membawa buku dan pergi ke ruangan membaca buku. Lalu ia duduk di samping Galvien. Walau jarak mereka dekat tetapi mereka berdua cuek saja tidak menyapa satu sama lain. Mereka berdua terlihat sangat fokus dalam membaca buku. Dan sekitar 1 jam berlalu setelah mereka beres membaca, kebetulan mereka berdua selesai membaca dalam waktu yang sama. Lalu mereka berdua juga pulang bersama walau tidak berdekatan.

Ketika itu, ada olimpiade Nasional antar sekolah dalam program olimpiade sains dan social. Pada saat itu kepala sekolah dan guru-guru memanggil Galvien sebagai perwakilan dari sains dan Venna sebagai perwakilan dari social. Setelah mereka berdua dipanggil oleh kepala sekolah, mereka berdua bertemu juga bertemu di ruang kepala sekolah. Venna pun merasa heran. Kenpa harus Galvien yang dipanggil. Tetapi Galvien melihat venna hanya biasa saja tidak ada reaksi terkejut sedikitpun. Lalu kepala sekolahpun berbicara kepada Galvien dan Venna.
begini anak-anak. Kenapa kalian berdua bisa bapak panggil ke ruangan ini karena dalam rangka olimpiade nasional, bapak ingin kalian berdua yang mewakili sekolah ini. Galvien kamu sebagai perwakilan sains karena prestasi dan kejeniusan mu yang luar bisa. Dan venna sebagai perwakilan social karena walau kamu murid baru tetapi prestasimu sudah di kenal di sekolah ini. Dan bapak yakin kepada kalian berdua sebagai perwakilan dari sekolah ini. Bapak juga tidak berharap untuk kalian berdua menang, tetapi bapak berharap kalian berdua bisa menjadi perwakilan dari sekolah yang mau mengikuti olimpiade nasional ini.” (ucapan kepala sekolah)
“ baik pak” (jawab galvien dan venna)
Setelah itu, Galvien dan venna pun pergi ke kelasnya masing-masing.
“Kriiiingg”. Bertanda istirahat telah tiba. Lalu Galvien pun pergi ke perpustakaan, begitu juga venna. Ketika sedang berjalan ke perpustakaan, venna dan galvien bertabrakan..

“aduhh!!!!” (teriak vena dan galvien)
“ ekh maaf gak sengaja ??.(venna)
“iya gak apa-apa”(galvien)
“ekh kamu?? (venna sambil terkejut)
“ka,kamu...
“ kamu galvien yang tadi dipanggil ke ruanga kepala sekolah bareng aku kan ??
“ kamu venna dari anak ips ??
“i,iya.. maaf yah ga sengaja
“iya gak apa-apa..aku juga minta maaf
“ iya gak apa-apa.. lagipula ini salah aku ko karena tidak lihat-lihat
“i,iya.. maaf, emang kamu mau kemana??
“ aku mau ke perpus”
“oh, kalau begitu bareng yuk?? (ajak galvien pada venna)
“ iya ayo.
Mereka berdua pun pergi bersama ke perpus. Setelah tiba di dalam perpus mereka berdua pun membaca buku dalam satu ruangan yang sama dan berdekatan. Mereka terlihat sangat serius dalam membaca buku.
Olimpiade antar sekolah pun tiba. Olimpiade dilaksanakan di Universitas Akademi internasional Indonesia.
 Galvien dan venna pergi dengan guru-guru yang membimbing beserta dengan kepala sekolah. Tiba disanah venna dan galvien harus terpisah ruangan karena berbeda jurusan. Galvien di ruangan sains sementara venna di ruangan social. Lalu siswa disanah disambut dengan antusias dan diberi arahan tempat untuk olimpiade.
“selamat datang siswa perwakilan olimpiade nasional antar sekolah. Semoga kalian menjadi generasi penerus bangsa yang hebat. Langsung saja untuk perwakilan olimpiade sains sialahkan menuju ruangan sains disebelah kanan dekat taman hijau. Sementara untuk perwakilan olimpiade social silahkan pergi menuju ruangan geografi disebalah kiri dekat lapangan tenis.” (sambut panita olimpiade)
“ Nah, anak-anakku sebelum mulai lomba, bapak ingin memberi arahan kepada kalian berdua” (ucap kepala sekolah)
“iya pak (jawab venna/galvien)”
“bapak tidak mengharapkan kalian untuk menang, dan bapak juga tidak menuntut kalian untuk bisa tetapi walau kalian kalah bapak tetap bangga. Tetapi ingat kalian berdua harus berusaha semaksimal mungkin. Bapak percaya kalian berdua bisa. Untuk Galvien bapak percayakan olimpiade sains ini kepadamu. Dan untuk venna walaupun kamu murid baru disekolah, tetapi bapak tetap percaya sama kamu. Kalian harus berjuang demi membawa nama baik sekolah dan jangan takut untuk kalah”... (ucap kepala sekolah)
“ siapp pak” (teriak galvien/venna)
“ kalau begitu mari kita berdoa kepada Allah agar kita diberi kemudahan dalam mengikuti olimpiade ini.. beroda dalam hati masing-masing mulai..............” selesai,,” ayo kalian berangkat sanah..
“ iya pak,, (venna/galvien)
Mereka berduapun pergi ke ruangannya masing-masing dan di dampingi oleh guru yang bersangkutan. Mereka berdua berhasil memenangkan olimpiade kedua program tersebut. Tetapi venna hanya menjadi juara kedua sementara Galvien menjadi juara ke 1. Larut bahagia pun dimulai dari kemenengan yang mereka dapat.
“kittaaaa menang” teriak Galvien
“iya kita menang”
“selamat yah anak-anak bapak sangat bangga sama kalian,”
“ya tapi bapak harus lebih bangga kepada Galvien karena ia menjadi juara pertama olimpiade sains ini” ucap venna
“tapi kamu juga patut dibanggakan venna” ucap Galvien
“sudah, pokonya bapak bangga pada kalian berdua baik itu Galvien atau Venna bapak bangga pada kalian berdua, sebagai imbalan karena kalian telah membawa nama baik sekolah, kalian akan menjadi tamu istimewa dalam studytour sekolah tahun ini ke pantai”
“iya terimaksih pak” ucap Galvien

Setelah olimpiade selesai, Galvien pulang ke rumahnya. Ia disambut oleh kedua orang tuannya dengan penuh hangat
“Galvien pulang”
“selamat datang juara kebanggaan papah tersayang” ucap ayahnya
“kebanggaan ibu juga kan yah” ucap ibunya
“haha yah bu Galvien menang olimpiade tahun ini”
“ya itu sangat bagus, ayah bangga sekali sama kamu”
“terimakasih yah, tapi yah bu Galvien mau bicara sesuatu sama ayah dan ibu”
“oh ya tentu saja silahkan”
“yah, Galvien bertemu dengan seorang wanita cantik seperti ibu”
“benarkah?? Siapa itu nak??
“dia adalah wanita teman Galvien disekolah tetapi ia berbeda study dengan Galvien, ia berada di kelas program social malah tadi ia mendapat juara kedua dalam program tersebut”
“oh gituh, memangnya kenapa??’
“ayah, ibu bolehkah Galvien menyukai wanita itu??’
“kamu serius??’
“ya, Galvien serius”
“ya tentu saja boleh. Itu hak kamu untuk menyukai atau memiliki, sekarang kamu sudah tumbuh dewasa, kamu bebas menentukan apa yang ingin kamu lakukan”
“iya terimakasih yah bu!, Galvien ke kamar dulu yah “
Galvien pergi ke kamarnya dengan penuh bahagia. Ia merasa hatinya benar-benar menyukai venna. Selain itu, ayah dan ibunya merasa sangat heran.
“bu??
“iya yah?
“anak kita telah mencapai puncak dewas”
“iya, sekarang iya sudah mulai menyukai seseorang”
“iya, dia sekarang sudah benar-benar berubah dan ayah ijinin selama hal itu tidak mengganggu study nya”
“iya ibu juga mengijinin Galvien untuk menyukai wanita yang ia maksud”
“hahaa terasa ingat pada waktu sejak pertama kita ketemu”
“ayah sudah usia lanjut masih aja menggombal.”
“tapi iya kan bu”
“iya iya ayah’..
Orang tua galvien juga sangat menyetujui jika Galvien merasa menyukai pada wanita yang ia ceritakan pada orang tuannya.
Kemudian, hari studytour telah tiba, sekolah akan merayakan studytour selama 3 hari menginap dipantai dengan Galvien dan venna sebagai tamu istimewa. Malah mereka berdua duduk satu kursi paling depan di bus.
“hay Galvien”
“hay venna”
“ini kan kursi yang kusus untuk kita berdua”
“ya silahkan duduk”
Venna duduk bersama Galvien. Bus pun mulai berangkat melaju menuju tempat yang dituju. Dalam perjalanan venna dan Galvien terlihat semakin akrab. Malah mereka berdua saling berbagi makanan satu sama lain.
“venna kamu sudah makan belum??’
“sudah sih tapi aku jadi lapar hehe’
“ya sudah kamu makan ini”
“gak usah aku bawa makanan sendiri ko,”
‘gak apa-apa ko ini makan aja makanan milikku”
“emm ok deh, kamu juga makan yah makanan milikku, enak lo ini buatan ibu aku”
“benarkah?? Aku mau dong”
“yah ini dia”
“wah apa itu??
“ini kue cemilan coklat dan vanilla”
“boleh yah aku makan ??
“tentu saja boleh Galvien”
“kamu juga coba makanan buatan aku sendiri”
“wah serius ini buatann kamu sendiri??’
“iya dong, aku yang membuatnya sendri”
“wah hebat, jarang lo laki-laki mau masak bikin makanan sendiri”
“hehe kan aku mau mandiri”
“wah bagus deh kalau begitu, aku salut deh sama kamu Galvien”
“hehe jangan terlalu memuji ah”
“engga ko akau engga muji kamu, beneran”
“hahaha iya deh, “
Tiba-tiba diperjalanan terlihat pemandangan sungai besar dan gunung hijau yang indah.
“ekh venna, coba lihat sebelah sana!!”
“wah indah sekali”
“iya indah sekali, kamu menyukainya??
“iya aku sangat menyukainya”
“oh gitu, memangnya apa saja hal yang menjadi kamu suka??’
“aku menyukai langit, laut dan pemadangan terindah”
“kenapa kamu menyukai hal-hal tersebut?
“entahlah tapi yang pasti aku sangat menyukainya”
“oh gitu yah”
“iya, tapi kamu, apa yang kamu suka Galvien??
“aku? Eeeuu.. sebenarnya menyukai tata surya dan sesuatu yang berwarna biru ya misalnya langit atau laut sama seperti apa yang kamu suka”
“oh gitu yah,”
Mereka terlihat sangat akrab. Hingga ketika mereka selesai berbicara dan menceritakan tentang hal yang meraka sukai, mereka tidur. Awalnya mereka tertidur dalam posisi yang biasa saja, tetapi bus mengerem agak kencang dan merubah posisi Venna yang menyandar di dekat jendela menjadi menyandar di pundak Galvien. Tetapi hal itu tidak venna sadari. Begitu juga Galvien yang tidak menyadari hal itu. Mereka tertidur dalam posisi tidur yang saling menyandar satu sama lain.
Akhirnya bus tiba ditempat yang dituju yaitu di pantai yang sangat indah. Venna dan Galvien pun terbangun. Keduanya merasa malu karena telah saling bersandar. Mereka turun bersamaan dari bus. Mereka tinggal di hotel yang sudah sekolah sewa disekitar dekat pantai.
Kemudian kamar galvien dan venna berseberangan. Dan malam hari telah tiba. Galvien keluar dari kamarnya. Ia mencari udara segar dekat panatai. Ia sangat merasa tenang dan sejuk ketika menghirup udara segar pada malam hari didekat pantai. Tak lama kemudian venna datang menghampiri.
“Galvien??
“venna? Kenapa kamu kesini??
“aku mau nyari udara segar, kamu sendiri lagi apa?
“lagi menghirup udara segar”
“boleh aku ikut??
“ya tentu saja”
“terimakasih, pantesan saja kamu disini habisnya udara disini sangat sejuk”
“ya sangat sejuk sekali”
“heemm”
“venna??
“iya?
“boleh aku bertanya satu hal??
“boleh, nanya apa??
“kamu sudah punya pacar belum??
“belum, aku belum pernah pacaran malahan. Emang kenapa gitu??
“oh gak apa-apa, Cuma nanya aja hehe”
“kamu sendiri gimana Galvien? Sudah punya pacar belum?
“aku belum sih malah sama seperti kamu belum pernah pacaran.”
“ah masa??
“iya beneran”
“iya deh aku percaya sama kamu. Galvien kan si jenius sains di sekolah masa pacaran”
“haha kamu juga si jenius venna dari social”.
“heheee’
“Hehee’
“venna?? Jalan-jalan yu??
“emm boleh tuh, ayo”
Mereka berdua pergi jalan-jalan dimalam hari. Mereka terlihat sangat bahagia dan dipenuhi canda tawa. Mereka menghabiskan waktu di malam hari dengan penuh ceria. Mereka mengelilingi pasar dan jalan didekat pantai tersebut dengan menyewa sepeda.
Kemudian mereka kembali lagi ke hotel dan pergi ke kamarnya masing-masing.
Pagi hari pun tiba. kepala sekolah mengumpulkan seluruh murid studytour untuk mendengarkan arahan dari guru-guru. Setelah itu, seluruh murid dan guru pergi  ke pantai dengan menyewa alat-alat untuk renang.
Galvien tidak suka berenang ia hanya tinggal di kursi sambil bersantai menikmati udara pagi pantai indah. Ia tertidur dalam suasana pantai yang indah dipagi hari hingga siang hari. Setelah ia terbangun di siang hari ia kembali ke hotel kemudian kembali lagi ke pantai untuk menikmati udara di siang hari menuju sore hari. Galvien jalan-jalan menuju pesisir pantai sendirian. Melihat hal itu venna kemudian menyusul Galvien dan ingin ikut jalan bersamanya. Venna pun ikut bersama Galvien jalan-jalan menuju pesisir pantai.
Suasana yang indah disore hari terutama senja akan tenggelam dipantai. Galvien dan venna menyaksikan bersamaan ketika senja mulai terbenam. Galvien pun benar-benar sangat menyadari bahwa ia jatuh cinta sama venna hingga ia mengungkapkan sesuatu pada vena.
“venna??
“ iya ?
“coba lihatlah aku??’
“kenpa emang??
“lihat aja”
Venna pun melihat tatapan mata Galvien.
“venna, dalam suasana senja ini bersama udara yang berhembus di sore hari aku ingin mengatakan sesuatu padamu bahwa aku mencintaimu!!”
‘A,APA? Kamu serius??
“ya aku serius!!”
“kenapa??
“entahlah tetapi yang pasti aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, sebelumnya aku tidak pernah mencintai siapun kecuali kamu venna!!”
“aakkuu”
“ ven, aku mempunyai mimpi untuk kuliah di luar negeri terutama di New Zeland. Aku ingin pergi kesana suatu hari nanti, dan aku ingin kamu menjadi kekasih terakhirku ??
“kamu serius Galvien???
“ya aku serius”
“jika kamu mencintai aku apa yang akan kamu lakukan untuk membuktikannya??’
‘kamu adalah orang pertama yang akan aku temui suatu hari nanti setelah aku selesai kuliah di New Zeland!!, dan aku akan memilihmu untuk menjadi kekasih pertama dan terakhir buat aku!!
‘ a,apa kamu serius, memilih aku menjadi kekasih pertama dan terakhir buat kamu??”
“1000% aku serius bahkan orang tua aku telah memberi ijin jika aku mencintaimu”
“emm.. baiklah aku memang mencintaimu juga tetapi jika kamu benar-benar lulus kuliah di New Zeland aku akan menjadi kekasih pertama dan terakhir buat kamu”
“benarkah?? Baik aku janji sama kamu. Percayalah”
“ok, nah lebih baik kita focus aja dulu sekolah kan hanya tinggal 1 tahun lagi untuk menyelesaikan SMA”
“ya kita focus”


Dalam suasana senja yang indah Galvien membuat janji pada venna bahwa ia akan menemui venna suatu hari nanti. Mengisi liburan selama 3 hari di pantai, mereka selalu berjalan bersama kemana pun mereka pergi. Hal yang romantis mulai mucul pada kebersamaan mereka meski belum ada ikatan sepasang kekasih tetapi tetap saja kebersamaan mereka terlihat lebih dari sepasang kekasih. Akhirnya liburan di pantai telah selesai. Semua murid kembali melakukan aktivitas sebagai pelajar di sekolah.
Meski Galvien baru saja bertemu venna tetapi ia telah menaruh harapan besar pada venna hingga ia benar-benar yakin bahwa venna akan menjadi yang pertama dan terakhir bagi Galvien. Tak terasa Galvien dan venna telah berada di kelas 12 tepatnya puncak yang menentukan lulus atau tidaknya sekolah selama 3 tahun. Dalam puncak tahun sekolah, Galvien sangat terlihat focus dalam belajar begitu juga venna. Mereka saling memiliki tujuan dan ambisinya masing-masing. Meskipun mereka sangat sibuk tetapi tetap saja mereka meluangkan waktu untuk belajar bareng di perpustakaan.
‘venna, kamu sedang apa??
“aku sedang mencari buku, kamu sendiri lagi apa??
“aku mau membaca buku juga, bareng yu??
“ayo tapi bentar aku mau nyari dulu buku yang kemarin aku simpan”
“buku apa?
“ekonomi”
“itu, disebelah sana,
“mana??
“itu dekat rak pintu”
“oh iya yah hheehee
“kalau begitu ayo kita ke ruangan membaca”
“ayo’
Mereka membaca bersama diruangan membaca perpustakaan. Mereka membaca buku dengan serius dan tidak terlihat mengusik sedikitpun, mereka tetap focus dengan apa yang mereka baca.
40 menit telah berlalu venna selesai membaca buku karena ia merasa matanya agak lelah, tetapi Galvien tetap focus membaca.
“Galvien, apa kamu tidak lelah membaca buku terus?
“engga ko, malah aku membaca buku suka lebih dari 1 jam”
“wah kamu kuat sekali yah matanya”
“hahaa engga juga tuh”
“hemm kamu memang aneh”
“venn, perpustakaan ini adalah tempat pertama kita bertemu terutama diruangan ini”
“emm iya yah, aku baru ingat sekarang, aku setiap kesini selalu melihat kamu dulu”
“hahaa benarkah?
“ya, setiap aku datang kesini pasti aja kamu yang duluan kesini, kamu memang anak perpus”
“haha engga juga tuh, tapi jujur pas waktu aku pertama liat kamu gak nyangka”
“gak nyangka kenapa??
“ya gak nyangka bahwa kamu murid baru disekolah ini, padahal kamu keliatannya kaya ibu guru ekonomi, hahaa”
“hahaa aminn, memang itu mimpiku”
“benarkah?? Aku yakin kamu pasti bisa menjadi guru ekonomi suatu hari nanti”
“iya aminnnn Galvien”
Semakin hari semakin dekat Galvien dengan venna. Mereka mulai semakin saling menyukai satu sama lain.
Kemudian waktu UN telah tiba tetapi Galvien dan venna berhasil lulus murni dengan nilai yang sangat memuaskan. Galvien mengikuti tes untuk kuliah di kuar negeri sementara itu venna masuk ke universitas pendidikan terfavorit di Indonesia. Galvien berhasil lulus dan pergi ke luar negeri. Suka duka yang mereka alami selama kuliah penuh dengan kebahagian, air mata, senyuman dan kerinduan yang mendalam tentang masa lalu yang pernah mereka lewatkan.

6 tahun kemudian. Galvien berhasil lulus kuliah di luar negeri dan venna berhasil menjadi guru ekonomi di SMA dan menjadi dosen ekomoni di Universitas. Galvien berhasil menyatakan dan menepati janjinya pada venna. Dan akhirnya mereka menikah untuk bersama dalam suka atau duka yang akan mereka lewati sekarang dan di masa yang akan datang. 



amanat
"dari cerita diatas hal yang dapat diperoleh adalah kita harus tetap fokus pada tujuan kita jangan sampai berhenti dalam arena kesuksesan juga kita harus dapat menepati janji"
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment