Diperpustakaan adalah tempat petama kita bertemu
Suatu
hari ada seorang siswa SMA yang sangat jenius. Ia dipandang sebagai siswa
jenius yang pernah ada disekolah tersebut. Bahkan ia selalu memberi kesan
inovasi dan motivasi kepada semua orang. Bahkan ia sangat terkenelan dan di cap
si “jenius yang luar biasa”. Ia bernama Galvien. Ia juga mempunyai sifat
pendiam, suka berfikir ketika ia mau bertindak dan ia hobby membaca buku.
Saat
itu Galvien duduk di kelas 11 ipa. Ia juga sangat aktif ketika sedang proses
pembelajaran. Dan tidak jarang juga ia dicap sebagai “raja dari semua raja
debat”. Setiap hari Galvien selalu membaca buku. Dimana pun ia berda, ia pasti
selalu membawa buku kemana pun ia pergi.
Pada
suatu hari, Galvien pergi ke perpustakaan pada saat jam istirahat sekolah. Dan
pada saat ketika itu juga ia sangat tertarik juga untuk membaca buku
diperpustakaan. Bahkan saat ia tertarik membaca di perpustakaan, ia selalu
datang ke perpustakaan setiap hari. Ia juga terkadang pulang sekolah selalu
menyempatkan waktu untuk membacanya. Guru penjaga perpustakaan pun heran pada
Galvien yang rajin datang mengunjungi perpustakaan. Lalu guru perpustakaan
tersebut bertanya kepada Galvien.
“hay nak??” (tanya guru perpustakaan)
“oh iya, ada apa bu??”
“kamu rajin banget datang ke sinih”
“memangnya kenpa bu??”
“gak apa-apa, Cuma jarang lho ada murid
yang rajin membaca di perpustakaan”
“oh begitu. Saya sering kesinih karena
saya suka membaca buku”
“oh pantesan saja kamu rajin, kalau
begitu silahkan lanjutkan. Maaf ibu ganggu”
“ oh iya, gak apa-apa ko bu”..
Lalu
setelah itu Galvien malanjutkan membaca bukunya.
Pada
suatu hari datang seorang wanita murid baru. Wanita itu cantik, baik, bahkan
setiap laki-laki yang melihatnya tertarik pada wanita itu. Wanita itu juga
adalah wanita yang pintar. Ia bernama Venna. Ia juga mempunyai prestasi yang
hebat dalam bidang ilmu pengetahuan sosial (ips). Dan pada saat venna pertama
kali masuk kelas, ia sudah menggemparkan dan memberi kejutan yang sangat luar
biasa dalam proses pembelajarannya. Guru sekolah pun terkejut dan merasa heran
karena walau venna adalah murid baru tetapi ia sudah memberi kesan proses
pembelajaran yang sangat baik.
Telah
1 minggu venna sekolah. Lalu pada suatu hari ketika jam istirahat, ia pergi
mengunjungi perpustakaan. Ketika ia datang ke perpustakaan suasana perpustakaan
pun sedikit sepi. Lalu ia melihat lihat bagian dari perpustakaan. Ketika ia ke
ruangan membaca buku, ia melihat seorang laki-laki yang sedang membaca buku
dengan begitu tekun. Tetapi vena tidak memperdulikannya. Setelah itu vena pun
meminjam buku lalu pergi kembali ke kelasnya.
Esok
hari pun tiba. Dan pada saat jam yang sama ketika istirahat, venna pun pergi ke
perpustakaan untuk meminjam buku. Dan lagi-lagi venna melihat seorang laki-laki
yang kemarin sedang membaca buku dengan tekun. Lalu venna juga tidak
memperdulikannya, ia pun meminjam buku kembali dan pergi ke kelasnya lagi.
Setelah itu jam pulang pun tiba, venna merasa tidak ada kegiatan di rumah, lalu
ia berencana untuk tidak pulang lebih awal dan pergi ke perpustakaan. Pada saat
ia pergi ke perpustakaan, lagi-lagi ia melihat seorang laki-laki yang selalu
dan selalu sedang membaca buku. Ia pun merasa heran. “kenpa yah disetiap aku
datang ke perpustakan, aku selalu bertemu dengan orang itu?? Siapa dia??’’
(tanya venna dalam hatinya). Lalu ia pun bertanya kepada guru perpustakaannya.
“emm, maaf ibu mengganggu..” (sapa
venna)
“oh, iya ada apa??” (tanya guru
perpustakaan)
“ boleh bertanya gak bu??’
“oh iya silahkan”
“kenapa di setiap saya datang kesinih
teruma ke tempat ruang membaca buku, aku selalu bertemu dengan seorang
laki-laki yang sedang membaca buku dengan tekun??”
“oh, itu adalah namanya Galvien.” Ia
adalah seseorang yang sangat rajin membaca buku di perpustakaan.”
“ oh namanya Galviien.”
“ iya,”
“ kalau begitu terimakasih yah bu”
“iya sama-sama”.
Setelah
itu, venna membawa buku dan pergi ke ruangan membaca buku. Lalu ia duduk di
samping Galvien. Walau jarak mereka dekat tetapi mereka berdua cuek saja tidak
menyapa satu sama lain. Mereka berdua terlihat sangat fokus dalam membaca buku.
Dan sekitar 1 jam berlalu setelah mereka beres membaca, kebetulan mereka berdua
selesai membaca dalam waktu yang sama. Lalu mereka berdua juga pulang bersama
walau tidak berdekatan.
Ketika
itu, ada olimpiade Nasional antar sekolah dalam program olimpiade sains dan
social. Pada saat itu kepala sekolah dan guru-guru memanggil Galvien sebagai
perwakilan dari sains dan Venna sebagai perwakilan dari social. Setelah mereka
berdua dipanggil oleh kepala sekolah, mereka berdua bertemu juga bertemu di
ruang kepala sekolah. Venna pun merasa heran. Kenpa harus Galvien yang
dipanggil. Tetapi Galvien melihat venna hanya biasa saja tidak ada reaksi
terkejut sedikitpun. Lalu kepala sekolahpun berbicara kepada Galvien dan Venna.
“begini
anak-anak. Kenapa kalian berdua bisa bapak panggil ke ruangan ini karena dalam
rangka olimpiade nasional, bapak ingin kalian berdua yang mewakili sekolah ini.
Galvien kamu sebagai perwakilan sains karena prestasi dan kejeniusan mu yang
luar bisa. Dan venna sebagai perwakilan social karena walau kamu murid baru
tetapi prestasimu sudah di kenal di sekolah ini. Dan bapak yakin kepada kalian
berdua sebagai perwakilan dari sekolah ini. Bapak juga tidak berharap untuk
kalian berdua menang, tetapi bapak berharap kalian berdua bisa menjadi perwakilan
dari sekolah yang mau mengikuti olimpiade nasional ini.” (ucapan kepala
sekolah)
“
baik pak” (jawab galvien dan venna)
Setelah
itu, Galvien dan venna pun pergi ke kelasnya masing-masing.
“Kriiiingg”.
Bertanda istirahat telah tiba. Lalu Galvien pun pergi ke perpustakaan, begitu
juga venna. Ketika sedang berjalan ke perpustakaan, venna dan galvien
bertabrakan..
“aduhh!!!!” (teriak vena dan galvien)
“ ekh maaf gak sengaja ??.(venna)
“iya gak apa-apa”(galvien)
“ekh kamu?? (venna sambil terkejut)
“ka,kamu...
“ kamu galvien yang tadi dipanggil ke
ruanga kepala sekolah bareng aku kan ??
“ kamu venna dari anak ips ??
“i,iya.. maaf yah ga sengaja
“iya gak apa-apa..aku juga minta maaf
“ iya gak apa-apa.. lagipula ini salah
aku ko karena tidak lihat-lihat
“i,iya.. maaf, emang kamu mau kemana??
“ aku mau ke perpus”
“oh, kalau begitu bareng yuk?? (ajak
galvien pada venna)
“ iya ayo.
Mereka
berdua pun pergi bersama ke perpus. Setelah tiba di dalam perpus mereka berdua
pun membaca buku dalam satu ruangan yang sama dan berdekatan. Mereka terlihat
sangat serius dalam membaca buku.
Olimpiade
antar sekolah pun tiba. Olimpiade dilaksanakan di Universitas Akademi
internasional Indonesia.
Galvien dan venna pergi dengan guru-guru yang
membimbing beserta dengan kepala sekolah. Tiba disanah venna dan galvien harus terpisah
ruangan karena berbeda jurusan. Galvien di ruangan sains sementara venna di
ruangan social. Lalu siswa disanah disambut dengan antusias dan diberi arahan
tempat untuk olimpiade.
“selamat
datang siswa perwakilan olimpiade nasional antar sekolah. Semoga kalian menjadi
generasi penerus bangsa yang hebat. Langsung saja untuk perwakilan olimpiade
sains sialahkan menuju ruangan sains disebelah kanan dekat taman hijau.
Sementara untuk perwakilan olimpiade social silahkan pergi menuju ruangan
geografi disebalah kiri dekat lapangan tenis.” (sambut panita olimpiade)
“ Nah, anak-anakku sebelum mulai lomba,
bapak ingin memberi arahan kepada kalian berdua” (ucap kepala sekolah)
“iya pak (jawab venna/galvien)”
“bapak tidak mengharapkan kalian untuk
menang, dan bapak juga tidak menuntut kalian untuk bisa tetapi walau kalian
kalah bapak tetap bangga. Tetapi ingat kalian berdua harus berusaha semaksimal
mungkin. Bapak percaya kalian berdua bisa. Untuk Galvien bapak percayakan olimpiade
sains ini kepadamu. Dan untuk venna walaupun kamu murid baru disekolah, tetapi
bapak tetap percaya sama kamu. Kalian harus berjuang demi membawa nama baik
sekolah dan jangan takut untuk kalah”... (ucap kepala sekolah)
“ siapp pak” (teriak galvien/venna)
“ kalau begitu mari kita berdoa kepada
Allah agar kita diberi kemudahan dalam mengikuti olimpiade ini.. beroda dalam
hati masing-masing mulai..............” selesai,,” ayo kalian berangkat sanah..
“ iya pak,, (venna/galvien)
Mereka
berduapun pergi ke ruangannya masing-masing dan di dampingi oleh guru yang
bersangkutan. Mereka berdua berhasil memenangkan olimpiade kedua program
tersebut. Tetapi venna hanya menjadi juara kedua sementara Galvien menjadi
juara ke 1. Larut bahagia pun dimulai dari kemenengan yang mereka dapat.
“kittaaaa
menang” teriak Galvien
“iya
kita menang”
“selamat
yah anak-anak bapak sangat bangga sama kalian,”
“ya
tapi bapak harus lebih bangga kepada Galvien karena ia menjadi juara pertama
olimpiade sains ini” ucap venna
“tapi
kamu juga patut dibanggakan venna” ucap Galvien
“sudah,
pokonya bapak bangga pada kalian berdua baik itu Galvien atau Venna bapak
bangga pada kalian berdua, sebagai imbalan karena kalian telah membawa nama
baik sekolah, kalian akan menjadi tamu istimewa dalam studytour sekolah tahun
ini ke pantai”
“iya
terimaksih pak” ucap Galvien
Setelah
olimpiade selesai, Galvien pulang ke rumahnya. Ia disambut oleh kedua orang
tuannya dengan penuh hangat
“Galvien
pulang”
“selamat
datang juara kebanggaan papah tersayang” ucap ayahnya
“kebanggaan
ibu juga kan yah” ucap ibunya
“haha
yah bu Galvien menang olimpiade tahun ini”
“ya
itu sangat bagus, ayah bangga sekali sama kamu”
“terimakasih
yah, tapi yah bu Galvien mau bicara sesuatu sama ayah dan ibu”
“oh
ya tentu saja silahkan”
“yah,
Galvien bertemu dengan seorang wanita cantik seperti ibu”
“benarkah??
Siapa itu nak??
“dia
adalah wanita teman Galvien disekolah tetapi ia berbeda study dengan Galvien,
ia berada di kelas program social malah tadi ia mendapat juara kedua dalam program
tersebut”
“oh
gituh, memangnya kenapa??’
“ayah,
ibu bolehkah Galvien menyukai wanita itu??’
“kamu
serius??’
“ya,
Galvien serius”
“ya
tentu saja boleh. Itu hak kamu untuk menyukai atau memiliki, sekarang kamu
sudah tumbuh dewasa, kamu bebas menentukan apa yang ingin kamu lakukan”
“iya
terimakasih yah bu!, Galvien ke kamar dulu yah “
Galvien
pergi ke kamarnya dengan penuh bahagia. Ia merasa hatinya benar-benar menyukai
venna. Selain itu, ayah dan ibunya merasa sangat heran.
“bu??
“iya
yah?
“anak
kita telah mencapai puncak dewas”
“iya,
sekarang iya sudah mulai menyukai seseorang”
“iya,
dia sekarang sudah benar-benar berubah dan ayah ijinin selama hal itu tidak
mengganggu study nya”
“iya
ibu juga mengijinin Galvien untuk menyukai wanita yang ia maksud”
“hahaa
terasa ingat pada waktu sejak pertama kita ketemu”
“ayah
sudah usia lanjut masih aja menggombal.”
“tapi
iya kan bu”
“iya
iya ayah’..
Orang
tua galvien juga sangat menyetujui jika Galvien merasa menyukai pada wanita
yang ia ceritakan pada orang tuannya.
Kemudian,
hari studytour telah tiba, sekolah akan merayakan studytour selama 3 hari
menginap dipantai dengan Galvien dan venna sebagai tamu istimewa. Malah mereka
berdua duduk satu kursi paling depan di bus.
“hay
Galvien”
“hay
venna”
“ini
kan kursi yang kusus untuk kita berdua”
“ya
silahkan duduk”
Venna
duduk bersama Galvien. Bus pun mulai berangkat melaju menuju tempat yang
dituju. Dalam perjalanan venna dan Galvien terlihat semakin akrab. Malah mereka
berdua saling berbagi makanan satu sama lain.
“venna
kamu sudah makan belum??’
“sudah
sih tapi aku jadi lapar hehe’
“ya
sudah kamu makan ini”
“gak
usah aku bawa makanan sendiri ko,”
‘gak
apa-apa ko ini makan aja makanan milikku”
“emm
ok deh, kamu juga makan yah makanan milikku, enak lo ini buatan ibu aku”
“benarkah??
Aku mau dong”
“yah
ini dia”
“wah
apa itu??
“ini
kue cemilan coklat dan vanilla”
“boleh
yah aku makan ??
“tentu
saja boleh Galvien”
“kamu
juga coba makanan buatan aku sendiri”
“wah
serius ini buatann kamu sendiri??’
“iya
dong, aku yang membuatnya sendri”
“wah
hebat, jarang lo laki-laki mau masak bikin makanan sendiri”
“hehe
kan aku mau mandiri”
“wah
bagus deh kalau begitu, aku salut deh sama kamu Galvien”
“hehe
jangan terlalu memuji ah”
“engga
ko akau engga muji kamu, beneran”
“hahaha
iya deh, “
Tiba-tiba
diperjalanan terlihat pemandangan sungai besar dan gunung hijau yang indah.
“ekh
venna, coba lihat sebelah sana!!”
“wah
indah sekali”
“iya
indah sekali, kamu menyukainya??
“iya
aku sangat menyukainya”
“oh
gitu, memangnya apa saja hal yang menjadi kamu suka??’
“aku
menyukai langit, laut dan pemadangan terindah”
“kenapa
kamu menyukai hal-hal tersebut?
“entahlah
tapi yang pasti aku sangat menyukainya”
“oh
gitu yah”
“iya,
tapi kamu, apa yang kamu suka Galvien??
“aku?
Eeeuu.. sebenarnya menyukai tata surya dan sesuatu yang berwarna biru ya
misalnya langit atau laut sama seperti apa yang kamu suka”
“oh
gitu yah,”
Mereka
terlihat sangat akrab. Hingga ketika mereka selesai berbicara dan menceritakan
tentang hal yang meraka sukai, mereka tidur. Awalnya mereka tertidur dalam
posisi yang biasa saja, tetapi bus mengerem agak kencang dan merubah posisi
Venna yang menyandar di dekat jendela menjadi menyandar di pundak Galvien.
Tetapi hal itu tidak venna sadari. Begitu juga Galvien yang tidak menyadari hal
itu. Mereka tertidur dalam posisi tidur yang saling menyandar satu sama lain.
Akhirnya
bus tiba ditempat yang dituju yaitu di pantai yang sangat indah. Venna dan
Galvien pun terbangun. Keduanya merasa malu karena telah saling bersandar.
Mereka turun bersamaan dari bus. Mereka tinggal di hotel yang sudah sekolah
sewa disekitar dekat pantai.
Kemudian
kamar galvien dan venna berseberangan. Dan malam hari telah tiba. Galvien
keluar dari kamarnya. Ia mencari udara segar dekat panatai. Ia sangat merasa
tenang dan sejuk ketika menghirup udara segar pada malam hari didekat pantai.
Tak lama kemudian venna datang menghampiri.
“Galvien??
“venna?
Kenapa kamu kesini??
“aku
mau nyari udara segar, kamu sendiri lagi apa?
“lagi
menghirup udara segar”
“boleh
aku ikut??
“ya
tentu saja”
“terimakasih,
pantesan saja kamu disini habisnya udara disini sangat sejuk”
“ya
sangat sejuk sekali”
“heemm”
“venna??
“iya?
“boleh
aku bertanya satu hal??
“boleh,
nanya apa??
“kamu
sudah punya pacar belum??
“belum,
aku belum pernah pacaran malahan. Emang kenapa gitu??
“oh
gak apa-apa, Cuma nanya aja hehe”
“kamu
sendiri gimana Galvien? Sudah punya pacar belum?
“aku
belum sih malah sama seperti kamu belum pernah pacaran.”
“ah
masa??
“iya
beneran”
“iya
deh aku percaya sama kamu. Galvien kan si jenius sains di sekolah masa pacaran”
“haha
kamu juga si jenius venna dari social”.
“heheee’
“Hehee’
“venna??
Jalan-jalan yu??
“emm
boleh tuh, ayo”
Mereka
berdua pergi jalan-jalan dimalam hari. Mereka terlihat sangat bahagia dan
dipenuhi canda tawa. Mereka menghabiskan waktu di malam hari dengan penuh
ceria. Mereka mengelilingi pasar dan jalan didekat pantai tersebut dengan
menyewa sepeda.
Kemudian
mereka kembali lagi ke hotel dan pergi ke kamarnya masing-masing.
Pagi
hari pun tiba. kepala sekolah mengumpulkan seluruh murid studytour untuk
mendengarkan arahan dari guru-guru. Setelah itu, seluruh murid dan guru
pergi ke pantai dengan menyewa alat-alat
untuk renang.
Galvien
tidak suka berenang ia hanya tinggal di kursi sambil bersantai menikmati udara
pagi pantai indah. Ia tertidur dalam suasana pantai yang indah dipagi hari
hingga siang hari. Setelah ia terbangun di siang hari ia kembali ke hotel
kemudian kembali lagi ke pantai untuk menikmati udara di siang hari menuju sore
hari. Galvien jalan-jalan menuju pesisir pantai sendirian. Melihat hal itu
venna kemudian menyusul Galvien dan ingin ikut jalan bersamanya. Venna pun ikut
bersama Galvien jalan-jalan menuju pesisir pantai.
Suasana
yang indah disore hari terutama senja akan tenggelam dipantai. Galvien dan
venna menyaksikan bersamaan ketika senja mulai terbenam. Galvien pun
benar-benar sangat menyadari bahwa ia jatuh cinta sama venna hingga ia
mengungkapkan sesuatu pada vena.
“venna??
“
iya ?
“coba
lihatlah aku??’
“kenpa
emang??
“lihat
aja”
Venna
pun melihat tatapan mata Galvien.
“venna,
dalam suasana senja ini bersama udara yang berhembus di sore hari aku ingin
mengatakan sesuatu padamu bahwa aku mencintaimu!!”
‘A,APA?
Kamu serius??
“ya aku
serius!!”
“kenapa??
“entahlah
tetapi yang pasti aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, sebelumnya aku tidak
pernah mencintai siapun kecuali kamu venna!!”
“aakkuu”
“ ven,
aku mempunyai mimpi untuk kuliah di luar negeri terutama di New Zeland. Aku
ingin pergi kesana suatu hari nanti, dan aku ingin kamu menjadi kekasih
terakhirku ??
“kamu
serius Galvien???
“ya aku
serius”
“jika
kamu mencintai aku apa yang akan kamu lakukan untuk membuktikannya??’
‘kamu
adalah orang pertama yang akan aku temui suatu hari nanti setelah aku selesai
kuliah di New Zeland!!, dan aku akan memilihmu untuk menjadi kekasih pertama
dan terakhir buat aku!!
‘ a,apa
kamu serius, memilih aku menjadi kekasih pertama dan terakhir buat kamu??”
“1000%
aku serius bahkan orang tua aku telah memberi ijin jika aku mencintaimu”
“emm..
baiklah aku memang mencintaimu juga tetapi jika kamu benar-benar lulus kuliah
di New Zeland aku akan menjadi kekasih pertama dan terakhir buat kamu”
“benarkah??
Baik aku janji sama kamu. Percayalah”
“ok, nah
lebih baik kita focus aja dulu sekolah kan hanya tinggal 1 tahun lagi untuk
menyelesaikan SMA”
“ya kita
focus”
Dalam
suasana senja yang indah Galvien membuat janji pada venna bahwa ia akan menemui
venna suatu hari nanti. Mengisi liburan selama 3 hari di pantai, mereka selalu
berjalan bersama kemana pun mereka pergi. Hal yang romantis mulai mucul pada
kebersamaan mereka meski belum ada ikatan sepasang kekasih tetapi tetap saja
kebersamaan mereka terlihat lebih dari sepasang kekasih. Akhirnya liburan di
pantai telah selesai. Semua murid kembali melakukan aktivitas sebagai pelajar
di sekolah.
Meski Galvien
baru saja bertemu venna tetapi ia telah menaruh harapan besar pada venna hingga
ia benar-benar yakin bahwa venna akan menjadi yang pertama dan terakhir bagi
Galvien. Tak terasa Galvien dan venna telah berada di kelas 12 tepatnya puncak
yang menentukan lulus atau tidaknya sekolah selama 3 tahun. Dalam puncak tahun
sekolah, Galvien sangat terlihat focus dalam belajar begitu juga venna. Mereka
saling memiliki tujuan dan ambisinya masing-masing. Meskipun mereka sangat
sibuk tetapi tetap saja mereka meluangkan waktu untuk belajar bareng di
perpustakaan.
‘venna,
kamu sedang apa??
“aku
sedang mencari buku, kamu sendiri lagi apa??
“aku mau
membaca buku juga, bareng yu??
“ayo
tapi bentar aku mau nyari dulu buku yang kemarin aku simpan”
“buku
apa?
“ekonomi”
“itu,
disebelah sana,
“mana??
“itu
dekat rak pintu”
“oh iya
yah hheehee
“kalau
begitu ayo kita ke ruangan membaca”
“ayo’
Mereka
membaca bersama diruangan membaca perpustakaan. Mereka membaca buku dengan
serius dan tidak terlihat mengusik sedikitpun, mereka tetap focus dengan apa
yang mereka baca.
40 menit
telah berlalu venna selesai membaca buku karena ia merasa matanya agak lelah,
tetapi Galvien tetap focus membaca.
“Galvien,
apa kamu tidak lelah membaca buku terus?
“engga
ko, malah aku membaca buku suka lebih dari 1 jam”
“wah
kamu kuat sekali yah matanya”
“hahaa
engga juga tuh”
“hemm
kamu memang aneh”
“venn,
perpustakaan ini adalah tempat pertama kita bertemu terutama diruangan ini”
“emm iya
yah, aku baru ingat sekarang, aku setiap kesini selalu melihat kamu dulu”
“hahaa
benarkah?
“ya,
setiap aku datang kesini pasti aja kamu yang duluan kesini, kamu memang anak
perpus”
“haha
engga juga tuh, tapi jujur pas waktu aku pertama liat kamu gak nyangka”
“gak
nyangka kenapa??
“ya gak
nyangka bahwa kamu murid baru disekolah ini, padahal kamu keliatannya kaya ibu
guru ekonomi, hahaa”
“hahaa
aminn, memang itu mimpiku”
“benarkah??
Aku yakin kamu pasti bisa menjadi guru ekonomi suatu hari nanti”
“iya aminnnn Galvien”
“iya aminnnn Galvien”
Semakin
hari semakin dekat Galvien dengan venna. Mereka mulai semakin saling menyukai
satu sama lain.
Kemudian
waktu UN telah tiba tetapi Galvien dan venna berhasil lulus murni dengan nilai
yang sangat memuaskan. Galvien mengikuti tes untuk kuliah di kuar negeri
sementara itu venna masuk ke universitas pendidikan terfavorit di Indonesia.
Galvien berhasil lulus dan pergi ke luar negeri. Suka duka yang mereka alami
selama kuliah penuh dengan kebahagian, air mata, senyuman dan kerinduan yang
mendalam tentang masa lalu yang pernah mereka lewatkan.
6 tahun
kemudian. Galvien berhasil lulus kuliah di luar negeri dan venna berhasil
menjadi guru ekonomi di SMA dan menjadi dosen ekomoni di Universitas. Galvien
berhasil menyatakan dan menepati janjinya pada venna. Dan akhirnya mereka
menikah untuk bersama dalam suka atau duka yang akan mereka lewati sekarang dan
di masa yang akan datang.
amanat
"dari cerita diatas hal yang dapat diperoleh adalah kita harus tetap fokus pada tujuan kita jangan sampai berhenti dalam arena kesuksesan juga kita harus dapat menepati janji"
.jpg)